November 3, 2026
Daerah Peristiwa

CCTV Rusak atau Tidak? Polisi dan Unud Beri Keterangan Berbeda

Denpasar-Kabarbalihits

Keterangan berbeda dari pihak kepolisian dan Universitas Udayana (Unud) membuat awak media kebingungan dalam menelusuri kejelasan kasus kematian Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud, yang diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai 4 gedung kampus pada Rabu (15/10).

Pada Senin (20/10), baik polisi maupun pihak Unud sama-sama memberikan penjelasan terkait kondisi kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Namun, pernyataan keduanya justru saling bertolak belakang.

Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Dewi Pascarani, menjelaskan bahwa seluruh CCTV di Gedung FISIP berfungsi dengan baik, meski tidak semua area tertangkap kamera.

“CCTV kami berfungsi dengan baik, namun ada blind spot yang tidak bisa menangkap kejadian secara utuh. Almarhum sempat terekam berjalan di lorong, tetapi setelah itu tidak tertangkap lagi kamera. Ini juga sudah dicek bersama pihak kepolisian,” jelas Dewi.

Ia menegaskan bahwa rekaman CCTV di lantai 4 juga dalam kondisi normal.

“Kami baru saja membuka rekaman CCTV-nya. Jadi tidak ada yang rusak,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi soal pernyataan pihak kepolisian yang menyebut CCTV lantai 4 rusak, Dewi dengan tegas membantah.

“tidak ada, salah itu. Kalau saya sudah cek sendiri dan hasilnya ada tangkapan hasil cctv ya,” tegasnya.

Namun, keterangan berbeda disampaikan oleh Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi. Ia menyebut, berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, CCTV di lantai 4 tempat korban ditemukan memang tidak berfungsi.

“Memang di lantai 4 ada CCTV, tapi rusak. Kami sudah koordinasi dengan pihak kampus, dan kerusakannya diperkirakan sejak tahun 2023,” jelas Kompol Laksmi.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan CCTV di area lobi kampus, Timothy terlihat datang seorang diri dan naik lift menuju lantai 4. Saksi juga melihat korban keluar dari lift dan duduk di lokasi tempat ditemukannya tas serta sepatu miliknya. Namun, tidak ada saksi yang melihat langsung momen korban jatuh.

Baca Juga :  Wabup Suiasa Sosialisasikan Realisasi Program Sinkronisasi dan Konsolidasi Dengan Aturan Pusat

Di tengah simpang siur informasi ini, pihak Unud meminta publik untuk menahan diri dan tidak berspekulasi. (kbh1)

Related Posts