February 1, 2026
Daerah

Wagub Giri Prasta Ngrastiti Karya Padudusan Agung Pura Segara Ungasan , Puji Kepemimpinan Disel Astawa Sebagai Kelian Desa

Badung- – kabarbalihits

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta menghadiri Pengeratep Karya Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Pura Segara, Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Senin 8 Desember 2025. Selain turut ngrastiti dengan melaksanakan persembahyangan, Wagub Giri Prasta juga berkesempatan menadatangani prasasti dan ngaturang punia Rp 50 juta.

Kehadiran Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta disambut langsung oleh Kelian Desa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa bersama Manggala Praqartaka Karya, Made Suada, Anggota DPRD Badung Wayan Sugita Putra, Cmat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Perbekel I Made Kari serta tokoh masyarakat di Desa Adat Ungasan.Suasana semakin meriah dengan pementasan Tari Pendet massal di Jaba Pura Segara, Pantai Melasti, dengan dibawakan 450 orang penari yang tergabung dalam Paiketan Krama Istri Desa Adat Ungasan dari 15 banjar di desa adat tersebut.

Wayan Disel Astawa dalam lapirannya menyebutkan bahwa pada kisaran 13 tahun lalu saat Desa Ungasan dipimpin oleh I Wayan Sugita Putra (2009-2015) sebagai perbekel bersama Bendesa Adat Ungasan, Ketut Marcin, tepatnya pada tahun 2012 membahas tentang upaya membuat jalan yang representatif sebagai jalur upacara keagamaan, khususnya melasti.

Disel Astawa yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Bali mengatakan Pura Segara Desa Adat Ungasan disungsung oleh 48 paibon, panti, merajan, dan dadia yang tersebar di 15 banjar dengan 2.665 KK.

Pada tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Badung melakukan pengaspalan jalan sekaligus pemasangan paving sehingga lokasi upacara Melasti bagi Krama Desa Adat Ungasan semakin representatif.

Setahun berselang, Pantai Melasti, Desa Ungasan mendapat status sebagai Daya Tarik Wisata (DTW) berdasarkan Peraturan Bupati Badung Nomor 4 Tahun 2018 tanggal 1 Februari 2018 tentang Penetapan Kawasan Pantai Melasti sebagai Daya Tarik Wisata (DTW).

Baca Juga :  PLN Beri Diskon Tambah Daya “Super Wow” Lewat Gebyar Kemerdekaan 2020

“Sampun becik pamargi puniki. Titiang daweg nike dados bendesa adat, manawi wenten singsal ring pamargi ring sajeroning titiang ngenter Desa Adat Ungasan, nanging yen ten titiang memberanikan diri– ring Pandawa sampun becik pisan, titiang mesadu ajeng sareng prajuru, Bapak Wagub, Pandawa sane durian ajak Ungasan nanging lebih maju. Taler Uluwatu, dumunan maju. Yen Bapak Wakil Gubernur marah ken titiang ten punapi, wantah niat titiang suci, baik, bahwa tiang ten tega melihat masyarakat Ungasan hanya sebagai penonton saja,” ungkap Disel Astawa.

Sebelum DTW Pantai Melasti ada, Disel Astawa berkisah masyarakat Ungasan kerap hanya menonton bus yang lewat membawa wisatawan ke Uluwatu dan Pantai Pandawa.

“Karena itu, titiang memberanikan diri mengambil langkah untuk mengambil keberanian demi memajukan Desa Adat Ungasan, yadiastun Bapak Murdaning Jagat Badung daweg nike pedih sareng titiang, ten kenapi. Nanging, irage krama menuju hal yang baik, tidak mesti baik dari awal. Hal baik harus melalui hal buruk sehingga ke depan akan menjadi kawan yang terbaik selamanya,” imbuh Disel Astawa.

Keberadaan DTW Pantai Melasti yang menghidupi 15 banjar penyangga jelas Disel Astawa berkomitmen mewujudkan konsep Tri Hita Karana. Dari aspek parahyangan atau hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, Pantai Melasti memiliki Pura Segara.

Ditilik dari aspek pawongan atau hubungan harmonis antara manusia dan manusia, dampak ekonomi keberadaan DTW Pantai Melasti jelasnya sangat dirasakan masyarakat.

Palemahan atau hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan atau alam, Disel Astawa menyebut stakeholder terkait Desa Ungasan komitmen untuk melakukan penghijauan.

“Dengan keberhasilan DTW Pantai Melasti yang digagas bersama-sama masyarakat mendatangkan rezeki yang akhirnya digunakan untuk biaya upacara, tanpa memungut dari warga,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengurus Korpri Kodam IX /UDY, Gelar Rapat Persiapan HUT ke- 52 Korpri

Adapun biaya Pangeratep Karya Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Pura Segara menelan biaya Rp2 miliar. Semua bersumber dari hasil Pantai Melasti.

Lebih lanjut, Disel Astawa menitipkan masa depan DTW Pantai Melasti kepada Pemerintah Provinsi Bali melalui I Nyoman Giri Prasta agar bisa tetap eksis dan memberi manfaat kepada banyak pihak.

“Agar kawasan Pantai Melasti ini selalu berjalan sehingga bisa membiayai keberangsung upacara-upacara suci di Kahyangan Tiga dan Kahyangan Desa,” bebernya sembari menekankan bahwa DTW Pantai Melasti memungkinkan pihak desa adat peduli dengan kreativitas generasi muda.”harapnya.

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta mendoakan upacara Karya Tawur Labuh Gentuh, Ngenteg Linggih lan Pedudusan Agung di Pura Segara Desa Adat Ungasan labda karya sida sidaning don.

“Demogi umat Hindu se-dharma sami raket rumaket lan moksartham jagadhita ya ca iti dharma,” ucap Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta saat memberikan sambutan di Pura Segara, Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Senin (Soma Wage, Medangsia) 8 Desember 2025, seraya menghaturkan dana punia Rp 25 juta atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan secara pribadi Rp 25 juta.

Sementara, Manggala Prawartaka Karya, I Made Suada berharap melalui pelaksanaan Pengratep Karya Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Pura Segara, Desa Adat Ungasan krama mendapat kerahayuan lan kerahajengan. “Pada Senin 8 Desember 2025 dilaksanakan berbagai rangkaian upacara yang dimulai sejak pagi dengan Ngias Ida Betara di Pura Desa Adat Ungasan. Selanjutnya, Ida Betara Napak di Pura Segara untuk melaksanakan Pemelastian dan pakelem.mesaran kambing, bebek dan ayam sekaligis nunas tirta di segara. Sedangkan puncak karya kami laksanakan Selasa 9 Desember 2025, kami juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wagub Bali Bapak Nyoman Giri Prasta sebagai upasaksi kaya ini,”tukas Made Suada.kbh6.

Related Posts