November 4, 2026
Ekonomi

Lawar Jadi Filosofi Kepemimpinan Modern, BPR Kanti Luncurkan Buku “Lawar Leadership” di Hari Lahir Pancasila

Gianyar-kabarbalihits

Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan dunia kerja, BPR Kanti menghadirkan gagasan unik tentang kepemimpinan berbasis budaya Bali melalui peluncuran buku Lawar Leadership: Inspirasi Kepemimpinan Peramu Lawar dalam Melakukan Transformasi Budaya Perusahaan. Buku yang akan diluncurkan bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026 ini mengangkat filosofi lawar sebagai simbol kepemimpinan harmonis yang mampu meramu keberagaman menjadi kekuatan bersama.

Saat ditemui di Kantor Pusat BPR Kanti, Batubulan, Gianyar, Jumat (29/5), Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, SE., MM menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari pengalaman nyata dalam membangun budaya organisasi yang berpijak pada nilai-nilai lokal Bali. Menariknya, buku ini menggunakan filosofi lawar, kuliner tradisional khas Bali, sebagai metafora kepemimpinan yang harmonis dan penuh makna.

Buku karya Made Arya Amitaba bersama KS Arsana dan Ketut Susila Dharma itu menawarkan perspektif baru tentang kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada target dan kekuasaan, tetapi juga pada kemampuan meramu keberagaman menjadi kekuatan kolektif. “Sebagaimana peramu lawar menyatukan berbagai unsur dengan keseimbangan rasa, seorang pemimpin juga harus mampu meramu manusia, nilai, karakter, dan visi menjadi harmoni kolektif yang kuat,” ujar Amitaba.

Menurutnya, filosofi lawar sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Bali karena mengandung makna kebersamaan, keseimbangan, dan gotong royong. Nilai-nilai itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam konsep kepemimpinan modern yang mampu menjawab perubahan zaman tanpa kehilangan akar budaya.

Amitaba menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukan sekadar kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga kemampuan menjaga harmoni, memuliakan manusia, dan menghadirkan makna dalam setiap proses perubahan. Dalam buku tersebut, sejumlah nilai luhur Bali diangkat sebagai fondasi kepemimpinan, di antaranya ngayah sebagai semangat pelayanan tulus, menyama braya sebagai fondasi persaudaraan, integritas sebagai dasar kepemimpinan, hingga pentingnya harmoni dalam keberagaman.

Baca Juga :  Update Harga Bapok Secara Realtime, Badung Terima Bantuan CSR Dua Running Teks dan 6 HP dari BPD Bali

Ia menyebut, transformasi budaya perusahaan yang selama ini diterapkan di BPR Kanti menjadi salah satu inspirasi utama lahirnya buku tersebut. Pengalaman memimpin di dunia profesional sekaligus pengabdian di Desa Adat menjadi kombinasi nyata bagaimana nilai tradisi mampu berjalan beriringan dengan profesionalisme modern. “Pemimpin besar bukan mereka yang paling berkuasa, tetapi mereka yang paling mampu menghadirkan manfaat dan tulus mengabdi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Amitaba mengatakan pesan utama buku Lawar Leadership adalah pentingnya kepemimpinan berbasis rasa, keteladanan, dan kebijaksanaan dalam menghadapi dinamika sosial maupun organisasi yang terus berubah. Di tengah derasnya arus modernisasi dan disrupsi global, masyarakat dinilai membutuhkan pemimpin yang tidak kehilangan nilai kemanusiaan dan akar budaya.

Peluncuran buku ini juga dinilai memiliki relevansi kuat terhadap penguatan Desa Adat Bali. Menurut Amitaba, Desa Adat masa depan memerlukan pemimpin yang mampu menjaga warisan budaya sekaligus memiliki kemampuan manajerial dan visi modern. “Pemimpin Desa Adat masa depan harus menjadi peramu kehidupan. Mampu meramu nilai, manusia, budaya, dan visi kolektif agar tetap harmonis dan bermakna,” ungkapnya.

Buku Lawar Leadership terdiri atas 18 bab yang membahas berbagai aspek kepemimpinan berbasis budaya, transformasi organisasi, pelayanan, integritas, hingga penguatan komunitas. Tidak hanya diterbitkan dalam bentuk cetak, buku ini juga akan hadir dalam format digital multibahasa melalui kerja sama dengan iBlooming.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal Bali ke panggung internasional sekaligus menunjukkan bahwa filosofi budaya Nusantara memiliki relevansi universal dalam dunia kepemimpinan modern.

Melalui peluncuran buku ini, BPR Kanti berharap filosofi lawar tidak hanya dikenal sebagai warisan kuliner khas Bali, tetapi juga menjadi inspirasi global tentang harmoni, pelayanan, kebersamaan, dan transformasi kepemimpinan yang berakar pada budaya dan nilai kemanusiaan. (kbh2)

Baca Juga :  Gandeng ITS Surabaya, Pemkab Badung Rilis AMDK Botol Kaca Baliss Ramah Lingkungan

Related Posts