May 3, 2026
Daerah Peristiwa

Unjuk Rasa di Depan Mapolda Bali Ricuh, Diduga Provokator 19 Orang Diamankan

Denpasar-kabarbalihits

Aksi unjuk rasa di depan Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, pada Sabtu, (30/8/ 2025) berujung ricuh. Aparat kepolisian berusaha menghentikan kericuhan dengan menembakkan gas air mata dan membubarkan kerumunan massa yang anarkis dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi.

Aksi dari massa gabungan yang awalnya menuntut sejumlah poin, salah satunya adalah desakan pembubaran DPR RI berjalan dengan kondusif. Namun massa memanas saat berusaha keras ingin memasuki halaman Mapolda Bali. Sejumlah orang juga terlihat menaiki gapura Mapolda dengan melakukan aksi vandalisme. Berbagai coretan nyeleneh pun dibuat dihadapan aparat kepolisian.

Tidak itu saja, Kantor Ditreskrimsus Polda Bali yang tidak jauh dari Mapolda Bali turut menjadi amukan massa.

Hingga sekitar pukul 15.30 WITA akhirnya satuan Brimob Polda Bali diturunkan membentuk pertahanan dan memaksa  massa untuk menghentikan kericuhan yang terjadi, namun massa tidak berhenti melempari aparat dengan batu maupun botol mineral. Kemudian massa disemprot dengan air bertekanan tinggi dari Mobil Water Canon milik Polda Bali, termasuk menembakkan sejumlah gas air mata.

Sekitar pukul 16.25 Wita massa dapat dipukul mundur hingga ke jalan Kamboja dan situasi kembali kondusif, dimana aparat juga mengamankan orang yang dianggap memprovokasi pada aksi tersebut.

Menurut Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy sebanyak 19 orang diamankan dan diperiksa karena diduga sebagai provokator.

“19 orang kita amankan, tentunya masih kita dalami lagi dan ada bukti-bukti cctv di jalan, dipantau siapa sajayang menjadi pelaku pelanggaran hukum,” jelasnya.

Sejumlah anggota kepolisian yang bertugas saat unjuk rasa juga disebut mengalami luka luka akibat terkena lemparan batu. Dengan kondusifnya situasi, beberapa ruas jalan di Denpasar yang sebelumnya ditutup, kembali dibuka seperti biasa.

Baca Juga :  Polda Bali Dalami Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur, Seret Nama Tokoh Ungasan

Ditegaskan alasan memukul mundur massa karena dipastikan telah melanggar aturan, dengan melakukan pelemparan ke petugas dan pengrusakan fasilitas. Dimana kepolisian telah bertindak sesuai dengan SOP penanganan unjuk rasa.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat khususnya di Bali yang ingin menyampaikan orasi agar tidak mudah terprovokasi dan secara bersama-sama dapat menjaga Bali agar tetap kondusif.

“jangan sampai ikut-ikutan terprovokasi membuat kerusakan dan mencederai Bali ini sendiri,” ujarnya. (kbh1)

Related Posts