February 2, 2026
Nasional

Menteri Nusron Tekankan Pentingnya Kolaborasi APH dalam Berantas Mafia Tanah

Jakarta-kabarbalihits

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, membuka Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan Tahun 2025 dengan menegaskan bahwa pemberantasan mafia tanah memerlukan kolaborasi yang solid antar-institusi. Acara tersebut digelar di Jakarta pada Rabu (03/12/2025) dan dihadiri oleh berbagai unsur aparat penegak hukum (APH) dari pusat hingga daerah.

Dalam sambutannya, Menteri Nusron menyampaikan bahwa kejahatan pertanahan merupakan kejahatan yang terus berkembang, semakin kompleks, dan melibatkan jaringan yang terstruktur. Karena itu, ia menekankan bahwa penanganannya tidak bisa dilakukan secara sektoral oleh satu lembaga saja.

“Untuk memberantas praktik mafia tanah, yang sindikatnya sudah terstruktur dan sistematis masuk di semua kehidupan, bukan hanya tugas sektoral Kementerian ATR/BPN, melainkan agenda strategis nasional. Karena itu, membutuhkan kolaborasi bersama, lebih-lebih kolaborasi antara ATR/BPN dengan Bapak/Ibu yang ada di APH,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi yang kuat dan pertukaran informasi yang cepat antara ATR/BPN, kepolisian, kejaksaan, serta lembaga terkait lainnya menjadi kunci dalam mendeteksi dan menindak pelaku mafia tanah. Upaya ini tidak hanya untuk memberikan efek jera, tetapi juga memastikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Rapat Koordinasi Tahun 2025 ini menjadi momentum untuk menyusun langkah-langkah strategis dan teknis dalam memperkuat pencegahan tindak pidana pertanahan, termasuk pengawasan, penindakan, serta peningkatan integritas aparatur di berbagai lini.

Dengan kolaborasi yang semakin erat, pemerintah berharap praktik mafia tanah dapat ditekan secara signifikan demi terciptanya tata kelola pertanahan yang bersih, aman, dan berpihak kepada masyarakat. (r)

Related Posts