May 13, 2021
Daerah Ekonomi

BPR Kanti Gelar Seminar Regional, Kuatkan Lembaga Keuangan Daerah 

Denpasar-kabarbalihits 

Guna menguatkan lembaga keuangan pada penanganan likuiditas diberbagai kondisi dalam menyongsong ‘Bali Era Baru’, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kanti menjalin sinergitas dengan lembaga keuangan Daerah di Bali seperti BPR, Koperasi dan LPD.

Pada sinergitas ini digelar kegiatan Seminar Regional dengan keynote speaker Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, dan dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati Di Hotel Inna Bali Beach, Sanur (27/4). 

Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba mengatakan, seminar ini bertujuan mensinergikan terhadap penguatan lembaga keuangan daerah seperti BPR, Koperasi dan LPD dalam menyongsong era baru kebangkitan ekonomi Bali.

“Penting bagi kita untuk mempersiapkan bagaimana ekonomi Bali bangkit sudah siap. Tentu kita harus mempersiapkan terlebih dahulu dengan penguatan suatu lembaga keuangan daerah,” Ucapnya.

Pihaknya mengaku sudah memiliki formula dengan memberi modal kerja dan menyiapkan program likuiditas. Nantinya saat lembaga keuangan LPD, Koperasi mengalami likuiditas tentu BPR kanti siap memberikan penguatan keuangan maupun penguatan SDM.

“Kami di BPR Kanti memiliki ruang Pusdiklat yang memadai, dan SDM yang handal yang siap memberikan tutor-tutor, serta BPR kanti sudah melakukan kerja sama dengan negara Jerman yang memiliki Bank Daerah. Kemudian kami juga nanti dapat memberikan pelatihan terhadap LPD, Koperasi, BPR serta pelaku UMKMnya,” Sambungnya.

Selain itu, BPR Kanti juga sudah melakukan TOT untuk memberi pelatihan dan bekerja sama dengan sekolah dan sinergisme BPR, Koperasi dan LPD, serta merancang produk bersama sehingga lembaga keuangan di Bali akan bersatu padu.

Ditambahkan, lembaga keuangan BPR, Koperasi maupun LPD tidak termasuk dalam lembaga keuangan Mikro sesuai UU nomor 1 tahun 2013. Namun ketiga lembaga keuangan Daerah ini memiliki peran sama-sama melayani masyarakat mikro, kecil dan menengah.

“Semoga ke depan melalui MoU yang sudah dilaksakan tadi dengan Dekopinwil, Badan Kerja Sama LPD, harapannya nanti dapat menyusun apa yang bisa dikerjakan ke depan dalam memperkuat kelembagaan,” Imbuhnya.

Baca Juga :  Desa Dangin Puri Kelod Rutin Laksanakan Pendataan Penduduk

Sementara Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dalam sambutannya mendukung penguatan dan sinergitas lembaga keuangan mikro seperti BPR, Koperasi dan LPD. 

Menurut Cok Ace, lembaga keuangan mikro memiliki peran yang sangat strategis bahkan menjadi salah satu tumpuan dalam upaya pemulihan ekonomi Bali yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Penyusunan langkah-langkah konkrit oleh lembaga keuangan mikro menjadi kebutuhan yang mendesak saat ini,” ujarnya.

Dikatakan Pemprov Bali telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan regulasi untuk melindungi lembaga keuangan mikro sehingga mampu bersaing di era global.

“Dengan sejumlah kebijakan dan regulasi yang telah dikeluarkan, tentu banyak peluang yang diperoleh lembaga keuangan mikro sehingga bisa meningkatkan produktivitasnya,” Jelasnya.

Harapan senada disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho dan Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto. Giri Tribroto mendukung penguatan serta kolaborasi BPR dengan lembaga keuangan mikro lainnya seperti Koperasi dan LPD.

Dukungan terhadap penguatan lembaga keuangan mikro antara lain tercermin pada regulasi OJK yang mengatur tentang layanan keuangan digital atau financial technology (fintech). Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016, tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI).

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho juga mengajak semua pihak lebih serius mendukung upaya penguatan dan sinergitas lembaga keuangan mikro.

Baca Juga :  Monitoring Pembelajaran Secara Daring, Bupati Sanjaya Semangati Para Guru dan Murid SMP N 1 Tabanan

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam paparannya menyebutkan beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk meningkatkan perekonomian di masa pandemi saat ini.

“Pertama, kita menyiapkan diri sebaik-baiknya. Kedua, sektor-sektor keuangan tidak hanya menggarap sektor yang konsumtif, tidak hanya menggarap satu sektor pariwisata saja. Terutama sektor real, jasa konstruksi harus digarap, dalam artian membiayai atau langsung,” Jelasnya.

Dilanjutkan, sektor yang akan digarap tersebut harus selaras dengan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. 

“Khusus untuk SDM, saya kira tidak kurang SDM karena sekarang berada dalam di situasi demografi, usia produktif sangat tinggi, kita mengalami era 4.0 yang masuk ke era 5.0 , kita menggunakan tenaga manusia sedikit, nantinya bisa disiapkan membangun sektor-sektor keuangan,” Imbuhnya. (kbh1)

Related Posts