November 2, 2026
Pariwisata

IFBEC Bali Gandeng Kampus, Siapkan SDM Hadapi Gempuran Bisnis F&B Asing

Badung – kabarbalihits

Ledakan investasi di sektor food and beverage (F&B) yang mengikuti pesatnya pertumbuhan pariwisata Bali menghadirkan dua sisi mata uang. Di satu sisi membawa inovasi, lapangan kerja, dan konsep kuliner kelas dunia. Namun di sisi lain, pelaku usaha lokal mulai menghadapi tantangan serius, mulai dari melonjaknya harga sewa lahan, persaingan modal, hingga dugaan praktik nominee dalam kepemilikan usaha.

Isu tersebut menjadi sorotan utama dalam Gathering Indonesian Food and Beverage Executive Association (IFBEC) DPD Bali yang digelar di Truntum Kuta, Badung, Jumat (31/7/2026).

Gathering yang dihadiri Ketua Umum IFBEC Nasional I Ketut Darmayasa, pengurus IFBEC Bali, perwakilan IGHMA, Bali Sommelier Association (BSA), pelaku industri perhotelan, hingga para vendor, juga menjadi momentum penandatanganan kerja sama dengan Mediterranean Bali, Atlantis International College, dan Triatma Mulya.

Ketua IFBEC DPD Bali, I Wayan Eka Darmawan mengatakan, tantangan industri F&B saat ini bukan hanya soal derasnya investasi asing, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia lokal untuk bersaing di industri yang semakin kompetitif.

Menurutnya, banyak lulusan baru yang masih memiliki kesenjangan kompetensi, baik dari sisi kemampuan bahasa asing, pengetahuan dasar operasional restoran, maupun etika kerja.

“Kalau bukan kita yang membina generasi muda, siapa lagi? Mereka adalah calon pemimpin industri hospitality di masa depan. Kita harus lebih sabar, lebih tegas, dan terus meningkatkan kompetensi mereka,” ujarnya.

Sebagai langkah nyata, IFBEC menggandeng dunia pendidikan melalui penandatanganan MoU untuk menyelaraskan kebutuhan industri dengan kurikulum kampus. Para praktisi akan dilibatkan sebagai pengajar, mentor, sekaligus membuka peluang magang bagi mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja.

Eka mengakui geliat investasi asing di kawasan Canggu, Seminyak, hingga Uluwatu telah mengubah wajah industri kuliner Bali.

Baca Juga :  From "I Do" to Honeymoon: 6 Vila di Bali dengan Paket Wedding Termasuk Menginap 2 Malam

Masuknya investor asing dinilai membawa dampak positif berupa inovasi menu, peningkatan standar pelayanan, desain restoran yang lebih modern, hingga strategi pemasaran digital yang semakin kreatif.

Namun, di balik itu terdapat tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha lokal, yakni modal besar yang berdampak ke hal penting lainnya.

“Modal investor asing jauh lebih besar. Dampaknya, harga sewa lahan ikut melonjak dan persaingan bisnis menjadi semakin berat. Mereka juga memiliki jaringan pemasaran internasional yang sangat kuat,” jelasnya.

IFBEC juga menyoroti dugaan praktik nominee, yakni penggunaan nama warga negara Indonesia untuk mendirikan perusahaan yang pengendalian atau manfaat ekonominya diduga berada di tangan warga negara asing.

Eka menilai pemerintah telah mengambil langkah dengan memperketat pengawasan melalui sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko, regulasi Penanaman Modal Asing (PMA), hingga penindakan terhadap pelanggaran yang ditemukan.

“Praktik nominee memang pernah menjadi persoalan. Namun pemerintah sudah menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan aturan sehingga kasus seperti itu mulai bisa ditekan,” katanya.

Meski demikian, IFBEC menegaskan tidak menolak investasi asing. Justru sebaliknya, asosiasi berharap investor yang datang dapat mematuhi seluruh ketentuan hukum dan menjadi mitra pembangunan pariwisata Bali.

“Bali terbuka bagi investor yang berkualitas. Mereka membawa inovasi dan membuka lapangan kerja. Namun investasi harus berjalan secara sehat dan adil sehingga masyarakat lokal juga merasakan manfaatnya,” tegas Eka.

Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan, IFBEC memproyeksikan industri F&B Bali masih akan tumbuh positif hingga akhir 2026.

Sektor makanan dan minuman dinilai tetap menjadi salah satu penggerak utama ekonomi pariwisata. Hal itu terlihat dari terus bermunculannya restoran, coffee shop, beach club, hingga konsep kuliner baru di berbagai destinasi wisata.

Baca Juga :  Peningkatan Aksesibilitas Masih Menjadi Fokus Dalam Pengembangan Pariwisata Buleleng

Melalui kolaborasi antara asosiasi profesi, perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku industri, IFBEC berharap Bali mampu melahirkan SDM pariwisata yang lebih kompeten sehingga mampu bersaing di negeri sendiri, sekaligus mempertahankan Pulau Dewata sebagai destinasi kuliner dan pariwisata kelas dunia. (kbh1)

Related Posts