
PKB 2026 Tak Hanya Panggung Seni, Ribuan Seniman Dilibatkan Jadi Duta Kebersihan
Denpasar – kabarbalihits
Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 tidak hanya menampilkan kemegahan seni dan budaya selama sebulan penuh. Di balik ribuan pertunjukan yang akan digelar mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026, panitia juga menaruh perhatian serius pada persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan dalam setiap penyelenggaraan acara berskala besar.
Dengan melibatkan sekitar 20.929 seniman dari 673 sekaa dan yayasan seni, PKB tahun ini bahkan menjadikan para seniman sebagai duta kebersihan untuk menjaga kawasan Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center) Denpasar tetap bersih selama festival berlangsung.
Ketua Panitia PKB 2026 yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengatakan isu lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tema besar PKB tahun ini, yakni “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”.
Tema tersebut mengandung makna pemuliaan dan penyucian jiwa manusia menuju kesempurnaan yang paripurna, jernih, dan suci. Nilai-nilai itu tidak hanya diwujudkan melalui pertunjukan seni, tetapi juga melalui kesadaran menjaga lingkungan.
“kesadaran jiwa itu bagaimana masyarakat Bali meneguhkan dan menjaga keseimbangan antara aspek sakral, sosial, dan lingkungan. Karena itu masalah sampah menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, PKB menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari pelestarian budaya Bali. Filosofi Tri Hita Karana, khususnya aspek palemahan, menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan alam.
“Di samping sajian seni yang ditampilkan, PKB juga memberikan kesadaran kepada kita bahwa menjaga lingkungan adalah kewajiban bersama. Budaya Bali adalah budaya yang cinta lingkungan,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, panitia menerapkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai serta Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber.
Tidak hanya pengunjung, para pelaku UMKM yang berjualan selama PKB juga diwajibkan mengelola sampahnya secara mandiri. Hal serupa berlaku bagi para seniman yang terlibat dalam berbagai kegiatan.
“Seniman yang tampil kami jadikan duta kebersihan. Saat latihan atau geladi, ketika ada sampah mereka langsung memungut dan mengelolanya sendiri. Jadi semua pihak ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan kawasan PKB,” tegasnya.
Di sisi lain, PKB 2026 juga menunjukkan peningkatan partisipasi yang signifikan dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 673 kelompok seni dari Bali, luar daerah, hingga mancanegara akan tampil sepanjang festival berlangsung.
“Sebetulnya banyak sekali yang ingin tampil di PKB. Ini menunjukkan gaung PKB sudah sangat besar, bukan hanya di Bali dan Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Karena itu kami tetap melakukan kurasi agar kualitas pertunjukan tetap terjaga,” ujarnya.
Gaung internasional PKB semakin terasa melalui Bali World Culture Celebration (BWCC) yang menghadirkan sekitar 10 kelompok seni mancanegara dengan total 260 seniman dari Amerika Serikat, China, Timor Leste, Korea Selatan, Jepang, India, dan Hong Kong.
Meski membuka ruang bagi peserta internasional, Alit menegaskan PKB tetap berpegang pada jati dirinya sebagai festival seni tradisi, klasik, dan kerakyatan. Seluruh peserta dari luar daerah maupun luar negeri diwajibkan menampilkan seni tradisi khas masing-masing.
“Ini bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga edukasi. Seniman dan masyarakat Bali bisa belajar melihat budaya daerah lain maupun budaya negara lain. Dari sana bisa lahir kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar pelaku seni,” jelasnya.
Seluruh rangkaian PKB 2026 akan mengacu pada tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”. Karena itu setiap pertunjukan, baik tari, tabuh, musik, tembang maupun karya seni lainnya, akan membawa pesan tentang pemuliaan jiwa, harmoni kehidupan, dan kesadaran menjaga lingkungan.
Dengan perpaduan antara pelestarian budaya, kolaborasi internasional, dan gerakan peduli lingkungan, PKB 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pesta seni terbesar di Bali, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang mengajak masyarakat membangun kesadaran kolektif untuk menjaga warisan budaya dan alam Pulau Dewata. (kbh1)


