January 31, 2026
Pendidikan

Edukasi Hidup Bersih dan Sehat di Pedungan, Kampus dan Warga Bersinergi Bangun Lingkungan Sehat

Denpasar-kabarbalihits

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat terus digalakkan melalui kegiatan “Penyuluhan dan Pelatihan Hidup Bersih Sehat” bagi warga Kelurahan Pedungan, Denpasar. Program kolaboratif ini menjadi wujud nyata sinergi antara kalangan perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang menyasar tingkat rumah tangga tersebut memberikan edukasi komprehensif mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemilahan sampah, serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di pekarangan rumah. Tidak hanya sebatas teori, warga juga dibekali pelatihan praktis agar dapat langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini didanai oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan tidak hanya melalui penyuluhan, tetapi juga pemberian bantuan alat kebersihan dan bibit tanaman TOGA kepada peserta.

Para narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini, yakni dr. Pande Ayu Naya Kasih P., Dr. dr. Putu Nita Cahyawati, dan Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, menekankan bahwa perubahan sederhana di lingkungan keluarga memiliki dampak besar bagi kesehatan komunitas secara luas. Menurut mereka, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi fondasi terbentuknya lingkungan yang sehat.

Dalam sesi pelatihan, peserta diajak mengikuti metode pembelajaran interaktif disertai demonstrasi langsung. Materi yang diberikan meliputi praktik mencuci tangan dengan benar, pentingnya menjaga ventilasi rumah, cara membersihkan tempat penampungan air untuk mencegah sarang penyakit, hingga teknik menanam TOGA di lahan terbatas menggunakan pot.

Pendekatan praktik langsung ini disambut antusias oleh warga. Selain lebih mudah dipahami, metode tersebut membuat peserta lebih percaya diri untuk mempraktikkan secara mandiri di rumah masing-masing. Interaksi dua arah antara narasumber dan warga juga memperkuat pemahaman serta membuka ruang diskusi terkait permasalahan kebersihan dan kesehatan yang sering dihadapi di lingkungan tempat tinggal.

Baca Juga :  Rektor Universitas Udayana Hadiri Pertemuan dengan President Tsinghua University dan Rountable Discussion

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga sarana pendukung untuk memulai perubahan. Bantuan alat kebersihan dan bibit tanaman menjadi stimulus agar praktik hidup bersih dan pemanfaatan pekarangan dapat segera diwujudkan.

Program ini juga dinilai sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pencegahan penyakit berbasis lingkungan, serta Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan lewat pengelolaan lingkungan rumah tangga yang lebih baik.

Dengan meningkatnya kesadaran dan keterampilan warga dalam menerapkan PHBS, memilah sampah, serta menghijaukan pekarangan melalui TOGA, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi kampus dan masyarakat. Ke depan, pola sinergi seperti ini diharapkan terus berkembang sebagai langkah konkret membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.(r)

Related Posts