
Hari Sumpah Pemuda, Desa Adat Tanjung Benoa Gaungkan Semangat Persatuan Menjaga Lingkungan Alam
Badung – kabarbalihits
Bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke -98 tahun 2026, Desa Adat Tanjung Benoa Kuta Selatan melaksanakan berbagai kegiatan sosial melibatkan seluruh komponen masyarakat Rabu (28/10/2026).
Adapun kegiatan tersebut diantaranya pelepasan Tukik ke tengah laut dengan melibatkan berbagai institusi pemerintah hingga kalangan lengusaha, pelatihan penangan ular bagi Pecalang yang diberikan Kawan Alam Indonesia, pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis menghadirkan Poltekes Kemenkes Denpasar hingga berkumpul bersama ibu-ibu PKK dan Sekaa Teruna di Pantai Timur lengkap dengan Api Unggun wujud penyatuan komitmen maupun langkah bersama meningkatkan kemajuan Desa Adat Tanjung Benoa sebagai Desa Wisata Bahari terkemuka di dunia melalui pelestarian lingkungan.

Bandesa Adat Tanjung Benoa, I Made Wijaya, SE ditemui usai kegiatan menyampaikan peringatan Hari Sumpah Pemuda di Desa Adat Tanjung Benoa merupakan agenda yang disiapkan pihaknya selaku generasi penerus dan pemimpin di desa adat yang dituangkan dalam program jangka pendek, menengah dan jangka panjang di palemahan, pawongan dan priangan.
“Termasuk kita tuangkan dalam kosep menjaga dan melestarikan lingkungan dengan menjaga alam. Kami di Desa Adat Tannung Benoa juga telah menandatangani naskah kerja sama dengan Kawan Alam Indonesia dalam hal pelestarian lingkungan termasuk satwa,”ungkapnya.
Dikatakan Made Wijaya berbagai kegiatan sosial untuk lingkungan yang dilaksanakan merupakan implementasi kolaborasi bersama Kawan Alam Indonesia melalui program yang menyentuh, menyatu dengan seluruh stakeholder yang ada maupun institusi pemerintah TNI-POLRI. “Peringatan Hari Sumpah Pemuda merupakan momen terbaik bagi kami.
Diawali sejak 27 November 2026 sebelum Hari Sumpah Pemuda, kami telah melaksanakan aksi bersih pantai dan penanaman pohon kelapa di pesisir melibatkan masyarakat dan pengusaha yang ada di Tanjung Benoa wujud menjaga dan melestarikan lingkungan asri,”bebernya.
Tanjung Benoa sebagai kawasan pariwisata tegas Made Wijaya yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Badung semua komponen harus bersatu termasuk pemberian edukasi serta pemahaman selain menjaga trasdisi budaya juga wajib menjaga lingkungan sesuai Konsep Tri Hita Karana.
“Alam sebagai berkah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga generasi. Kami juga telah melakukan pemetaan wulayah untuk penyusunan pararem sukerta yakni meliputi darat, laut dan udara. Pembinan melalui pelatihan kami juga lakukan diantaranya penanganan ular oleh pecalang, bakti sosial pemeriksaan kesehatan wujud sumbangsih para dokter yang merupakan putra daerah pesisir Tanjung Benoa,” tegasnya.
Sementara, sebagai puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda lanjut Pak Yonda sapaan populer Made Wijaya, dilaksanakan malam renungan lengkap dengan Api Unggun di Pantai Timur yang melibatkan prajuru, pemuda dan ibu PKK di 4 banjar yang ada di Desa Adat Tanjung Benoa serta Forum Pemgurangan Resiko Bencana (FPRB) Kelurahan Tanjung Benoa, akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai momentum memperingati Hari Sumpah Pemuda ajang meningkatkan persatuan dan kesatuan.
“Sebagai ruang memperkuat keimanan, kesadaran, kebersamaan bahwa kita tidak ada perbedaan dalam membhkan kesadaran kita harus saling melengkapi, saling mengisi bahwa tidak ada yang sempurna,”bebernya.
Secara khusus Made Wijaya menyebut, pelepasan Tukik yang dilakukan ke tengah laut sebagai upaya nyata Desa Adat Tanjung Benoa menghapus stigma yang dulu pernah ada yakni “pembantai penyu”. Bahkan konservasi penyu juga telah disipakan Desa Adat Ranjung Benoa dengan menggandeng Kawan Alam Indonesia.
“Kami sebagai generasi penerus di Tanjung Benoa kami bukan sebagai pembantai Penyu. Namun merupakan masyarakat yang mempunyai kesadaran untuk menjaga dan melindungi satwa penyu sebagai ciptaan Tuhan dan pelengkap daya tarik wisata,”pungkasnya.(kbh6)


