January 31, 2023
Daerah Ekonomi

Jangan Buang Minyak Jelantah, Manfaatkan Jadi Lilin

Denpasar-kabarbalihits

Tidak sedikit masyarakat masih menggunakan minyak jelantah untuk mengolah makanan sebagai media penggorengan karena alasan penghematan, padahal minyak jelantah diketahui berbahaya bagi kesehatan. 

Sehingga diperlukan penanganan khusus agar minyak jelantah menjadi bermanfaat dan tidak menimbulkan kerugian dari segi kesehatan, dan lingkungan. 

Kini, kreativitas memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin mulai ditekuni oleh beberapa orang sebagai usaha sampingan, termasuk yang dilakukan seorang pebisnis bernama Yunia Nurbaiti (30). 

Pembuatan lilin dari minyak jelantah ini dimulai sejak tahun 2021, yang berawal dari pengalaman pribadinya saat usai memasak menggunakan minyak goreng dibuang begitu saja ke saluran pembuangan air. Selanjutnya ia memanfaatkan mesin pencari untuk mencari pembahasan pemanfaatan dari minyak jelantah. 

“Nah saya searching, bagaimana minyak jelantah yang biasa saya buang dibuat sesuatu. Saya kreativitasi minyak itu salah satunya saya jadikan lilin aroma terapi,” katanya saat ditemui di tempat usahanya, Sinar Bumi Menghijau (SBM), Jalan Pulau Singkep, Gang 12, Pedungan, Denpasar Selatan (13/1/2023). 

Tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai lilin, minyak jelantah juga bisa diproduksi sebagai produk biodiesel dan sabun padat maupun cair, namun Yunia lebih memilih memproduksi lilin aroma terapi. 

Diakui lilin aroma terapi hasil kreativitasnya berfungsi sebagai relaksasi memberikan kenyamanan, dan bisa dijadikan sebagai souvenir maupun hampers. 

“Lilin itu juga kita buatkan jadi hampers, untuk ulang tahun juga bisa, wedding,” ujarnya. 

Untuk komposisi pembuatan lilin aroma terapi ini, digunakan minyak jelantah sebanyak 60 persen dicampurkan 30 persen paraffin atau beeswax dan ditambahkan ekstrak minyak berbagai aroma. 

“Misalnya mau harum-haruman, essential oil-nya bisa lavender, atau lotus kita bisa tambahin. Untuk dirumah yang ada bisa pakai crayon (pewarna gambar) bisa dicampurin atau pewarna kue,” jelasnya. 

Baca Juga :  Salam Dari Binjai

Sementara, untuk menghilangkan bau tengik dari minyak jelantah disiasati dengan cara mencampurkan rendaman daun suji atau daun pandan. 

Yunia juga membagikan cara pembuatan lilin aroma terapi ini dengan menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit. Langkah awal, minyak jelantah dituangkan dan disaring pada wadah panci. Kemudian minyak jelantah dipanaskan dicampur dengan paraffin atau beeswax, bersama pewarna makanan sembari diaduk pelan pelan. 

Setelah mendidih, campuran tersebut dituangkan dan didinginkan ke media untuk mengeraskan lilin, bisa ditempatkan di toples kaca atau wadah lainnya. 

Agar terlihat lebih menarik, Yunia membubuhkan potongan-potongan plastik kecil aneka warna, dan bunga kering yang dimasukkan ke dalam lilin. 

Lilin aroma terapi buatan Yunia ini telah dipesan banyak orang hingga masuk ke Hotel di wilayah Ubud dan acara ulang tahun anak-anak. Dimana lilin-lilin ini dijual dari harga Rp.15000 sampai Rp. 50.000 dengan omzet yang diraih mencapai 5 juta per bulan. 

“Harga dari 15 ribu hingga 50 ribu. Kita produksi bisa sampai 100-150 pcs per minggu,” ucapnya. 

Ia pun berani membandingkan kualitas dengan lilin yang dijual di pasaran, bahwa lilin aroma terapi buatannya lebih baik hasilnya. 

Tidak semata menghasilkan uang, namun ditekankan misi yang diperjuangkan adalah bersama sama untuk tidak membuang minyak jelantah dan pemurnian minyak jelantah bukan untuk konsumsi lagi. Karena minyak jelantah bisa dimanfaatkan produksi produk non pangan. (kbh1)

Related Posts