October 21, 2021
Hukum

Jero Ismaya Gagal Laporkan Mualaf Desak Ke Polda Bali, Beberapa Unsur Belum Terpenuhi

Denpasar – kabarbalihits

Yayasan Satria Keris Bali yang dikomandoi oleh I Ketut Putra Ismaya Jaya didampingi Tim Kuasa Hukumnya mendatangi Ditkrimsus Polda Bali pada Jumat, (16/4) melaporkan video yang meresahkan, dimana diduga terdapat poin penistaan Agama.

Video seorang wanita yang beredar di Media Sosial pada Kamis (15/4) dari Istiqomah TV, yang berisikan kesaksian seorang mualaf Desak Made Darmawati sebelumnya ditayangkan di channel Youtube, namun kini tidak dapat diakses kembali. 

“Kami sudah melakukan koordinasi dan proses pelaporan didampingi oleh tim kuasa hukum saya. Tadi ada beberapa yang disampaikan oleh tim penyidik dari ITE, ada ketentuan yang harus penuhi,” Ucap Inisiator Yayasan Satria Keris Bali, I Ketut Putra Ismaya Jaya dihadapan awak media, di Polda Bali. 

Pria kekar yang akrab disapa Jero Bima mengaku, ada beberapa unsur untuk pelaporan tersebut belum terpenuhi oleh timnya. “Unsur untuk menjerat kami kurang, jadi ada beberapa unsur yang tidak bisa memenuhi unsurnya, sehingga harus dipenuhi. Contoh, siapa awal yang menyebarkan. Video ini dari mana asalnya,” Katanya. 

Dilanjutkan, oleh penyidik masih dipertanyakan awal video tersebut disebarkan dalam konteks umum atau sifatnya intern. Masalah ini dilaporkan dalam kasus Penistaan Agama. “Sesuai dengan pasal 156 delik aduannya harus dilaporkan di Jakarta untuk memenuhi unsur itu,” Ujarnya. Nantinya, Ismaya akan berkoordinasi dengan beberapa Aliansi Hindu di Jakarta dalam proses pelaporan selanjutnya. 

Senada dengan Ismaya, Kuasa Hukum Yayasan Satria Keris Bali, Agung Sariawan mengatakan, beberapa unsur harus dipenuhi dalam pelaporan tersebut. “Dari segi tindak pidana umum, dimana tindak pidana dilakukan di daerah sana yang harus dilakukan, maka ditariklah di Mabes Polri,” Jelasnya. 

Ditambahkan, terkait dengan UU ITE, dimana pun bisa dilakukan pelaporan namun penyebar utama yang wajib melaporkan. “Data kita kurang. Sehingga hari ini kita lebih banyak diskusi disana, masih dipelajari oleh pihak penyidik,” Imbuhnya. 

Diketahui, Video wanita bergelar doktor yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Kewirausahaan dan Karir Mahasiswa Uhamka, viral di media sosial membuat beragam reaksi oleh warga net, karena adanya poin penistaan Agama. Dalam video tersebut, Desak Made dengan luwes mengungkap sejumlah kesaksian dan sampai ia berpindah keyakinan hingga memutuskan menjadi seorang Muslim. 

Baca Juga :  Brimob Polda Bali Serahkan APD untuk Rumah Sakit Umum Payangan

Pada kesaksiannya, ia merasa kebingungan karena ketika masih memeluk agama sebelumnya, disebutkan banyak Tuhan dan selalu gemetar panas dingin ketika melihat ritual upacara Ngaben. Desak Made juga menyatakan di Bali itu banyak setannya sehingga menjadi gelap. (kbh1) 

Related Posts