November 2, 2026
Pendidikan

Piodalan Bertepatan Hari Saraswati, Unwar Teguhkan Spiritualitas dan Makna Ilmu Pengetahuan

Denpasar-kabarbalihits

Suasana khidmat dan penuh nuansa spiritual menyelimuti lingkungan Universitas Warmadewa (Unwar), Sabtu (31/10). Bertepatan dengan Hari Raya Saraswati, perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Bali ini kembali menggelar upacara piodalan di Pura Swagina Sri Kesari Warmadewa. Momentum sakral tersebut menjadi istimewa karena tidak hanya dimaknai sebagai persembahan bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga sebagai refleksi pentingnya ilmu pengetahuan dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Hari Raya Saraswati yang diyakini sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar Unwar untuk kembali memaknai pentingnya pengetahuan, kebijaksanaan, serta kejernihan pikiran dalam menjalani kehidupan. Terlebih, sebagai perguruan tinggi yang memiliki nuansa Hindu dan berlandaskan kearifan lokal Bali, perayaan Saraswati memiliki nilai filosofis yang erat dengan perjalanan dunia pendidikan.

Upacara piodalan kali ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Keniten dari Griya Tegeh, Banjar Tengah Ujung, Kesiman, Denpasar. Seluruh rangkaian upacara berlangsung khidmat dengan diikuti keluarga besar Yayasan Shri Kesari Warmadewa bersama civitas akademika Universitas Warmadewa.

Pada pelaksanaan piodalan tahun ini, Fakultas Sastra Unwar mendapatkan kepercayaan sebagai manggala karya atau penanggung jawab pelaksanaan upacara. Berbagai rangkaian kegiatan turut menyemarakkan suasana religius di lingkungan kampus yang berlokasi di Jalan Terompong, Denpasar tersebut.

Nuansa sakral semakin terasa dengan persembahan Tari Rejang, Tari Topeng, serta iringan gamelan upacara yang mengiringi jalannya yadnya. Seluruh rangkaian tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Saniscara Pahing atau Umanis (Legi), Wuku Watugunung.

Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., mengatakan bahwa perayaan Hari Raya Saraswati merupakan momentum penting bagi Unwar sebagai institusi pendidikan untuk memaknai turunnya ilmu pengetahuan sebagai anugerah sekaligus tanggung jawab.

Baca Juga :  Bahas Pariwisata Berkualitas hingga Penanganan Isu, Bupati Badung Terima NCPI Bali dan Mantan Gubernur Australia

Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak cukup hanya diperoleh dan dikuasai, tetapi harus mampu diwujudkan melalui perilaku, perkataan, dan pikiran yang baik dalam kehidupan sehari-hari. “Hari ini Universitas Warmadewa sebagai sebuah perguruan tinggi melaksanakan kegiatan upacara Hari Raya Saraswati. Sebagai perguruan tinggi, kita melaksanakan hari raya turunnya ilmu pengetahuan yang merupakan sinar suci dan kecerahan hati,” ungkapnya.

Ia menegaskan, momentum Saraswati hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika untuk senantiasa menerapkan ajaran Tri Kaya Parisudha, yakni berpikir, berkata, dan berbuat yang baik dan benar. Dengan demikian, ilmu pengetahuan yang dianugerahkan melalui sinar suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya Dewi Saraswati sebagai manifestasi Tuhan dalam ilmu pengetahuan, tidak hanya berhenti pada tataran akademis, tetapi juga dapat diamalkan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan.

Rektor juga mengapresiasi Fakultas Sastra yang telah mendapatkan mandat dan kepercayaan sebagai panitia pelaksana piodalan tahun ini. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik sebagai wujud dharma bakti sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan budaya Bali.

Sementara itu, Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., menyampaikan bahwa perayaan Hari Raya Saraswati yang dirangkaikan dengan piodalan Pura Swagina Sri Kesari Warmadewa merupakan momentum penting bagi seluruh keluarga besar yayasan dan Unwar untuk memperkuat nilai-nilai spiritualitas.

Ia berharap melalui pelaksanaan upacara tersebut, seluruh keluarga besar Unwar dapat semakin memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai filosofis Dewi Saraswati sebagai perlambang turunnya ilmu pengetahuan. Menurutnya, pengetahuan merupakan kunci penting dalam kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan juga menjadi lentera yang menerangi jalan untuk mewujudkan kedamaian, kesejahteraan, dan kecerdasan masyarakat.

Baca Juga :  Perumda Tirta Mangutama Sudah Mulai Tuntaskan Masalah Air Bersih di Badung Selatan

“Pengetahuan adalah kunci bagi kehidupan kita. Pengetahuan adalah lentera dalam rangka bagaimana kita mewujudkan kedamaian, kesejahteraan, dan kecerdasan. Nilai-nilai inilah yang harus kita abdikan bagi kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap perayaan Saraswati tidak hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga mampu memberikan inspirasi bagi seluruh insan akademis untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai moral, etika, dan spiritualitas.

Melalui perayaan Hari Raya Saraswati sekaligus piodalan Pura Swagina Sri Kesari Warmadewa ini, Unwar kembali menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademis. Lebih dari itu, pendidikan juga harus mampu membentuk manusia yang berkarakter, berbudaya, memiliki kebijaksanaan, serta mengabdikan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan masyarakat.
Sebab, ilmu pengetahuan sejatinya bukan hanya untuk mencerdaskan pikiran, tetapi juga menerangi hati dan menuntun manusia menuju kehidupan yang lebih baik.(kbh2)

Related Posts