February 1, 2026
Daerah

Sterilisasi dan Vaksinasi Rabies Gratis Meriahkan HUT Mangupura ke-16, Ribuan Warga Badung Antusias

Badung-kabarbalihits

Semarak perayaan HUT ke-16 Kota Mangupura tidak hanya dipenuhi agenda seremoni. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menghadirkan kegiatan yang dinanti masyarakat, yakni sterilisasi dan vaksinasi rabies gratis bagi anjing dan kucing peliharaan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (22/11) di Mangupura Vet Care ini disambut luar biasa oleh warga. Sejak pagi, masyarakat terlihat datang bergantian membawa hewan kesayangannya untuk mendapatkan layanan kesehatan hewan tanpa biaya.

Program ini menjadi bagian dari rangkaian HUT Mangupura ke-16 sekaligus wujud komitmen pemerintah daerah dalam mengantisipasi penyebaran rabies. Badung sebagai salah satu destinasi wisata utama di Bali memiliki kepentingan besar dalam menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan maupun masyarakat lokal. Antusiasme warga yang memadati lokasi kegiatan menegaskan betapa tingginya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan peliharaan serta pentingnya pencegahan rabies.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Dr. I Wayan Wijana, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar layanan kesehatan hewan, tetapi strategi pengendalian penyakit yang terukur. “Oleh karena itu kita berupaya untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan para wisatawan yang berkunjung ke Badung. Salah satunya adalah bagaimana kita menekan kasus rabies melalui kegiatan vaksinasi dan juga sterilisasi,” ujarnya.

Menurut Wijana, sterilisasi menjadi langkah penting dalam mengendalikan populasi anjing di Badung, terutama di wilayah dengan jumlah anjing liar yang cukup tinggi. Selain sterilisasi, vaksinasi rabies rutin juga terus dilakukan setiap tahun. Ia menyebutkan bahwa capaian vaksinasi rabies di Badung tergolong tinggi secara nasional. “Rata-rata cakupan vaksinasi rabies kita di atas 80 persen, sementara standar nasional itu 70 persen. Sampai November ini capaian sudah mencapai 84 persen dari total 98 ribu populasi HPR di Badung,” jelasnya.

Baca Juga :  Sosialisasi Penguatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK

Dinas Pertanian dan Pangan juga memiliki tim unit reaksi cepat untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keberadaan anjing liar. Melalui mobil khusus, tim turun langsung ke lapangan untuk melakukan vaksinasi maupun penanganan lain yang dibutuhkan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menekan penyebaran virus, sekaligus memastikan masyarakat merasa aman. Ke depan, program serupa akan terus dilanjutkan dan diarahkan ke desa-desa dengan populasi anjing yang besar.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari legislatif. Ketua Komisi II DPRD Badung, Made Sada, mengapresiasi langkah Dinas Pertanian dan Pangan dalam menjaga kesehatan hewan dan mencegah rabies. “Kegiatan ini sudah sangat baik. Vaksinasi telah dilakukan secara rutin, dan masyarakat yang membutuhkan layanan di luar kegiatan ini dapat mengajukan permohonan langsung ke Dinas Pertanian dan Pangan,” ujarnya.

Tidak hanya pemerintah, masyarakat pun merasakan manfaat nyata dari kegiatan ini. I Gede Priantara, salah satu warga yang datang membawa hewan peliharaannya, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Dengan adanya kegiatan ini sangat membantu kami menjaga hewan peliharaan biar lebih sehat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, terutama untuk membantu sterilisasi,” ungkapnya dengan penuh antusias.

Melalui kegiatan yang tepat sasaran ini, Pemerintah Kabupaten Badung kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi kesehatan masyarakat dan hewan, sekaligus menjaga citra daerah sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman. Semangat kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat menjadi pondasi penting dalam mewujudkan Badung bebas rabies di masa depan.(kbh2)

Related Posts