
BEM Unwar Turun Gunung! Edukasi Sampah di Karangasem, Ubah Pola Pikir Warga Jadi Lebih Berdaya
Karangasem-kabarbalihits
Persoalan sampah kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Menjawab tantangan tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Warmadewa (BEM Unwar) menggelar aksi sosial bertajuk “Membangun Kesadaran melalui Aksi Nyata Mahasiswa dan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan” pada Jumat (10/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Perbekel Desa Bebandem, Kabupaten Karangasem ini menjadi wujud nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Tak sekadar seremonial, aksi sosial ini menghadirkan kolaborasi antara akademisi, praktisi, hingga pemerintah dalam upaya penanganan sampah berbasis masyarakat.
Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Satgas Pengelolaan Sampah Unwar, Dr. Desak Ketut Tristiana Sukmadewi, S.Si., M.Si, bersama perwakilan LSM Merah Putih Hijau dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Unwar, Prof. Dr. I Nyoman Sujana, SH., M.Hum menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat merupakan implementasi nyata dari visi “Kampus Berdampak”.
“Kami mengedukasi masyarakat di 12 banjar dinas dan 5 desa adat di Desa Bebandem. Tujuannya untuk mengubah pola pikir masyarakat agar sampah tidak lagi dianggap sebagai residu, melainkan memiliki nilai guna melalui pengelolaan terpadu yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara akademisi dan praktisi menjadi kunci utama agar edukasi yang diberikan tidak berhenti pada tataran teori, melainkan mampu diimplementasikan langsung oleh masyarakat.
Langkah proaktif mahasiswa ini pun mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Karangasem. Mewakili Bupati Karangasem, Sekda I Ketut Sedana Merta, ST. MT menyampaikan dukungan atas inisiatif BEM Unwar yang mengangkat isu krusial tersebut. “Sampah adalah persoalan kita bersama. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di Desa Bebandem,” ungkapnya.
Aksi sosial ini diharapkan menjadi pemantik gerakan lingkungan yang lebih luas di tingkat akar rumput. Kolaborasi lintas sektor pun dinilai sebagai solusi efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan Bali, khususnya di wilayah Karangasem yang dikenal sebagai gumi lahar.(kbh2)


