September 17, 2026
Daerah

Klarifikasi Luh Jelantik, Lanang Umbara Tegaskan 100 Persen KK di Pelaga Teraliri Listrik

Badung – kabarbalihits

Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung Gusti Lanang Umbara, S.Sos memberikan klarifikasi terhadap berita yang menyebutkan ada puluhan kepala keluarga (KK) di Desa Pelaga, Petang belum mendapatkan aliran listrik dari PLN. Hal ini jelas sangat berbeda dengan fakta dilapangan. Politisi PDI Perjuangan ini memastikan, semua KK di Desa Pelaga sudah menggunakan listrik dari PLN.

Kepada media Kamis (28/8/2025), politisi yang populer disapa 2LU tersebut menyayangkan berita tersebut yang bersumber dari hasil reses anggota DPD RI Ni Luh Jelantik. Saat itu, aparat desa maupun banjar menerima kehadiran anggota DPD karena memang bertujuan baik. “Mereka (prajuru desa maupun banjar, red) menerima kehadiran Luh Jelantik selaku anggota DPD karena memang tujuannya baik,” tegasnya.

Namun sangat disayangkan, tegas Lanang Umbara temuan lapangan atau fakta yang ada dan yang diberitakan sangat berbeda. Dikatakan, ada puluhan rumah warga yang belum teraliri listrik di kabupaten dengan PAD-nya triliunan.

“Membawa-bawa besaran PAD tentu saja sangat bombastis. Untuk popularitas janganlah sampai seperti ini,” tegasnya lagi.

2LU menceritakan, pada Kamis (28/8/2025), pihaknya menerima kedatangan kepala desa didampingi sejumlah kadus di Desa Pelaga. Mereka resah dengan berita yang dibuat oleh Ni Luh Jelantik yang dinilai tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Mereka (kades dan kadus) melapor dan memohon pertimbangan dan meminta berita itu segera diklarifikasi.

Menurut Lanang Unbara, kades maupun kadus menyampaikan ada seorang warga di Banjar Tihingan berharap mendapatkan listrik untuk kebun-kebunnya. Memang, jarak antara rumah dan kebun di Pelaga cukup jauh, ada yang berjarak 10 kilometer bahkan ada yang lebih.

“Nah di kebun-kebun itu dibangun tempat istirahat atau semacam pondok atau kubu untuk petani beristirahat. Inilah yang diusulkan warga untuk bisa mendapatkan aliran listrik,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketut Ngastawa Raih Gelar Doktor di Unwar, Soroti Penguatan Peran DPD dalam Sistem Bikameral Indonesia

Yang diusulkan warga, tegas GLU, listrik untuk di perkebunan atau area pertanian warga. Hal ini karena semua rumah warga sudah teraliri listrik. “Kami tegaskan semua atau 100 persen rumah warga di Pelaga sudah teraliri listrik. Tidak ada rumah warga yang belum dialiri listrik PLN,” tegasnya.

Aspirasi lain yang diterimanya dari petani di Munduk Duk untuk mendapatkan aliran listrik. Di hamparan perkebunan ini dibangun pondok-pondok atau kubu-kubu untuk tempat istirahat petani.

Menanggapi ini, Lanang Umbara memastikan, sebagai badan usaha milik negara (BUMN), PLN tentu tak bisa diintervensi oleh pemerintah daerah. PLN tetap akan berhitung untung rugi karena memang PLN merupakan sebuah badan usaha. Karena itu, satu-satunya cara dengan jalan mengikuti semua syarat yang diperlukan.

Untuk itulah, Lanang Umbara meminta warga yang membutuhkan listrik untuk memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan. Setelah itu, sebagai anggota DPRD Badung dan tokoh masyarakat, 2LU memfasilitasi dan berkoordinasi dengan PLN. “Astungkara, saat ini keinginan warga segera terpenuhi karena PLN sudah mulai memasang tiang-tiang listrik untuk memenuhi permohonan warga,” ujarnya.

Lanang Umbara kembali meminta semua pihak untuk menjaga harmonisasi yang sudah terjadi di masyarakat. “Jangan sampai karena berita bombastis, kondisi di masyarakat menjadi tidak nyaman,” tegas GLU yang juga Bendesa Adat Semanik tersebut.

Sebelumnya anggota DPD RI Ni Luh Jelantik seperti dberitakan sebuah media online menyatakan, meski Kabupaten Badung memiliki PAD triliunan rupiah, ternyata masih ada satu banjar dengan puluhan keluarga hidup tanpa akses listrik. Hal ini didapatkan saat melakukan reses di Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Menurutnya, tercatat di Dusun Tihingan warga yang terdampak tanpa aliran listrik sekitar 40 KK. (r)

Related Posts