January 24, 2026
Daerah Pariwisata

Tropical Christmas di Kuta, 69 Bar & Resto Tegaskan Pariwisata Bali Inklusif Tanpa Diskriminasi

Badung-kabarbalihits

Momen kebersamaan dan berbagi kehangatan mewarnai perayaan Natal, 25 Desember 2025, di 69 (Sixty-Nine) Bar & Resto, Grand Istana Rama Hotel, Kuta. Melalui event Dinner Christmas bertema Tropical Christmas, manajemen menghadirkan suasana perayaan yang berbeda dengan dekorasi bernuansa tropis serta sajian kuliner khas yang dikemas secara kreatif.

Sebagai bagian dari Grand Istana Rama Hotel, hotel bintang empat di kawasan Kuta, 69 Bar & Resto turut memanjakan pengunjung selama festive season dengan beragam hiburan, mulai dari penampilan live band, DJ, hingga modern dance, yang menambah semarak suasana liburan.

Manager Food & Beverage (F&B) Grand Istana Rama Hotel, Putu Robby Rudita, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian agenda akhir tahun. Sebelumnya, pihak hotel juga telah menggelar Classic Christmas pada Kamis, 24 Desember 2025. Seluruh rangkaian acara dikemas secara inklusif agar dapat dinikmati oleh semua kalangan, baik wisatawan domestik, mancanegara, maupun masyarakat lokal.

Menurutnya, acara ini tidak hanya bertujuan memeriahkan Natal, tetapi juga untuk mengangkat kembali geliat pariwisata Bali, khususnya di Kuta, yang sempat terdampak cuaca ekstrem dan fluktuasi kunjungan wisatawan. Selain itu, kegiatan ini sekaligus menunjukkan kepada publik bahwa Kuta tetap aman dan nyaman bagi wisatawan dari berbagai negara.

Melalui momentum tersebut, pihaknya juga ingin meluruskan berbagai informasi maupun konten viral di media sosial terkait kondisi pariwisata Bali, khususnya isu rasisme yang menuding adanya perbedaan perlakuan pelayanan terhadap wisatawan. Putu Robby menegaskan bahwa 69 Bar & Resto Kuta memberikan pelayanan yang setara dan profesional kepada seluruh tamu tanpa diskriminasi.

“Siapapun yang datang ke outlet kami adalah tamu yang turut menghidupi keluarga besar kami. Karena itu, mereka wajib mendapatkan pelayanan terbaik tanpa membeda-bedakan. Inilah DNA pariwisata Bali yang dikenal dunia, ketulusan yang tidak diskriminatif,” jelasnya, Kamis malam (25/12/2025).

Baca Juga :  Tegas, Polisi Dor Kaki Pelaku Jambret dan Pencabulan di Kuta

Diakui, kunjungan wisatawan ke Kuta, khususnya ke 69 Bar & Resto, pada akhir tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 30 persen dan dipengaruhi oleh cuaca ekstrem yang mengganggu aktivitas wisatawan selama musim liburan. Meski demikian, lokasi yang strategis membuat penurunan tersebut tidak sedrastis di beberapa tempat lain.

Adapun segmen wisatawan yang berkunjung ke 69 Bar & Resto masih didominasi wisatawan Australia, disusul wisatawan domestik, Jepang, India, dan Cina.

Putu Robby berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi menjaga keberlanjutan pariwisata Bali dengan menyelesaikan berbagai kendala yang ada, sehingga sektor pariwisata tetap menjadi sumber pendapatan tanpa mengorbankan adat, budaya, dan kelestarian alam Bali.

Khusus menyambut Tahun Baru 2026, 69 Bar & Resto telah menyiapkan special event bertema disco night dengan suguhan hiburan live band, DJ, tari modern, tari tradisional, serta atraksi lainnya. Paket dinner ditawarkan dengan harga Rp 1.300.000.

 

Sementara itu, General Manager Grand Istana Rama Hotel, Ketut Darmayasa, mengatakan bahwa Christmas Dinner tersebut merupakan bagian dari rangkaian festive season yang puncaknya jatuh pada perayaan malam tahun baru. Kegiatan ini ditargetkan untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara agar menginap di Grand Istana Rama Hotel, yang selama ini didominasi tamu asal Australia.

“Dari tamu yang hadir malam ini, sebagian besar adalah wisatawan Australia. Namun kami juga melihat tamu domestik mulai meningkat, khususnya yang datang melalui Pelabuhan Gilimanuk. Mudah-mudahan mereka juga memilih menginap di hotel-hotel di Kuta,” ujarnya.

Terkait fluktuasi kunjungan wisatawan di Kuta, Darmayasa berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis untuk mengembalikan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali ke tingkat yang ideal. Pasalnya, Desember menjadi periode penting bagi pelaku pariwisata untuk meraih pendapatan.

Baca Juga :  Grand Opening Showroom Dintara Sunset Road

“Di banyak tempat kondisinya hampir sama. Awal bulan hingga minggu ketiga biasanya terjadi penurunan. Hanya beberapa hotel yang mampu bertahan, sementara lainnya mengalami penurunan okupansi,” ungkapnya.

Meski demikian, Bali secara umum masih menjadi destinasi favorit dengan tingkat okupansi yang relatif baik, terutama pada periode liburan. Namun pergerakannya tetap fluktuatif mengikuti waktu dan kondisi pasar. Darmayasa meyakini bahwa pada tahun 2026 setiap properti perhotelan, termasuk Grand Istana Rama Hotel, harus mampu meningkatkan pendapatan seiring telah ditetapkannya UMK 2026.

“Setiap properti pasti harus menaikkan revenue karena UMK 2026 sudah ditetapkan. Artinya, kenaikan okupansi dan Average Room Rate (ARR) itu wajib, tidak bisa ditawar,” pungkasnya. (kbh1)

Related Posts