
IGTKI-PGRI Abiansemal Perkuat Kompetensi Guru, Fokus Kurikulum dan Pembelajaran Kreatif
Badung – kabarbalihits
Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) Kecamatan Abiansemal menggelar workshop peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini pada 27–28 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi upaya mendorong guru TK agar lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan metode pembelajaran, termasuk memanfaatkan barang bekas menjadi alat permainan edukatif (APE).
Workshop bertema “Optimalisasi Kurikulum dan Rapor Pendidikan Menuju Pembelajaran TK yang Mendalam dan Kreatif” tersebut dilaksanakan di Kantor Camat Abiansemal, Kabupaten Badung diikuti 150 peserta dari Guru TK Se-Kecamatan Abiansemal.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Korwil Disdikpora Kecamatan Abiansemal, I Ketut Widya, serta dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Abiansemal, I Wayan Bagiarta Gunawan.
Ketua IGTKI-PGRI Kecamatan Abiansemal, Ida Bagus Ketut Muliya, S.Pd.AUD, mengatakan workshop ini dilatarbelakangi kebutuhan guru untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan seiring perkembangan dunia pendidikan.
Menurutnya, guru TK tidak cukup hanya mengandalkan metode pembelajaran yang sama dari waktu ke waktu. Kreativitas diperlukan agar anak-anak tetap tertarik mengikuti kegiatan belajar.
“Guru TK juga perlu belajar. Seperti pisau, kalau tidak diasah, tentu tidak akan tajam,” ujar Ida Bagus Ketut Muliya, Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, salah satu materi yang diangkat dalam workshop adalah pemanfaatan barang bekas menjadi alat permainan edukatif. Bahan-bahan yang selama ini dianggap tidak terpakai dapat diolah menjadi media pembelajaran yang menarik bagi anak usia dini.
Contohnya, barang bekas dapat dimanfaatkan untuk membuat mainan berbentuk mobil-mobilan maupun berbagai media permainan lainnya.
Menurutnya, pemanfaatan barang bekas tidak hanya mendorong kreativitas guru dalam mengajar, tetapi juga dapat menanamkan kebiasaan memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.
“dengan mengolah sampah menjadi alat peraga di TK, kami berharap sampah bisa berkurang. Guru juga diharapkan semakin kreatif dan inovatif, tidak monoton, serta terus mengikuti perkembangan dunia pendidikan,” katanya.
Ia menambahkan, karakteristik anak usia dini yang mudah merasa jenuh menuntut guru untuk terus mengembangkan variasi metode pembelajaran. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan anak.
Kepala Korwil Disdikpora Kecamatan Abiansemal, I Ketut Widya, menegaskan peningkatan profesionalisme guru menjadi salah satu hal penting dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, guru perlu memiliki beragam metode untuk menyampaikan materi pembelajaran, mengingat anak-anak TK cenderung lebih menyukai aktivitas bermain.
“yang diharapkan setelah mengikuti workshop ini, teman-teman guru memiliki bermacam-macam metode dalam menyampaikan materinya. Poin dari kegiatan ini adalah agar guru memiliki multimetode dalam menyampaikan pembelajaran,” jelasnya.
Ia berharap materi yang diperoleh selama workshop dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di masing-masing lembaga TK, sehingga pembelajaran menjadi lebih variatif dan mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan anak.
Pendekatan pembelajaran yang kreatif dinilai penting agar guru dapat menyesuaikan cara mengajar dengan karakteristik serta tahap perkembangan peserta didik.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Plt. Camat Abiansemal, I Wayan Bagiarta Gunawan. Ia menilai peningkatan kompetensi guru memiliki peran penting dalam membangun karakter anak sejak usia dini.
Menurutnya, mendidik anak pada rentang usia sekitar 4–5 tahun membutuhkan kesabaran dan kemampuan memahami karakter masing-masing anak.
“kami sangat mendukung kegiatan workshop IGTKI ini karena penting untuk membangun karakter anak-anak didik kita. Mereka masih berusia dini sehingga membutuhkan kesabaran dan konsentrasi dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia berharap para guru tidak berhenti pada pemahaman materi selama workshop, tetapi mampu mengimplementasikan hasilnya dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
“harapan kami, guru-guru TK bisa mengimplementasikan hasil workshop ini dan menerapkannya kepada anak didik di TK maupun PAUD,” harapya.
Workshop mencakup sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan pengembangan kompetensi guru TK.
Pada hari pertama, Selasa (27/10/2026), peserta mendapatkan materi Kurikulum Merdeka dan pembelajaran mendalam (deep learning) pada jenjang TK yang disampaikan I Nengah Agus Dwipayana.
Materi berikutnya membahas inovasi alat permainan edukatif untuk mendukung pembelajaran kreatif, dengan pemateri Lilik Ismurtono Santoso, S.Sn., S.Pd.
Dilanjutkan dengan materi konsep pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler, penyusunan modul ajar, bedah isi rapor pendidikan TK, serta praktik pengisian aplikasi e-Rapor. Materi ini disampaikan Ida Ayu Cintiya Nurina, S.Pd., M.Pd.
Rangkaian kegiatan juga mencakup sesi tanya jawab, evaluasi, serta penyerahan sertifikat kepada peserta. Sedangkan pada hari kedua peserta diberikan sesi praktik.
Melalui workshop tersebut, IGTKI-PGRI Kecamatan Abiansemal berharap para pendidik semakin siap menghadirkan pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.
Peningkatan kompetensi guru diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan dalam menyusun kurikulum dan administrasi pendidikan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kualitas pengalaman belajar anak di lingkungan sekolah. (kbh1)


