January 19, 2022
Daerah Hukum

KPK Datangi Polda Bali, 8 Perkara Dugaan Korupsi Disupervisi

Denpasar-kabarbalihits 

Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Nawawi Pomolango menghadiri rapat koordinasi di Polda Bali pada Kamis, (13/1/2022) terkait laporan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) memuat 8 perkara sepanjang tahun 2021. 

Bersama Kapolda Bali, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, kedatangannya terkait dengan dua tugas pokok KPK yakni tugas koordinasi dan tugas supervisi, berkenaan dengan kebijakan strategi dalam pemberantasan Korupsi. 

“Tugas KPK koordinasi dan tugas supervisi. Kami datang untuk maksud tersebut. Kami berkoordinasi dengan Kapolda dan jajaran hal-hal yang barangkali sedang dilakukan atau yang kami lakukan kedepannya berkenaan kebijakan-kebijakan strategi dalam pemberantasan korupsi,” Ucap Nawawi Pomolango. 

Disebutkan, terdapat 8 perkara yang dilaporkan melaui SPDP dari penyidik jajaran Polda Bali ditangani jajaran Polres di lingkungan Polda Bali.

Diharapkan semangat kinerja yang baik dalam pemberantasan korupsi bisa dipertahankan. 

“Terdiri dari perkara-perkara yang sementara ditangani oleh jajaran Polres di lingkungan Polda Bali. Kami banyak berharap ada jajaran Polda untuk bisa terus mempertahankan kinerja yang baik,” Katanya. 

Pihaknya mencatat ada beberapa hal terkait persoalan yang dihadapi penyidik Tipikor di Polda Bali terkait penghitungan kerugian negara.

Baca Juga :  Dukung PK 21, Wabup Pastikan Bisa Menjadi Momentum Pengentasan Stunting di Buleleng

Sementara Kapolda Bal Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menyampaikan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan KPK mengenai penanganan perkara 8 dugaan kasus korupsi   yang sudah di SPDP di tahun 2021. 

“Ini menjadi bahan juga oleh KPK untuk apabila ada hambatan-hambatan akan dibantu oleh kita,” Ujar Kapolda Bal Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra.

8 kasus yang ditangani Polda Bali yakni tersebar dibeberapa Kabupaten, diantaranya ada di Buleleng, Karangasem, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Tabanan. Namun Kapolda Bali tidak menyebutkan secara rinci 8 perkara tersebut. (kbh1)

Related Posts