February 2, 2026
Pendidikan

UNHI Denpasar Terima Kunjungan Seoul Institute of the Arts, Perkuat Kerja Sama Internasional Bidang Seni dan Budaya

Denpasar-kabarbalihits

Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menerima kunjungan istimewa dari Seoul Institute of the Arts, Korea Selatan, pada Rabu (14/1). Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam penguatan jejaring internasional UNHI, khususnya dalam pengembangan pendidikan seni dan budaya berbasis nilai-nilai lokal dan spiritualitas Hindu.

Rombongan Seoul Institute of the Arts dipimpin langsung oleh President Seoul Institute of the Arts, Profesor Ji-hun Chang. Kehadiran delegasi dari Negeri Ginseng tersebut disambut hangat oleh civitas akademika UNHI. Sebagai bentuk penghormatan dan simbol selamat datang, Rektor UNHI Denpasar, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, SE., M.Si, secara langsung memasangkan destar atau udeng kepada Profesor Ji-hun Chang.

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi akademik, melainkan juga menjadi ajang untuk melihat secara langsung kualitas pendidikan seni yang dikembangkan di UNHI. Delegasi Seoul Institute of the Arts ingin memastikan sekaligus mempelajari model pendidikan seni yang diterapkan, terutama yang berlandaskan nilai agama dan kebudayaan Hindu.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, UNHI Denpasar dan Seoul Institute of the Arts secara resmi menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan MoU ini menandai komitmen kedua institusi untuk menjalin kerja sama jangka panjang di bidang seni dan kebudayaan.

Rektor UNHI Denpasar, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, mengungkapkan rasa bahagia dan bangganya atas kunjungan Profesor Ji-hun Chang beserta delegasi. Menurutnya, kunjungan ini menjadi pengakuan terhadap eksistensi dan kualitas pendidikan seni yang dikembangkan di UNHI.

“Hari ini kami sangat berbahagia karena Unhi kedatangan Profesor Ji-hun Chang dari Seoul Institute of the Arts bersama beberapa delegasi. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana pengembangan kesenian yang ada di UNHI, khususnya pola pendidikan seni berbasis agama Hindu,” ujarnya.

Baca Juga :  Gandeng Media, Unud Sosialisasikan Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2022

Rektor menjelaskan bahwa delegasi Seoul Institute of the Arts telah meninjau langsung proses pembelajaran di tiga program studi seni yang ada di UNHI. Ketiga program studi tersebut meliputi Seni Rupa dan Ornamen Hindu, Pendidikan Seni Kerawitan dan Keagamaan Hindu, serta Pendidikan Seni Tari.

“Kami tadi sudah melihat bagaimana proses pendidikan berlangsung di ketiga program studi seni tersebut, termasuk fasilitas pendukung yang kami miliki. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena pendidikan seni di UNHI tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pada nilai spiritual, etika, dan kearifan lokal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rektor UNHI menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi landasan kerja sama yang lebih luas ke depan. Kerja sama tersebut mencakup pertukaran informasi kesenian dan kebudayaan, penguatan jejaring akademik internasional, hingga peluang kolaborasi dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa.

“Prinsip dari MoU ini adalah komitmen untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman terkait seni dan budaya. Ke depan, sangat memungkinkan adanya kolaborasi konkret, termasuk pertukaran dosen dan mahasiswa antara UNHI dan Seoul Institute of the Arts,” jelasnya.

Sementara itu, President Seoul Institute of the Arts, Profesor Ji-hun Chang, mengaku sangat terkesan dengan kunjungan pertamanya ke Universitas Hindu Indonesia. Ia menyampaikan kekagumannya terhadap lingkungan kampus serta kekayaan budaya yang dimiliki UNHI.
“Ini adalah kunjungan pertama kami ke Universitas Hindu Indonesia. Kampus ini sangat indah, alamnya juga sangat indah. Semuanya luar biasa. Saya sangat senang bisa mengunjungi UNHI,” ungkap Profesor Ji-hun Chang.

Kunjungan dan kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang dialog lintas budaya antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam pengembangan seni tradisi dan kontemporer. Bagi UNHI Denpasar, kerja sama internasional ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran kampus sebagai pusat pendidikan seni Hindu yang berdaya saing global tanpa meninggalkan akar budaya lokal. (kbh2)

Related Posts