November 5, 2026
Kuliner

Syrco BASÈ Perkuat Identitas Kuliner Bali Lewat Tasting Menu Terbaru

Gianyar – kabarbalihits

Syrco BASÈ kembali memperbarui pengalaman bersantapnya melalui evolusi tasting menu yang semakin menonjolkan kekayaan bahan lokal Bali dan Indonesia. Di bawah arahan Chef Syrco Bakker, pembaruan menu ini tidak sekadar menghadirkan hidangan baru, tetapi juga memperdalam hubungan antara bahan, produsen, alam, dan cerita di balik setiap sajian.

Evolusi terbaru tersebut diperkenalkan di tiga ruang kuliner Syrco BASÈ, yakni KU culinary atelier, Syrco BASÈ Restaurant, dan Syrco BASÈ Bar.

Chef Syrco Bakker sebelumnya dikenal sebagai Executive Chef Pure C di Belanda pada 2010–2023, restoran yang berhasil meraih dua bintang Michelin. Sejak membuka Syrco BASÈ di Ubud pada Januari 2024, ia membawa pendekatan kuliner yang menggabungkan teknik kontemporer dengan kekayaan pangan Nusantara.

Menurut Chef Syrco, perkembangan menu kali ini merupakan bagian dari perjalanan tim dalam memahami karakter bahan dan orang-orang yang berada di baliknya.

“Menu-menu ini mencerminkan perjalanan kami yang terus berkembang dalam menemukan cara untuk mengekspresikan diri melalui makanan, cita rasa, dan keseluruhan pengalaman bersantap,” ujar Chef Syrco.

Ia mengatakan, ketika Syrco BASÈ pertama kali dibuka, tim masih mencari cara terbaik untuk menerjemahkan Indonesia melalui makanan. Namun, setelah lebih dari dua tahun berjalan, pemahaman terhadap bahan dan para produsennya semakin mendalam.

“Pemahaman tersebut mengubah cara kami memasak,” tambahnya.

11 ‘Moment’ di KU Culinary Atelier

Salah satu perubahan menarik terlihat di KU culinary atelier yang dipimpin Chef Syrco bersama Chef Dawid Koszykowsi. Ruang bersantap eksklusif dengan hanya 12 kursi ini menawarkan tasting menu yang terdiri dari 11 hidangan, yang masing-masing disebut sebagai sebuah “moment”.

Konsep dapur terbuka memungkinkan tamu menyaksikan langsung proses persiapan dan penyajian hidangan. Posisi dapur yang sedikit lebih rendah dari area duduk juga menciptakan interaksi yang lebih dekat antara tamu dan tim kuliner.

Menu KU menampilkan beragam bahan lokal yang dipilih berdasarkan musim dan ketersediaannya. Salah satunya Catch of Oka, yang menggunakan ikan hasil tangkapan nelayan asal Jimbaran bernama Oka.

Menariknya, tim tidak menentukan jenis ikan yang harus dibawa. Setiap pagi Oka mengirimkan foto hasil tangkapannya, kemudian tim dapur menentukan ikan yang akan digunakan pada hari tersebut.

“Bagi kami, Oka adalah contoh sempurna dari arti traceability. Kami mengenalnya, memahami cara ia bekerja, dan menyesuaikan diri dengan apa yang ia tangkap,” jelas Chef Syrco.

Selain Catch of Oka, rangkaian menu tersebut juga menghadirkan Shrimp dengan marigold, tarragon, dan ayam; Hamachi yang dipadukan dengan jambu air dan seledri; serta Land & Garden yang menggabungkan tomat, kopi Kintamani, dan berbagai herba dari kebun Syrco BASÈ.

Untuk hidangan penutup, cita rasa klepon dan rujak dipadukan dengan praline sambal matah, menghadirkan interpretasi baru terhadap cita rasa yang lekat dengan Indonesia.

Bahan Lokal Jadi Pusat Perhatian

Sementara di Syrco BASÈ Restaurant, struktur tasting menu yang telah dikenal sebelumnya tetap dipertahankan. Perubahannya lebih banyak terlihat pada teknik persiapan, eksekusi, dan cara setiap hidangan disajikan.

Prinsip yang diusung sederhana, yakni memberikan ruang lebih besar bagi bahan utama untuk berbicara.

Rangkaian menu dibuka dengan sejumlah hidangan kecil, di antaranya tartelette, tartare udang dengan daun shiso dan sambal merah aromatik, serta jagung BBQ yang terinspirasi dari jagung bakar di pesisir Bali.

Selanjutnya, tamu disuguhi sejumlah hidangan untuk dinikmati bersama, termasuk Oka’s Catch dengan algues dan mentimun, oyster dari Lombok dengan fennel, calamansi dan kemangi, serta hidangan tomat dari menu PURE.

Rangkaian tersebut dilanjutkan dengan hamachi, crayfish dari Nusa Dua, Farm Chicken dengan bumbu hitam, jamur dan salak, hingga spiny lobster dari Jimbaran yang dipadukan dengan labu Jepang dalam sajian chawanmushi.

Setiap bahan, menurut Chef Syrco, tidak hanya dipilih berdasarkan kualitas, tetapi juga berdasarkan ketertelusurannya.

“Setiap bahan dipilih secara cermat bukan hanya berdasarkan kualitasnya, tetapi juga ketertelusurannya, sehingga kami dapat memberikan apresiasi kepada para produsen dan artisan yang memungkinkan setiap hidangan ini tercipta.” ucapnya.

Kebun Syrco BASÈ Makin Berperan

Di sisi lain, keberadaan kebun Syrco BASÈ semakin terintegrasi dengan aktivitas dapur. Kelapa, bunga, herba, hingga berbagai buah dipanen langsung dari area tersebut.

Seiring perkembangan kebun, semakin banyak bahan yang dapat digunakan langsung dari properti. Kondisi ini memperkuat konsep yang menghubungkan makanan di atas meja dengan tanah tempat bahan tersebut tumbuh.

Pembaruan juga dilakukan di Syrco BASÈ Bar. Ruang tersebut kini menawarkan sejumlah hidangan yang terinspirasi dari bahan dan cita rasa Indonesia, dengan konsep yang lebih santai dan menekankan pengalaman menikmati makanan serta minuman bersama.

Beberapa menu yang ditawarkan antara lain beef steak tartare dengan focaccia dan saus rendang, serta taro rosti yang dipadukan dengan ayam betutu dan kecombrang.

“Tujuannya adalah agar setiap hidangan dapat berbicara dengan sendirinya, mengekspresikan kualitas bahan sekaligus filosofi yang ada di baliknya,” ujar Chef Syrco.

Menguatkan Identitas Kuliner Indonesia

Sejak dibuka pada Januari 2024 di Ubud, Syrco BASÈ berkembang sebagai culinary hub yang memadukan gastronomi, seni, desain, serta keberagaman budaya Indonesia.

Melalui pendekatan Traceability, Nature, dan Transparency, Syrco BASÈ berupaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan petani, nelayan, artisan, dan produsen lokal.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari identitas Syrco BASÈ dalam mengangkat bahan pangan Nusantara melalui teknik kuliner modern.

Sejak beroperasi, Syrco BASÈ juga telah memperoleh sejumlah pengakuan nasional dan internasional, termasuk masuk dalam daftar restoran terbaik di Bali versi Traveller, meraih Gold distinction pada PRESTIGE Gourmet Awards Indonesia selama dua tahun berturut-turut, serta masuk dalam daftar “20 Best Restaurants 2026” versi Tatler Dining Indonesia. (r)

Related Posts