April 21, 2024
Pendidikan

PPDM di Desa Gelgel, Kolaborasi Pekerja Tenun Songket Dengan Pengerajin Sebagai Inovasi Industri Kreatif

Klungkung-kabarbalihits

Dalam upaya melestarikan warisan budaya Bali yang kaya dan unik, sebuah program inovatif telah dijalankan oleh Universitas Warmadewa. Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang melibatkan pekerja tenun songket dan pengrajin di Desa Gelgel, Klungkung, telah berhasil menciptakan langkah-langkah baru dalam industri kreatif desa.

Berfokus pada perspektif hukum ketenagakerjaan, akademisi seperti Dr. Ni Komang Arini Styawati, SH.M.Hum, Dr. Dra. Anak Agung Rai Sita Laksmi, MSi, Dr. I Ketut Kasta Arya Wijaya, SH.M.Hum, Dr. Ni Wayan Sitiari, SE.,MM dan I Gusti Putu Ghosadhira Vedhastama dari Universitas Warmadewa, telah berkolaborasi dalam program ini.

Terletak 26 kilometer sebelah timur Kota Denpasar, Desa Gelgel memiliki luas wilayah yang mencakup lebih dari 4.800 meter persegi. Desa ini terkenal dengan kain tradisional Bali, songket, yang dibuat dengan proses menenun manual yang membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra. Meskipun menenun songket adalah kerajinan yang mengasyikkan, generasi muda cenderung kurang tertarik untuk menjalankannya. Akibatnya, kerajinan ini mulai terancam.

Namun, berkat upaya kolaboratif antara pekerja tenun songket dan pengrajin, serta dukungan dari program PPDM, songket Gelgel tetap bertahan sebagai produk unggulan dalam industri kreatif. Meskipun tantangan penjualan hadir, terutama di luar musim upacara keagamaan, permintaan masih ada. Upacara pernikahan dan ritual keagamaan Hindu di Bali menjadi momen penting di mana penjualan songket meningkat.

Salah satu masalah yang dihadapi mitra adalah penjualan kain songket yang tidak stabil. Kain songket memiliki pola khas yang unik, tetapi hadirnya kain pabrikan dengan harga lebih terjangkau telah mengancam daya tariknya. Kolaborasi yang lebih terintegrasi antara penenun songket dan pengrajin menjadi hal yang ditekankan, untuk menjaga keunikan budaya ini serta memberikan perlindungan hukum.

Baca Juga :  Buka HLM TPID Badung, Wabup. Suiasa Minta TPID Atensi Kenaikan Harga Menjelang Nataru

Melalui program ini, tujuan mulia telah dicapai. Selain membantu para penenun songket untuk bersaing di pasar global, program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya melestarikan warisan budaya. Para pemuda diharapkan akan terlibat lebih aktif dalam usaha-usaha tenun songket atau endek.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga membantu menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis antara pengusaha dan pekerja. Dengan demikian, nilai-nilai Pancasila tentang kerjasama dan saling mendukung tercermin dalam hubungan industrial yang terbangun.

Dalam usaha memastikan kelangsungan program ini, evaluasi terencana akan dilakukan. Dengan mengukur keterlibatan dan peran mitra, serta capaian program, diharapkan tujuan dari program PPDM ini dapat terus terwujud. Seiring dengan semakin berkembangnya industri kreatif di Desa Gelgel, kerajinan tenun songket dan pengrajinnya akan terus menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Bali yang tak ternilai.(r)

Related Posts