May 13, 2021
Lifestyle

Seniman Asal China Funky Sun Gelar Pameran Tunggal Di Galeri Zen1, Bertajuk “Obart”

Badung-kabarbalihits

Seniman asal China Sun Rang Fong (Funky Sun) menggelar pameran tunggal bertajuk “Obart”. Pameran yang berlangsung dari 2 Mei 2021 hingga 22 Mei 2021 ini memamerkan sekitar 41 lukisan dan 1 patung manekin.

Seniman Wanita yang akrab disapa Sun ini menuturkan, tema “Obart” pada pameran ini dilatar belakangi dari tehnik-tehnik pengobatan tradisional China yang didalaminya, yakni dengan mengambil energi-energi yang ada di dalam tubuh melalui meditasi relaksi dan lain sebagainya.

Menurutnya kata dari tema ‘Obart’ merupakan gabungan dari dua kata, yaitu “obat” dan “art” (seni).

“Karya ini juga merupakan sebuah karya seni yang healingnya ada di batin kita, baik itu ketenangan keceriaan atau cerita yang membuat si penikmat karya ini mendapatkan atau merasakan suatu energi positif dari karya ini,” Ucapnya dalam bahasa inggris di Galeri Zen1, di Ruko Tuban Plaza, Jalan By Pass Ngurah Rai No. 50, Tuban, Kuta (3/5). 

Dilanjutkan “Obart” menjadi ungkapan baru yang menunjuk gagasan kreatif seorang perupa Cina di Ubud tentang pertalian mendalam antara seni dan pengobatan, seni dan penyembuhan.

“Bali tepatnya di daerah Ubud juga memiliki energi spiritual yang masih kuat dan diimplementasikan pada teknik pengobatan dan menjadikan hal itu sebagai interaksi selama satu tahun terakhir di Bali, dan hal itulah yang membuat kata Obart sebagai judul atau tema dari pameran ini.” Imbuhnya. 

Sementara pemilik Galeri Zen1, Nicolaus Fransiskus Kuswanto mengatakan, Galeri Zen1 dipilih oleh Sun karena Zen1 dianggap yang sangat cocok untuk melangsungkan acara pameran ini selama 21 hari. 

“Dengan jumlah karya dan tatanan gedung ini kita dipilih, kemudian kolaborasi. Dia sudah keliling Bali ingin pameran dan cocok di Zen1 ini,” Jelasnya. 

Diharapkan ketika Sun kembali ke China, dapat menyampaikan pesan dan kesannya selama tinggal di Bali kepada seniman lainnya, dalam memadukan dua kebudayaan yaitu China dan Bali dalam lukisannya. 

“Begitu juga dia bisa membawa teman-temannya kesini, umumnya galeri melakukan pertukaran seni antar negara,” Harapnya. 

Diakui, kendala yang dihadapi pada pameran lukisan ini yakni ada pada bahasa dalam menyatukan ide, dan ia merasa tertantang dalam memfasilitasi karya Sun. Dimana seniman China tersebut, kali pertamanya melakukan pameran di Bali. 

“Sekelas dia yang sudah pameran dimana-mana kita tertantang juga, galeri ukuran yang tidak besar ini bisa tampak menarik untuk pemirsa seni,” Ujarnya. 

Baca Juga :  Cukur Gratis dari Gold Kink Haircut Bagi Pekerja Terdampak Covid-19

Salah satu pengunjung galeri Zen1, yang juga tokoh masyarakat I Gusti Ngurah Agung Niriyawan mengapresiai kegiatan ini, karena dapat mendukung kreatifitas seniman lokal dari karya seniman internasional diyakini mampu memulihkan kondisi Pariwisata Bali. 

“Bisa menampung kreatifitas seniman lokal dengan kegiatan pameran lukisan internasional ini dan bisa pulihnya pariwisata Bali,” Katanya. 

Diketahui, Seniman kelahiran 1980 ini tinggal di Beijing, China, dan mulai menekuni dunia kontemporer sejak tahun 2007 silam. 

Sun memiliki ciri khas dalam lukisan-lukisannya, yaitu menggunakan teknik dasar goresan-goresan China dan menggunakan tinta China, serta media yang digunakan adalah kertas beras (rice paper) khas China. 

Penggunaan media rice paper ini sangat identik dan melekat di China dan rata-rata pelukis asal China menggunakan media rice paper untuk karya seninya.

Selain tehnik dasar dari China, Sun juga menerapkan tehnik dasar lukisan bali yang ia terapkan melalui permainan warna.

Selain itu sejak tahun 2013 Sun mulai menggambar melalui media digital iPad, dimana goresan-goresan itu dilukis melalui media digital lalu di print, dan menjadi sebuah karya seni lukis yang modern style tanpa menghilangkan goresan-goresan khas China. (kbh1) 

Related Posts