November 2, 2026
Lifestyle Sosial

50 Tahun Bike for Peace, Pesan Perdamaian Dikayuh dari Bali ke Dunia

Denpasar – kabarbalihits

Semangat perdamaian dan persahabatan lintas negara dikayuh bersama di Sanur, Denpasar. Sebanyak 30 pesepeda yang merupakan perwakilan sejumlah komunitas sepeda di Indonesia dan Bali mengikuti perayaan 50 Tahun Bike for Peace – Anniversary World Tour di Segara Village Hotel Sanur, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan diawali dengan mengayuh sepeda menyusuri kawasan Sanur, bersama penggerak Bike for Peace, Tore Nærland. Peserta mengambil start dari area bersepeda di Pantai Sanur, kemudian menuju Pantai Mertasari, melintasi Jalan Danau Tamblingan, dan finis kembali di Segara Village Hotel.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 50 tahun gerakan Bike for Peace yang digagas Tore Nærland dari Norwegia. Kegiatan ini membawa pesan perdamaian, persahabatan, dialog, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan melalui aktivitas bersepeda.

Ketua Umum Bike to Work (B2W) Indonesia, Hendro Subroto, mengatakan momentum tersebut memiliki makna emosional bagi komunitas sepeda di Indonesia. Terlebih, B2W Indonesia sebelumnya pernah menyambut Tore Nærland ketika Bike for Peace berkunjung ke Jakarta dan Tangerang pada 2013.

“Sekitar 13 tahun yang lalu, Bike to Work Indonesia menyambut Mr. Tore saat Bike for Peace berkunjung ke Jakarta dan Tangerang. Kami sangat bangga dan bahagia bisa bertemu kembali setelah 13 tahun berlalu,” ujarnya.

Menurut Hendro, gerakan Bike for Peace telah berkembang jauh melampaui aktivitas bersepeda. Sejak perjalanan pertama Tore pada 1977, sepeda digunakan sebagai sarana menyampaikan pesan perdamaian dan persahabatan lintas batas negara.

“Sepeda bukan sekadar alat transportasi dan olahraga. Sepeda adalah cara pandang tentang bagaimana kita merawat kehidupan,” katanya.

Ia menambahkan, semangat perdamaian dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saling memberikan ruang antara pejalan kaki, pesepeda, pengguna transportasi publik dan pengguna jalan lainnya.

Baca Juga :  Gotong Royong Ringankan Beban Krama, Anak Ranting PDI Perjuangan Banjar Adat Batanwani Bagikan Paket Sembako.

“Memberi ruang bagi sesama manusia untuk hidup aman, tenang dan bermartabat adalah inti perdamaian dalam bersepeda,” tegasnya.

Hendro berharap semangat Bike for Peace terus berlanjut dan menginspirasi komunitas sepeda di Indonesia untuk menjadikan gerakan dua roda sebagai sarana membangun persahabatan.

“May the journey continue. May friendship flourish. And may peace prevail,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, yang hadir mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, mengapresiasi pelaksanaan 50 Tahun Bike for Peace di Bali.

Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan dan inklusif, dengan tetap menghormati alam serta budaya.

“Selama 50 tahun Bike for Peace telah membawa pesan penting bahwa perdamaian, persahabatan dan persatuan dapat dibangun melalui kegiatan sederhana seperti bersepeda,” ujar Sumarajaya.

Menurutnya, kehadiran komunitas pesepeda dari berbagai daerah dan negara juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring sekaligus memperkenalkan Bali sebagai destinasi yang aman dan ramah.

“Bali sebagai daerah pariwisata tentu membutuhkan iklim yang stabil dan tenang. Nilai-nilai persahabatan dan perdamaian perlu terus kita pertahankan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sumarajaya juga menyampaikan mengenai kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait pungutan wisatawan asing. Ia berharap masyarakat internasional yang memiliki perhatian terhadap Bali turut membantu menyosialisasikan kebijakan tersebut.

Ia menyebut pungutan wisatawan asing tersebut diarahkan untuk mendukung pelestarian budaya dan lingkungan di Bali.

“Kami mengharapkan masyarakat internasional yang cinta Bali ikut serta menyosialisasikan pungutan ini. Penggunaannya memang untuk kegiatan pelestarian budaya dan lingkungan hidup di Bali,” ujarnya.

Sementara itu, aktivis perdamaian melalui sepeda sekaligus penggerak Bike for Peace, Tore Nærland mengungkapkan kekagumannya setelah untuk pertama kali berkunjung ke Bali. Ia mengatakan Bali memberikan kesan yang sangat kuat selama perjalanan Bike for Peace.

Baca Juga :  Studi Kelayakan Terminal LNG Tak Kunjung Diberikan, WALHI Bali Ajukan Keberatan

“Saya sangat menyukai Bali. Saya pikir Anda memiliki surga di bumi,” kata Tore.

Selama perjalanan Bike for Peace, Tore telah mengunjungi berbagai negara dan bertemu dengan komunitas, pemerintah maupun organisasi lokal untuk menyampaikan pesan perdamaian.

Namun, pengalaman di Bali menurutnya memberikan suasana berbeda.Tore juga menilai karakter masyarakat Bali yang ramah dan terbuka memiliki keterkaitan kuat dengan nilai-nilai kehidupan yang mengedepankan keharmonisan.

Sementara itu, Honorary Consulate of Royal Norwegian di Bali, Ida Bagus Kharisma Wijaya, mengatakan keterlibatan komunitas sepeda Bali dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap misi Bike for Peace.

Menurutnya, semangat bersepeda, gaya hidup sehat dan perdamaian menjadi titik temu yang mempertemukan komunitas dari berbagai latar belakang.

“Passion for cycling and passion for a healthy lifestyle brought us together. Tentu kita semua mempromosikan perdamaian dengan cara masing-masing,” ujarnya.

Ida Bagus Kharisma mengatakan, kegiatan di Bali kali ini merupakan langkah awal. Ke depan, ia berharap Bike for Peace dapat lebih rutin datang ke Bali dan melibatkan lebih banyak komunitas sepeda.

“Ini baru permulaan. Ke depan kami ingin membuatnya lebih besar,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 30 pesepeda dari sejumlah komunitas turut ambil bagian. Di antaranya B2W Bali, B2W Lombok, Federal Bali, Yellow Rangers, Vellogirl, Wextra – Women Endurance Extra, Brompton Owner Bali, All Around Community dan Rodalink.

Dari Bali, pesan yang dibawa Bike for Peace kembali ditegaskan, bahwa kayuhan sepeda bukan semata tentang olahraga dan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi medium untuk membangun persahabatan, membuka ruang dialog dan menyuarakan perdamaian kepada dunia. (kbh1)

Related Posts