April 16, 2024
Lifestyle

Peluang Besar Budidaya Lobster Tawar

Denpasar – kabarbalihits

Lobster merupakan salah satu sajian yang tergolong mewah bagi para konsumen pencinta kuliner dari restoran seafood. Namun kenyataannya pasokan lobster ternyata masih kurang, dibandingkan dengan tingkat permintaan di pasaran. Di Bali yang menjadi tujuan wisata, budidaya Lobster Tawar mulai menjadi alternatif, Karena peluang pasar sangat besar untuk dikembangkan. 

Menurut pembudidaya lobster tawar LobsMe Deny Kurniawan (38 tahun) ketika ditemui dirumahnya jalan Buana Kubu Gang Asam VI nomer 8 menjelaskan, Untuk lobster tawar tidak banyak yang mengetahui keberadaannya. Sebelumnya untuk pasokan mengalami kesulitan pada lobster laut karena adanya kebijakan dari kementerian kelautan dan perikanan terhadap pembatasan tangkapan lobster laut. Sehingga lobster tawar menjadi alternatif yang bisa dibudidayakan.

“Awalnya dari hobi sih, Saya Melihat peluang di Bali yang belum banyak budidaya, sekalian memperkenalkan Semeton Bali untuk bisa budidaya dan menghasilkan produksi diluar pariwisata. Karena ini bisa jadi industri penunjang pariwisata juga” jelas Deny. 

Sedangkan pemanfaatan lahan tidak memerlukan media yang luas, cukup dengan media terpal, styrofoam , aquarium, maupun kolam ikan. Untuk proses budidaya lobster tawar membutuhkan waktu mencapai 7 bulan. “Mulai dari lobster itu bertelur, sampai umur 7 bulan berukuran 4 inch, 5 inch setara dengan 12 sentimeter itu siap dikonsumsi. Untuk penjualan saat ini proses jual bibit sama konsumsi sebagian ” kata Deny.

Lobster yang ditawarkan Deny untuk konsumsi, yang rasanya hampir sama dengan lobster laut yakni Lobster Tawar jenis Red Claw atau Capit Merah. Disampaikan juga, untuk harga bibit berukuran 1 inch dijual dengan harga 2500 rupiah, dan indukan Satu paket berisi 10 ekor dijual 200 ribu rupiah. Dari ratusan telur, yang berhasil hidup mencapai 50 persen untuk satu indukan. Sedangkan Untuk pakan lobster tawar tidak susah dicari, cukup diberi sayur sayuran seperti kecambah, kangkung, bayam, juga keong sawah, dan memanfaatkan sisa makanan. Setahun memulai budidaya ini, Deny mulai memperkenalkan Lobster Tawar melalui teman temannya. Harapannya dengan semakin banyak Semeton Bali yang ikut budidaya, suplay konsumsi bisa terpenuhi untuk di Pulau Bali. Selain untuk konsumsi, Lobster Tawar bisa juga menjadi pajangan penghias aquarium. 

Deny Kurniawan disapa mas DK yang tergabung dalam Komunitas Lobster Tawar budidaya LAT Bali, berharap bisa bersinergi dengan Dinas terkait untuk pembinaan, pengembangan penjualan, serta modal. (lit)

Baca Juga :  Garmin Health Summit 2023 Rayakan Solusi Kesehatan dan Kebugaran Berbasis Digital dengan Dukungan Smartwatch

Related Posts