January 31, 2026
Nasional

Menteri Nusron Minta Pelaku Industri Perumahan Hindari Pembelian Lahan Sawah LP2B

Jakarta-kabarbalihits

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan perlunya perubahan pola pengadaan tanah oleh pelaku industri perumahan agar selaras dengan agenda ketahanan pangan nasional. Imbauan tersebut ia sampaikan saat memberikan paparan di hadapan ratusan pengembang dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Realestat Indonesia (REI) Tahun 2025 yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta, Kamis (04/12/2025).

Dalam sambutannya, Menteri Nusron meminta para pelaku industri perumahan untuk lebih selektif dalam memilih lokasi pengembangan hunian, terutama dengan menghindari pembelian lahan sawah produktif dan kawasan yang telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Saya imbau, kalau pengadaan tanah untuk perumahan kalau bisa jangan beli sawah, terutama yang masuk kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B),” tegas Menteri Nusron.

Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap LP2B merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pembangunan perumahan, lanjutnya, harus dilakukan tanpa mengorbankan lahan yang menjadi sumber produksi pangan masyarakat.

Menteri Nusron juga mengapresiasi peran REI yang selama ini berkontribusi besar dalam penyediaan hunian bagi masyarakat. Namun ia mengingatkan bahwa sektor properti dan pemerintah harus berjalan seirama demi mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Rakernas REI 2025 menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pengembang, khususnya dalam memastikan pemanfaatan ruang yang lebih berwawasan lingkungan sekaligus mendukung stabilitas pangan nasional.(r)

Related Posts