November 4, 2026
Daerah

Perumda MGS – Koperasi Ngardi Rahayu Kolaborasi Gelar Pasar Murah Bersubsidi Jelang Galungan

Badung – kabarbalihits

Upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat khususnya menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung terus menggencarkan pasar murah.

Setelah sebelumnya digelar di Desa Adat Pangsan, Kecamatan Petang, kegiatan serupa kembali dilaksanakan di Desa Adat Bualu, tepatnya di Banjar Penyarikan, Kelurahan Benoa, Sabtu (13/6/2026).

Bahkan kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung Anak Agung Sagung Rosyawati, perwakilan Bank Indonesia Denpasar, Bendesa Adat Bualu I Made Suarma, serta tokoh masyarakat setempat.

Selain menyediakan paket kebutuhan pokok dengan harga subsidi yakni dari harga Rp 225 ribu menjadi Rp100ribu, pasar murah kali ini juga diisi pembagian 500 paket daging babi gratis hasil gotong royong para pengusaha lokal dan Koperasi Ngardi Rahayu Banjar Penyarikan.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi inovasi yang dilakukan Banjar Penyarikan dalam membantu masyarakat menghadapi kenaikan kebutuhan menjelang hari raya.

Menurutnya, kolaborasi antara desa adat, koperasi, pelaku usaha, dan Perumda MGS merupakan model pengendalian inflasi berbasis kearifan lokal yang patut dikembangkan di seluruh wilayah Badung.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi Banjar Penyarikan yang mampu menghadirkan pasar murah dan bahkan memberikan daging gratis kepada masyarakat melalui sinergi para pengusaha lokal dan koperasi. Ini menjadi inspirasi bagi kami untuk mengembangkan pola serupa di seluruh banjar di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Adi Arnawa menilai, pengendalian inflasi tidak cukup hanya melalui bantuan sosial atau kebijakan pemerintah semata. Dibutuhkan penguatan daya beli masyarakat sekaligus dukungan terhadap pelaku UMKM agar roda perekonomian tetap bergerak.

“Ketika daya beli masyarakat terjaga, UMKM juga akan tetap eksis. Karena itu, pemerintah akan mengkaji pola kolaborasi seperti yang dilakukan Banjar Penyarikan agar dapat diterapkan lebih luas sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah,” katanya.

Baca Juga :  Dewan Badung Dorong Perdes Pengelolaan Sampah

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Kompyang Gede Pasek Wedha, mengatakan kegiatan pasar murah merupakan bagian dari tugas Perumda MGS dalam mendukung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Badung untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.

Perumda MGS lanjut Pasek Wedha, tidak hanya berperan sebagai penyedia bahan pangan, tetapi juga membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga ekonomi desa seperti koperasi, BUMDes, maupun Badan Usaha Kredit Desa (BUKD).

“Kami ingin membangun ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir. Perumda dapat menjadi off taker bagi produk-produk UMKM maupun hasil produksi masyarakat desa, sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” jelasnya.

Pasek Wedha menambahkan, pola kemitraan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Badung.

“Dengan kolaborasi bersama wadah ekonomi desa, kami optimistis ketahanan pangan daerah dapat diperkuat. Ini menjadi langkah konkret membangun sistem ekonomi yang saling mendukung antara masyarakat, UMKM, desa adat, dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Selain itu, Program pasar murah bersubsidi ini menjadi salah satu instrumen strategis Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhannya di tengah potensi kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan.

Kelihan Banjar Adat Penyarikan, I Made Nuryana menyampaikan kegiatan ini merupakan inisiatif dan semangat gotong royong krama Banjar Adat Penyarikan.

Dikatakan, semangat menyama braya menjadi roh kegiatan, bahwa warga menolong warga, tanpa menunggu uluran dari luar.

Hari Raya Galungan dan Kuningan perayaan kemenangan dharma, diwujudkan melalui tindakan nyata, untuk meringankan beban sesama, membantu krama menyiapkan sarana yadnya, dan merawat kebersamaan.

Baca Juga :  FSP Parekraf Badung Bersama Ibis Styles Bali Gelar Donor Darah Peringati Bulan K3

“Gerakan dari, oleh, dan untuk warga diinisiasi Banjar Adat Penyarikan bersama Koperasi Ngardi Rahayu sebagai wujud kemandirian ekonomi berbasis komunitas; didukung Pemkab Badung, Bank Indonesia, dan Perumda Mangu Giri Sedana,” ujarnya.

Hal senada ditegaskan General Manager Koperasi Ngardi Rahayu Bali, I Putu Candra Satryastina, Koperasi Ngardi Rahayu senantiasa berupaya mewujudkan kemandirian ekonomi warga. Menurutnya, Tradisi Mepatung Be Celeng merupakan pembagian daging babi gratis bagi warga, yang didukung penuh dari dana pembangunan daerah kerja koperasi, sekitar Rp170 juta.

“Manfaat ini lahir murni dari kekuatan ekonomi anggota dan warga sendiri,”tukasnya.(kbh6)

Related Posts