January 31, 2023
Daerah Seni Budaya

Pujawali Pura Luhur Uluwatu Digelar di Madya Mandala, Ida Bhatara Mesineb Jumat

Badung – Kabarbalihits

Pujawali di Pura Uluwatu, Selasa 24 Januari 2023, bertepatan dengan Anggara Kasih Medangsia, terlihat berbeda dibandingkan pujawali sebelumnya. Pasalnya, di area Utama Mandala pura luhur Uluwatu, sedang dilakukan perbaikan pada Meru Tumpang Tiga, pasca terbakar akibat tersambar petir pada bulan November 2022 lalu. Turut Hadir Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa serta beberapa Kepala OPD dilingkungan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung

Menurut Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta, prosesi pujawali yang biasanya digelar di utama mandala, kini digeser di madya mandala. Pasalnya kata dia, saat ini prose perbaikan pada Meru Tumpang Tiga yang terbakar, masih berproses. “Pada pujawali ini, juga digelar bendu guru piduka, sebagai bentuk upacara permohonan atas kesalahan. Pujawali ini dipuput dua sulinggih yakni Ida Pedanda saking Griya Tegal Sari, dan Ida Pedanda saking Griya Lebah Abiansemal,”ungkapnya

Lebih lanjut kata Made Sumerta yang juga Anggota DPRD Badung ini, seperti pujawali sebelumnya, kawasan Pura Uluwatu juga menjadi DTW Uluwatu yang juga menjadi destinasi untuk pementasan Kecak, kepada pemedek, diharapkan bisa menyesuaikan jam untuk tangkil, agar tidak terjebak kemacetan. Pasalnya, lanjut Sumerta di DTW Uluwatu, juga ramai kunjungan wisatawan.

Pihaknya kembali mengimbau kepada pemedek yang akan tangkil, agar tidak membawa tempat sarana upacara berupa kantong plastik. Begitu juga untuk nunas tirta, agar membawa tempat tirta dari rumah masing-masing. Ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik selama prosesi persembahyangan.

Sementara itu Panglingsir Puri Agung Jrokuta selaku Pengempon Pura Luhur Uluwatu, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya atau sering disapa Turah Joko, menyampaikan, terkait persembahyangan saat pujawali, mulai Selasa (24/1) sampai penyineban, Jumat (27/1), dilakukan atau difokuskan di Jaba Tengah atau Madya Mandala. Namun, itu setelah semua proses pada puncak Pujawali selesai, baru pamedek diizinkan untuk melakukan persembahyangan dari area madya mandala. “Saat prosesi puncak pujawali digelar, pemedek yang tangkil, dipersilahkan melakukan persembahyangan di penyawangan di bawah,” ucapnya.

Baca Juga :  Peringati Bulan Bung Karno, Pemkab Buleleng Gelar Pameran Produk Unggulan Daerah

Sementara seperti pujawali sebelumnya panitia juga menyediakan posko kesehatan untuk para pemedek dan oemangku yang bekerjasama dengan tim medis beberapa rumah sakit yang ada di Kecamatan Kuta Selatan. (Kbh6)

Related Posts