November 2, 2026
Daerah

Rusun Seniman Segera Dibangun di Bali, Bank Mandiri Dukung Program 3 Juta Rumah

Denpasar-kabarbalihits

Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mempercepat program pembangunan perumahan nasional, termasuk rencana pembangunan rumah susun (rusun) bagi para seniman di Bali. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari sektor perbankan, salah satunya dari Bank Mandiri.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan, pembangunan rusun seniman di Bali merupakan hasil diskusi bersama pemerintah daerah yang dinilai penting mengingat Bali merupakan destinasi wisata dunia yang memiliki banyak pelaku seni.

“Bali adalah tujuan wisata yang luar biasa di dunia. Tapi selama ini belum ada rusun khusus bagi para seniman. Ide dari Pak Gubernur ini sangat cerdas dan kami sangat mendukung. Kalau memungkinkan, pembangunan bisa dimulai secepatnya, bahkan ditargetkan pada Juni nanti sudah bisa dimulai,” ujar Maruarar Sirait saat menghadiri Sosialisasi Program Penguatan Ekosistem Perumahan, Gotong Royong Bangun Perumahan Rakyat Mandiri, bersama Gubernur Bali Wayan Koster, di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Senin (16/3/2026).

Selain itu, Maruarar juga menyoroti peningkatan signifikan pada program bedah rumah. Jika pada tahun lalu program tersebut mencakup sekitar 45 ribu rumah di Indonesia, tahun ini meningkat menjadi 400 ribu rumah.

Khusus di Bali, jumlah bantuan juga mengalami lonjakan. Tahun lalu Bali hanya mendapatkan 31 unit rumah, sementara pada tahun ini meningkat menjadi 1.800 unit rumah.

Menurutnya, program ini tidak hanya menyediakan hunian layak bagi masyarakat, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian, karena melibatkan banyak sektor seperti tukang bangunan, toko material, hingga jasa transportasi.

Pemerintah juga terus mempercepat program rumah subsidi melalui berbagai kemudahan regulasi. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan sejumlah insentif, seperti penghapusan biaya BPHTB serta percepatan proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini dapat diselesaikan maksimal dalam 10 hari.

Baca Juga :  Tumbuh Kembangkan Seni Budaya Nusantara Melalui Olahraga Pencak Silat, Wabup Suiasa Buka IPSI Bali Championship 2023

Maruarar mengapresiasi kinerja pemerintah daerah di Bali yang dinilai mampu mempercepat birokrasi perizinan sehingga memudahkan masyarakat.

“di Bali prosesnya sangat cepat dan efektif. Ini sangat membantu masyarakat karena selain dipercepat juga digratiskan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, menegaskan komitmen perbankan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) periode 2025–2029.

Menurutnya, sektor perbankan memiliki peran penting untuk memastikan program tersebut berjalan sukses serta mampu mendorong pemerataan pembangunan dan ekonomi di seluruh Indonesia.

“Program kredit perumahan ini bukan hanya membuka akses pembiayaan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM di berbagai lini, mulai dari developer, kontraktor, hingga toko bahan bangunan,” ujarnya.

Henry menambahkan, melalui kredit program perumahan yang mendapatkan subsidi dari pemerintah, para pelaku usaha dalam ekosistem perumahan dapat memperoleh akses modal dengan biaya yang lebih terjangkau sehingga mampu mengembangkan usaha mereka.

“inilah esensi dari gotong royong membangun perumahan. Kita tidak hanya menciptakan hunian layak, tetapi juga membuka lapangan kerja, mendorong perekonomian, serta memperkuat daya saing UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap program perumahan merupakan bagian dari peran BUMN sebagai agen pembangunan, sekaligus kontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Pada tahun 2026, Bank Mandiri menyiapkan plafon Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp1,5 triliun, meningkat 328,6 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp350 miliar.

Dari total tersebut, plafon supply side mencapai Rp 500 miliar, dengan realisasi pencairan hingga 13 Maret 2026 sebesar Rp 169,7 miliar atau sekitar 34 persen. Sementara plafon demand side mencapai Rp 1 triliun.

Baca Juga :  Masa Jabatan Diperpanjang, Lihadnyana Akan Fokus Pada Pembangunan Infrastruktur

Khusus di Bali, plafon supply side mencapai Rp 25 miliar, dengan realisasi pencairan hingga saat ini sebesar Rp 7,5 miliar dan diproyeksikan mencapai Rp 15,5 miliar pada akhir Maret. Sementara plafon demand side sebesar Rp 120 miliar, dengan realisasi pencairan mencapai Rp 33 miliar.

Dengan proyeksi tersebut, total pembiayaan yang berjalan di Bali diperkirakan mencapai Rp 25 miliar hingga akhir Maret 2026.

Kedepan, Bank Mandiri menegaskan akan terus bersinergi dengan pemerintah, khususnya Kementerian PKP, untuk memastikan program perumahan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di sektor perumahan.

“kami siap terus mendukung kredit program perumahan bagi pelaku UMKM agar mereka mendapatkan solusi permodalan yang terjangkau dan mampu mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi,” pungkas Henry. (kbh1)

Related Posts