
Supadma Rudana, “Mr. Sinergi” hingga “Mr. Excellence”, Sosok Konsisten Kemajuan Seni Budaya Nusantara
Gianyar — kabarbalihits
Putu Supadma Rudana yang dijuluki “Mr. Sinergi” dan “Mr. Excellence” oleh sejumlah tokoh, terus mendorong penguatan seni dan budaya Nusantara sebagai fondasi kemajuan bangsa.
Bahkan, Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) tersebut, kini dikenal sebagai katalisator dan kolaborator dalam mengangkat potensi nasional menjadi kekuatan nyata melalui karya seni, teknologi, hingga industri kreatif.
Supadma Rudana menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang dapat menjadi titik awal pengembangan berbagai sektor.
“Sudah saatnya tampil menciptakan berbagai produk baik seni maupun teknologi ataupun industri, baik elektronik maupun otomotif. Semua bisa dimulai dari kehebatan kita dalam mengkaryakan seni dan budaya dimana kita memiliki berbagai maestro,” ujarnya, saat ditemui, Minggu (29/3/2026).
Julukan “Mr. Kolaborator” yang melekat pada tokoh asal Peliatan Ubud ini, tidak lepas dari rekam jejak panjang selama lebih dari 30 tahun dalam mengawal seni Nusantara. Sejak menempuh pendidikan di Amerika Serikat, ia aktif menggelar pameran seni di berbagai kota seperti Florida, New York, Washington DC, hingga kawasan West Coast.
Komitmennya dalam mempromosikan seni budaya Indonesia juga terlihat dalam berbagai kegiatan kuratorial dan manajerial sejak tahun 2000 hingga 2011. Ia mengonsep pameran besar, mendukung seniman utama, serta mengangkat mereka menjadi maestro melalui pendekatan manajemen dan pemasaran yang matang.
Sejumlah pameran penting yang pernah dihadirkan antara lain karya maestro Srihadi Soedarsono, Sunaryo, serta pameran komprehensif maestro I Nyoman Gunarsa dan Made Wianta di Museum Rudana. Pameran tersebut mendapat respons luas dari publik dan memperkuat posisi seni rupa Indonesia di tingkat nasional.
Selain itu, Supadma Rudana juga telah menghadirkan pameran “Modern Indonesian Masters” yang memadukan karya maestro dengan seniman potensial masa depan seperti Djirna, Erawan, Budhiana, Darmika, dan Ida Bagus Indra.
Terbaru, Supadma Rudana menggelar pameran mahakarya maestro I Wayan Bendi dari Batuan, Gianyar, termasuk karya berukuran besar 3 x 11 meter yang menunjukkan kekuatan khas seni lukis Batuan Bali.
Ke depan, President of The Rudana Art Institution ini, berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor melalui gagasan “Kontemporary Nusantara Art” dengan pendekatan pentahelix.
Ia berharap kolaborasi ini dapat melahirkan event seni berskala besar sebagai persembahan bagi Indonesia, yang direncanakan digelar di Bali dan berbagai daerah lainnya.(r).


