November 7, 2026
Daerah

LDII Bali Kurbankan Ratusan Hewan Sapi dan Kambing, Sekaligus Jalankan Tradisi Ngejot

Denpasar-kabarbalihits

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bali melaksanakan pemotongan hewan kurban sekaligus menjalankan tradisi Ngejot pada Hari Raya Idul Adha 2025, bertepatan dengan 10 Dzulhijah 1446 Hijriah, Jumat (6/6/2025).

Ketua LDII Bali, Drs.H.Olih Solihat Karso, M.Sn. menyampaikan, pada momen Idul Adha tahun ini sebanyak 10 ribu lebih paket daging kurban didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh Bali tanpa memandang suku dan agama. Paket daging kurban seberat 1 Kg akan dibagikan setelah menyembelih 145 ekor Sapi dan 273 ekor Kambing.

“di seluruh Bali tanpa memandang suku, agama dan lainnya. kami telah menerima permintaan daging kurban 10 ribu paket lebih,” ucap H.Olih Solihat Karso saat acara Penyerahan hewan Qurban di Halaman Gedung Serbaguna LDII Bali.

Tidak hanya melakukan pemotongan hewan kurban, LDII Bali selalu menjalankan tradisi ngejot di lingkungan sekitar jalan Padang Griya Padangsambian, Denpasar. Tradisi yang umum dilaksanakan umat Hindu di Bali, turut dilestarikan dengan mempraktikkan langsung pada perayaan Idul Adha maupun hari besar Islam lainnya.

“sehingga terjadi silaturahmi diantara kita, semoga kami dapat melaksanakan sebaik-baiknya,” harapnya.

Tradisi ngejot yang kerap dilaksanakan tiap tahun di lingkungan LDII Bali ini sebagai wujud berbagi antar sesama, dan meningkatkan sikap toleransi antar umat beragama.

Menurutnya tradisi ngejot ada di tiap kegiatan adat di seluruh Indonesia dengan istilah yang berbeda, namun di Bali tradisi ngejot telah dipakemkan dan terus dilestarikan. Sehingga umat muslim di Bali khususnya, menempatkan diri secara bersama-sama untuk menjalankan tradisi ngejot ini. Dimana ngejot ini dimaknakan untuk saling merasakan, dan menikmati antar sesama.

“menyangkut itu memang harus kita gali, muslim menempatkan diri sesuai dengan tradisinya dan alhamdulilah sesuai sekali, akhirnya kita kompak, sama rasa sebangsa, se-negara,” pungkasnya.

Dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban dan tradisi ngejot ini, LDII Bali melibatkan unsur TNI-Polri, Pecalang Desa Padangsambian dan tokoh masyarakat sekitar.

Sebelum proses penyembelihan, seluruh hewan yang dikurbankan dipastikan dalam keadaan sehat, karena sebelumnya telah melewati proses pemeriksaan kesehatan oleh tim Kedokteran Universitas Udayana.

Sementara Ketua FKUB Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet usai melakukan penyerahan hewan kurban secara simbolis menyampaikan apresiasi terhadap pengurus LDII Bali, karena turut melestarikan tradisi ngejot yang sudah ada sejak abad ke-15.

Disebut tradisi ngejot sudah dikembangkan saat umat Islam di Belambangan datang ke kerajaan Gelgel. Sehingga toleransi tumbuh di Kerajaan Gelgel karena terjalinnya hubungan yang baik dengan umat Islam. Pada kesempatan ini Ida Sukahet meminta untuk terus mengobarkan semangat menyame braye dalam menjalankan tradisi ngejot.

“Jadi ini kurban dibagi-bagikan tanpa memandang suku, agama, golongan. Semangat ini yang harus kita kobarkan terus, kita jaga terus, menyame braye,” katanya.

Salah seorang warga Padang Griya, Anak Agung Ngurah Suarsa mengucapkan terima kasih karena diberikan paket daging kurban oleh pengurus LDII Bali. Dengan memupuk kebersamaan melalui tradisi ngejot di lingkungan Padang Griya diharapkan dapat berlangsung selamanya.

“ini sudah bertahun-tahun berjalan, kita kaya saudara disini. Saya tinggal disini dari tahun 90-an,” katanya.

Rencananya paket daging sapi yang didapat tidak akan diolah menjadi menu makanan, namun akan diberikan kepada saudaranya.

“saya tidak makan daging sapi, saya berikan ke saudara lain,” tutupnya. (kbh1).

Related Posts