February 2, 2026
Daerah

Parum Agung Desa Adat Tanjung Benoa, Jro Bandesa Made Wijaya Tegaskan Komitmen Sejahterakan Krama

Badung – kabarbalihits

Selain komitmen untuk totalitas mensejahterakan krama yang terus diwujudnyatakan dan ditingkatkan. Bandesa Adat Tanjung Bandesa Made Wijaya juga senantiasa melakukan evaluasi terhadap program maupun inovasi untuk kemajuan desa adat yang dikenal dengan wisata baharinya yang telah mendunia.

Hal ini terungkap saat Parum Agung Krama Desa Adat Tanjung bertepatan dengan hari Raya Galungan di Bale Banjar Tengah Desa Adat Tanjung Benoa, Rabu malam 19 Nobember 2025. Parum Agung Krama Desa Adat Tanjung Benoa yang diikuti krama dari empat banjar di desa adat tersebut menjadi hal menarik, sebab setiap peserta diberikan uang kehadiran sebesar Rp 150 ribu dan voucher belanja senilai Rp 100 ribu dari tenten mart yang merupakan padruwen Desa Adat Tanjung Benoa dibawah naungan BUPDA.

Bandesa Adat Tanjung Benoa, I Made Wijaya, SE menyatakan Parum Agung dilakasanakan bertrpatan dengan Hari Raya Galungan. Parum agung lanjut Pak Yonda sapaan populer Made Wijaya merupakan wahana untuk menyampaikan laporan keungan bajk pemasukan dan pengeluaran desa adat hingga program kerja dirinya selaku bandesa bersama prajuru.
“Astungkara kami bersama prajuru telah usai melakukan parum agung bersama krama agung Desa Adat Tanjung Benoa. Kami telah menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran desa adat,”ungkap Made Wijaya.

Pada parum agung kali ini, Made Wijaya juga memohon persetujuan krama agung Desa Adat Tanjung Benoa berkaitan dengan evaluasi pelaksanaan parum agung yang tidak lagi dilaksanakan pada Buda Kliwon Wuku Dungulan Hari Raya Galungan. “Dan ini sudah mendapat persetujuan dari krama. Hal ini menjadibahasan utama sesuai yang telah tersurat di awig-awig. Kami sudah mendapatkan legitimasi dari krama,”paparnya.

Krama menerima uang kehadiran dan voucher belanja usai Parum Agung

Krama menerima uang kehadiran dan voucher belanja usai Parum Agung

Made Wijaya juga memaparkan sejumlah capain program kerja yang telah dinikmati dan dirasakan Krama Agung Desa Adat Tanjung Benoa diantaranya santunan kematian (kelayu sekar) senilai Rp 15 juta per krama berupa banten upakara. HUNGGA Iktober 2025 Desa Adat Tanjung Benoa yelah mengucurkan dana sebesar Rp1,4 Miliar lebih. Selain itu, agenda rutin berupa Pembagian daging ayam dan uang bumbu pada hari Penyajaan Galungan serta Daging Babi 2kg setiap Hari Raya Nyepi juga telah dilakukan sejak kepemimpinan dirinya yang dimulai tahun 2016.

Baca Juga :  Tinjau Kawasan Pantai Jerman, Wapres Ma'ruf Amin Dukung UMKM di Bali

Made Wijaya yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Badung ini mengapresiasi kehadiran krama pada parum agung yang mencapai 98 persen lebih dari empat banjar di Desa Adat Tanjung Benoa. “Dengan kehadiran krama ini, evaluasi dan perubahan yang kami lakukan mendapatkan legitimasi dari krama untuk mewujudkan Desa Adat Tanjung Benoa yang leih baik,”harapnya.

Didampingi sejumlah prajuru, Made Wijaya juga kembali menegaksan komitmen untuk senantiasa menjngkatkan kesejahtrraan krama, melalui penggalian dan pengelolaan potensi yang dimiliki Desa Adat Tanjung Benoa. “Kami berupaya enam bulan yang akan datang, kami akan meningkatkan oli-olihan kepada krama menjelang hari raya,”tegasnya.

Seusai parum agung, Krama Desa Adat Tanjung Benoa yang berasal dari empat banjar yang ada ini secara tertib mengantri untuk mendapatkan uang kehadiran Rp 150 ribu dan voucher belanja senilai Rp 100 ribu di Tenten Mart.Selain itu banjar dengan kehadiran terbanyak pada parum agung juga mendapatkan uang tunai sebagai motivasi kepada krama banjar.kbh6

Related Posts