
Unwar Gelar PKM Stunting di Dusun Gumung Tenganan, Kolaborasi Akademisi dan Masyarakat Tekan Angka Gizi Buruk
Karangasem-kabarbalihits
Kasus stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan nasional. Pemerintah pusat melalui program Astacita menempatkan penurunan angka stunting sebagai salah satu prioritas utama. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema pencegahan dan penanggulangan stunting di Dusun Gumung, Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem.
Kegiatan ini menyasar wilayah yang tercatat memiliki jumlah balita stunting cukup tinggi. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unwar yang memimpin PKM ini, Dr. dr. Dewa Ayu Putri Sri Masyeni, Sp.PD-KPTI, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi berorientasi pada solusi berkelanjutan.
“Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Karena itu, kami dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa melaksanakan PKM stunting di Dusun Gumung, karena di wilayah ini tercatat cukup banyak balita yang mengalami stunting,” ujarnya.
Salah satu program unggulan dalam kegiatan tersebut adalah pemberian paket ayam petelur kepada keluarga sasaran. Ayam-ayam tersebut dipelihara oleh masyarakat dan diharapkan dapat menghasilkan telur sebagai sumber protein hewani bagi balita stunting. “Harapannya, asupan protein anak-anak dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Telur yang dihasilkan bisa dikonsumsi langsung oleh balita, sehingga membantu memperbaiki status gizi mereka,” jelasnya.
Selain bantuan ayam, tim PKM juga memberikan edukasi teknologi pangan sederhana kepada masyarakat. Edukasi tersebut mencakup cara menyiapkan menu “isi piringku” yang lengkap dan seimbang, serta penyuluhan tentang jenis makanan yang berperan penting dalam proses penurunan stunting.
Hal senada disampaikan Dr. Ir. I Gede Pasek Mangku, M.P., yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya kehadiran langsung perguruan tinggi di tengah masyarakat untuk memahami kondisi riil di lapangan. “Kita senang karena langsung menemukan kondisi nyata masyarakat di Dusun Gumung. Di sini ada anak-anak yang mengalami stunting, kekurangan gizi, bahkan anemia. Karena itu, Universitas Warmadewa bersama Waseda University dari Jepang hadir memberikan edukasi, pengetahuan, dan pemahaman tentang hidup sehat, berkualitas, dan cukup,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan materi terkait ketahanan pangan lokal. Menurutnya, masyarakat perlu didorong agar tidak hanya bergantung pada beras sebagai sumber pangan utama. “Kita memberikan pemahaman bahwa pangan lokal seperti jagung dan umbi-umbian juga dapat menjadi sumber kalori yang baik. Ditambah dengan protein dari telur hasil ternak ayam, ini bisa menjadi solusi pangan yang sesuai dengan kondisi lokal,” jelasnya.
Ia menambahkan, ayam yang diberikan tidak hanya dimanfaatkan telurnya untuk konsumsi, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai bibit ternak baru. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang. “Ini merupakan momen kolaborasi yang sangat baik. Inilah wujud kampus yang berdampak dan hadir di tengah masyarakat. Harapan kami, masyarakat dapat menekan angka stunting secara bertahap,” katanya.
Perwakilan dari Waseda University turut menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin. “Terima kasih telah mengundang Waseda University untuk bergabung dalam program ini. Kami sangat senang dapat berpartisipasi membantu anak-anak stunting di Bali dan berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Tenganan menyampaikan terima kasih atas kontribusi dan pendampingan yang diberikan Universitas Warmadewa kepada masyarakat Dusun Gumung. “Kami sangat berterima kasih atas ilmu dan perhatian yang diberikan. Semoga ke depannya angka stunting di desa kami dapat berkurang dan anak-anak tumbuh sehat,” ungkapnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan bidan desa setempat. Ia menilai kegiatan ini sangat membantu, tidak hanya bagi balita yang mengalami stunting, tetapi juga bagi tenaga kesehatan desa. “Terima kasih atas bantuan dan tambahan ilmu yang kami terima. Ini sangat bermanfaat untuk kami sebarkan kepada masyarakat dalam upaya penanganan stunting. Semoga ke depan balita di desa kami bisa bebas dari stunting dan tumbuh menjadi generasi yang sehat,” tuturnya.
Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Warmadewa menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif mendukung program nasional penurunan stunting, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan mitra internasional.(kbh2)


