January 31, 2026
Daerah Pariwisata

69 Arak’s Day, Harmoni Arak Bali dan Kuliner Tradisional di 69 Bar & Resto Kuta

Badung-kabarbalihits

Dalam rangka memperingati Hari Arak Bali yang jatuh pada 29 Januari 2026, 69 (Sixty-Nine) Bar & Resto di Grand Istana Rama Hotel, Kuta, berkolaborasi dengan Chef Yudhistira menggelar acara bertajuk 69 Arak’s Day.

Kolaborasi kuliner ini menghadirkan menu spesial yang terinspirasi dari budaya minum arak Bali, yakni memadukan kreasi minuman Darma Sensation, salah satu produk unggulan 69 Bar & Resto, bersama sejumlah kuliner khas Bali yang sarat nilai tradisi.

Chef Yudhistira Hartanto, pengelola sekaligus pemilik Dean Hart’s BBQ, menjelaskan bahwa menu yang disajikan merupakan hasil eksplorasi kebiasaan para chef Bali saat menikmati arak, yakni menyandingkannya dengan hidangan bercita rasa pedas. Dari kebiasaan tersebut, lahirlah ide menghadirkan Beef Pelalah, hidangan khas Bali yang dinilai paling tepat disantap bersamaan dengan arak.

Selain itu, konsep barbeque turut diangkat sebagai tema utama sajian. Namun, barbeque yang dihadirkan bukan sekadar grill biasa, melainkan menggunakan metode tradisional grill bambu. Salah satu menu unggulannya adalah Timbungan, masakan khas Bali yang dimasak di dalam bambu dengan bumbu dan teknik memasak tradisional.

“Seluruh menu itu merupakan hasil inspirasi dan keahlian para chef Hotel Grand Istana Rama yang memahami secara mendalam metode memasak, racikan bumbu, serta filosofi di balik setiap hidangan Bali. Saya hanya memberikan inspirasi dan memadukan konsep menu tanpa mengubah keaslian cita rasa,” jelas Chef Yudhistira, didampingi Food & Beverage Manager Putu Robby Rudita , bersama Sang Ayu Paramita selaku Restaurant and Bar Manager 69 Bar & Resto, dan Chef Amar, Junior Sous Chef.

Sebagai pelengkap, sajian Sate Lilit Bali turut dihadirkan, lengkap dengan sayur plecing dan kuah balung, yang semakin memperkaya pengalaman kuliner khas Bali bagi para tamu.

Baca Juga :  Pemkab Tabanan Dianugerahi Penghargaan dari BNPB atas Kinerja dan Sinergitas Dalam Penangulangan Bencana

Chef Yudhistira yang telah menekuni dunia barbeque dan butchery selama lebih dari satu dekade menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak bertujuan untuk mengubah atau “membaratkan” makanan tradisional Bali. Justru sebaliknya, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para tamu mengenai budaya dan kuliner Bali yang autentik.

Dengan rekam jejak prestasi meraih lima kali gelar juara, terdiri dari empat tingkat nasional dan satu kategori Top Three Asia di bidang butchery, Chef Yudhistira berharap perayaan Arak Day ke depan dapat digelar dengan konsep yang lebih meriah dan melibatkan lebih banyak unsur budaya Bali.

“Next year harapannya akan jauh lebih pecah lagi. Ini masih perjalanan, pertama kali coba,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Grand Istana Rama Hotel, I Ketut Darmayasa, menyampaikan dukungan penuh terhadap peringatan Hari Arak Bali sebagai upaya membudidayakan, melestarikan, dan memuliakan arak secara bertanggung jawab. Menurutnya, arak bukan sekadar minuman tradisional, melainkan bagian dari identitas budaya Bali yang patut mendapatkan perhatian dan penghargaan.

“Bagaimana kita membudidayakan arak, melestarikannya secara bertanggung jawab, serta memuliakan arak sebagai identitas, bahwa Bali juga perlu mendapatkan perhatian dari sisi minuman tradisionalnya,” pungkas Darmayasa.

Darmayasa yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Indonesian Food and Beverage Executive Association (IFBEC) Nasional menambahkan, melalui konsep food pairing, arak Bali dapat dipadukan dengan masakan tradisional Bali sebagai upaya mempopulerkan kuliner lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap produk sendiri tanpa bergantung pada produk luar negeri.

“Salah satu menu yang dihadirkan adalah timbungan khas Bali yang dipasangkan dengan minuman arak,” katanya.

Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan kolaborasi dengan menghadirkan produk-produk kuliner beridentitas kuat Bali. Menurutnya, Bali memiliki kekayaan bahan pangan dari seluruh kabupaten dan kota yang dapat diolah menjadi makanan tradisional bernilai tinggi dan berdaya saing internasional.

Baca Juga :  Keluarga Besar Perumda Air Minum Tirta Mangutama Mengucapkan Selamat Hari raya Natal 2025 & Tahun Baru 2026

Terkait kreasi minuman Darma Sensation, Darmayasa yang juga Founder dan Inisiator Balabec (Bali Local Alcoholic Beverage Control) menjelaskan bahwa minuman tersebut dikembangkan sejak 2018 melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi dengan mengunjungi para petani arak di seluruh Bali.

Menurutnya, arak Bali berkualitas seharusnya berbahan dasar nira alami seperti nira kelapa dan nira lontar yang melimpah di berbagai wilayah Bali, sehingga keberadaan arak tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendukung keberlanjutan petani lokal dan penguatan ekonomi daerah.

Terlebih arak Bali telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI melalui SK Nomor 414/P/2022, serta diperkuat dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali. (kbh1)

Related Posts