November 3, 2026
Daerah

Badung Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Pengamanan Jelang Nyepi 2026

Badung-kabarbalihits

Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan kelancaran rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun 2026. Persiapan tersebut meliputi pengaturan prosesi Melasti, parade ogoh-ogoh, hingga rekayasa lalu lintas di sejumlah titik yang diprediksi menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Badung, I Made Gede Wiryantara Adi Susandi, mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk desa adat, untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan aman.

Ia menjelaskan, fokus utama koordinasi adalah pengaturan prosesi Melasti serta pawai ogoh-ogoh yang dilaksanakan menjelang Nyepi.

Prosesi Melasti direncanakan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 15, 16, dan 17 Maret 2026. Sejumlah pantai menjadi tujuan utama umat Hindu untuk melaksanakan ritual penyucian tersebut, di antaranya Pantai Kuta, Pantai Petitenget, Batu Bolong, hingga Seseh.

Menurut Wiryantara, wilayah Kerobokan menjadi perhatian utama dalam pengaturan lalu lintas karena diperkirakan akan mengalami kepadatan kendaraan. Hal ini juga berkaitan dengan penerapan sistem sirkulasi satu arah di beberapa ruas jalan, termasuk Jalan Kayu Aya, yang telah diberlakukan sejak Februari 2026.

“Kami sudah melakukan rapat dengan desa adat, terutama di wilayah Kerobokan karena fokus pengaturan lalu lintas ada di sana,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan saat prosesi Melasti berlangsung, Dinas Perhubungan Badung akan menyiagakan personel di sejumlah simpang strategis. Salah satu titik yang menjadi fokus pengaturan adalah Simpang Semer.

Rombongan pemelastian diperkirakan mulai bergerak dari wilayah masing-masing sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WITA dan tiba di lokasi upacara sekitar pukul 10.00 WITA.

Setelah prosesi upacara selesai sekitar pukul 13.00 WITA, rombongan akan kembali melalui jalur yang telah diatur dengan sistem contraflow guna menghindari kemacetan.

Baca Juga :  Krama Banjar Pande Bualu Bulat Tekad Menangkan Suyadinata Di Pilkada Badung

“Arus kendaraan akan ditahan sementara di beberapa simpang seperti Simpang Petitenget agar prosesi Melasti berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Dishub Badung menyiapkan sebanyak 159 personel yang akan ditempatkan di berbagai titik untuk mengawal jalannya prosesi Melasti sekaligus parade ogoh-ogoh.

Selain pengamanan jalur Melasti, pemerintah juga menyiapkan pengaturan lalu lintas untuk kegiatan parade ogoh-ogoh yang akan berlangsung pada malam pengerupukan.

Beberapa titik pengamanan yang disiapkan antara lain kawasan Padang Luwih, Bundaran Dalung, Gatot Subroto Barat, Simpang Kerobokan, serta Simpang Petitenget.

Berdasarkan kesepakatan bersama antara pemerintah dan desa adat, seluruh kegiatan parade ogoh-ogoh harus sudah selesai paling lambat pukul 23.00 WITA.

Setelah itu, pada pukul 00.00 WITA seluruh lampu penerangan jalan serta lampu lalu lintas akan dipadamkan sebagai bagian dari pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

Lampu penerangan tersebut baru akan kembali dinyalakan setelah rangkaian Hari Raya Nyepi selesai pada keesokan harinya.

Dukungan pengamanan juga datang dari pihak kepolisian. Kasat Lantas Polres Badung, AKP Ni Luh Tiviasih, mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan sebanyak 73 personel untuk membantu pengamanan jalur Melasti.

Pengamanan dilakukan melalui koordinasi dengan pecalang desa adat serta aparat kepolisian di wilayah masing-masing, terutama di kawasan Kuta Utara yang diprediksi menjadi titik ramai.

“Jadwal Melasti dari masing-masing desa dan banjar sudah diatur oleh pemerintah kabupaten, sehingga kami fokus pada pengamanan jalur agar tidak terjadi penumpukan,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Anak Agung Rama Putra, memastikan kondisi infrastruktur jalan yang akan dilalui rombongan Melasti dalam keadaan baik.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan pemetaan serta perbaikan jalan sejak tiga bulan terakhir, termasuk penambalan lubang yang muncul akibat musim hujan.

Baca Juga :  Putu Parwata Terima Patung Figuratif Dari Ambara Ashram

“Kami sudah melakukan perbaikan di sejumlah jalur menuju pantai, termasuk di kawasan Petitenget. Saat ini kondisi jalan sudah siap dilalui masyarakat,” ujarnya.

Menariknya, perayaan Nyepi tahun ini juga berdekatan dengan arus mudik Idul Fitri. Untuk mengantisipasi potensi kepadatan mobilitas masyarakat, pemerintah menyiapkan empat pos pelayanan dan pengamanan di wilayah Badung, di antaranya di Sempidi, kawasan Pantai Kuta, serta Bandara.

Selain itu, Pemkab Badung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) juga menggelar program mudik gratis bagi masyarakat.

Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14 Maret di Balai Budaya Giri Nata Mandala dengan menyediakan 15 unit bus yang akan mengangkut sekitar 625 pemudik menuju Surabaya dan Probolinggo, Jawa Timur.

Sebelum keberangkatan, Dinas Perhubungan Badung akan melakukan pemeriksaan administrasi serta uji kelayakan kendaraan guna memastikan keselamatan perjalanan para pemudik.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat yang hendak mudik agar berangkat lebih awal mengingat seluruh aktivitas transportasi, termasuk penyeberangan, akan dihentikan saat Hari Raya Nyepi.

Dengan adanya kebijakan Work From Anywhere dari pemerintah pusat, diharapkan mobilitas masyarakat dapat terdistribusi lebih merata sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan maupun jalur transportasi lainnya menjelang Nyepi. (kbh2)

Related Posts