
Mlaspas lan Pasupati Sesuhunan Dewa Ayu Manik Gni Pura Prasanak Dalem Tanjung lan Semer Kembar
Badung-kabarbalihits
Bertepatan dengan Rahina Tumpek Wayang, Sabtu 14 Maret 2026 Pengempon Pura Prasanak Dalem Tanjung lan Semer Kembar Desa Adat Bualu melaksanakan Puncak Karya Pemlaspas, Pasupati dan Pujawali Ida Sesuhunan Ratu Gede, Ratu Ayu lan Unen-unen. Karya ini menjadi istimewa karena dilaksanakan upacara nangiang sesuhunan anyar yang sebelumya telah lama disineb yakni Sesuhunan Dewa Ayu Manik Gni.

Selain dihadiri krama pengempon dan krama pemaksan, turut hadir dalam upacara ini,Wakil Ketua DPRD Bali Wayan Disel Astawa, Anggota DPRD Badung, Nyoman Karyana dan Wayan Sukses, Bandesa Adat Bualu dan Bandesa Adat Peminge, Made Suarma dan Made Warsa serta tokoh masyarakat diantaranya I Made Sujana.
Selain sebagai saksi upacara para tokoh tersebut juga mewujudkan cihna baktinya, dengan turut serta melaksanakan persembahyangan bersama dan ngaturang punia.
Manggala Prawartaka Karya Jero Mangku Wayan Sumantra Karang yang ditemui disela upacara menyampaikan, pelaksanaan upacara ini merupakan puncak dari Karya Ngodak Ida Sesuhunan anyar Pura Prasanak Dalem Tanjung lan Semer Kembar Dewa Ayu Manik Gni.
“Sesuhunan ini yang sudah cukup lama mesineb yakni di tahun 1967, Sane mangkin ketangiang. Dumogi sangkaning sampun ketangiang, Ida Betara Mapaica Kerahayuan ring jagat, pamekas ring Desa Adat Bualu ring Nusa Dua, dumogi sami damuh -damuh Ida ngamolihang Kerahayuan dan kesukertan,” jelas Jero Mangku Wayan Sumantra Karang.
Dijelaskan Jro Sumantra, Karya Ngodak ini dilaksanakan setelah berlangsungnya parum antara pengempon dan pemangku Pura Prasanak Dalem Tanjung dan Semer Kembar.
“Setelah kami bersepakat, dilaksanakan upacara matur pakeling, nuntun linggih Ida Betara untuk selanjutnya dikerjakan Undagi. Dan pada 10 Maret 2026 lalu dilaksanakan upacara Pemendakan Ida Betara untuk selanjutnya dilaksanakan Upacara Pemlaspas dan Pasupati yang bertepatan dengan Pujawali di Pura Ini,”jelasnya
Adapun krama pengempon purakata Jero Sumantra, sebanyak 18 KK (kepala keluarga) namun krama Pemaksan berjumlah 100K. Menurut Jro Sumantra Karang, krama pemaksan inilah yang turut serta ngayah lan ngiring Ida Betara saat prosesi ke Pura Puseh dan Desa serta Pura Dalem Kahyangan di Desa Aadat Bualu. Terkait pendanaan dalam upacara ini, Jero Sumantra Karang menjelaskan dari krama pengempon dan krama pemaksan. Support juga diberikan tokoh -tokoh, maupun Anggota DPRD Bali dan DPRD Badung, bandesa serta prajuru di Desa Adat Bualu.
“Dalam kesempatan yang baik ini, sekali lagi, mewakili pengempon menyampaikan terima kasih kepada tokoh -tokoh diantaranya Pak Wayan Disel Astawa, Pak Nyoman Karyana dan Pak Wayan Sukses yang telah banyak membantu. Semoga pesawitran kami dengan para tokoh bisa terus berlanjut,”harapnya.
Jero Sumantra Karang juga berbangga dengan semangat kebersamaan krama pengempon yang telah diwujudkan melalui gotong royong dalam menyukseskan karya ini.
“Semangat gotong royong krama pengempon sangat luar biasa. Dumugi Ida Mapaica kerahyuan ring damuh sareng sami. Dumogi subakti damuh sareng sami sayan nincap,”harapnya lagi.(kbh6)


