May 23, 2022
Daerah Kesehatan

Merasa ‘Dicovidkan’ Ibu Rumah Tangga di Denpasar Protes, Dewa Rai Imbau Jangan Panik Berlebih

Denpasar-kabarbalihits

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tinggal di wilayah Padangsambian, Denpasar Barat, Siti Herlina (41) merasa ‘dicovidkan’ oleh Satgas Penanganan Covid-19. Dimana secara tiba-tiba, Siti menerima pesan singkat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada Selasa, (3/8), bahwa dirinya dinyatakan positif Covid-19.

Siti Herlina menyampaikan bahwa hasil tes antigennya negatif saat dilakukan di Puskesmas Denpasar Barat II tanggal 31 Juli 2021 lalu.

Sehingga pihak keluarga mempertanyakan asal-usul pesan singkat dari Kemenkes yang menyatakan Siti Herlina positif Covid-19.

“Kita melakukan tes saat itu hasilnya negatif, kita hanya disuru isoman (isolasi mandiri) 5 hari. Setelah itu disuru tes ulang, setelah tanggal 31, di tanggal 3 sekitar jam 3an saya dapat sms dari Kemenkes menyatakan kalau saya Positif, saya kaget. Darimana bisa menyatakan saya positf, karena jelas-jelas saya sudah negatif,” Ucap Siti Herlina ketika ditemui dikediamannya, (6/8). 

Setelah mendapat pesan singkat tersebut, Siti tidak melakukan tes ulang kembali, justru kabar tersebut membuat penyakit asam lambungnya kambuh. 

“Punya penyakit asam lambung langsung naik, ya jadi panik,” Katanya. 

Secara detail Lina membeberkan kejadian ini berawal dari salah satu anaknya mengalami batuk-batuk dan mempunyai kecurigaan terpapar virus Covid-19. Kemudian dilakukan tes PCR pada tanggal 10 Juli 2021, namun hasilnya negatif pada tanggal 11 Juli. 

“Tapi dia merasa badannya tidak enak, akhirnya dia isolasi mandiri di rumah. Setelah badan sudah enak dia memastikan untuk tes PCR di tanggal 25 juli. Hasil tanggal 26 positif, langsung isolasi pakai masker seperti biasa,” Ujarnya. 

Dilanjutkan pada tanggal 30 Juli dari pihak tim satgas penanganan Covid-19 datang kerumahnya memberikan informasi bahwa anaknya diharuskan melakukan isolasi terpusat di Hotel. Sehingga seluruh keluarga juga melakukan test antigen untuk memastikan apakah terpapar atau tidak. 

“Sesuai arahan kita tes ke Puskesmas Denpasar II di tanggal 31 Juli 2021 dan hasilnya negatif,” Tegasnya. 

Kemudian Siti menolak untuk di tes kembali yang dianjurkan karena ia merasa takut datanya dimanipulasi. 

“Takut nanti data saya di manipulasi untuk pasien covid lagi, jadi saya menolak untuk di tes ulang,” Imbuhnya. 

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga pun protes karena tidak ada bukti yang menyatakan Siti Herlina positif Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai ketika dikonfirmasi menyatakan sebaiknya tidak panik berlebihan, dan menyikapi hal ini dengan tenang.

“Bisa jadi terjadi kesalahan hasilnya, oleh karena itu kami menghimbau kepada masyarakat kota denpasar menyikapi hal ini dengan tenang. Sebenarnya kami di satgas dan seluruh tim medis kesehatan berusaha sekuat tenaga berbuat yang terbaik untuk masyarakat dalam upaya untuk mencegah penyebaran dan penularan covid-19,” Jelasnya. 

Disampaikan kasus positif covid-19 dalam beberapa bulan terakhir di denpasar masih cukup tinggi. Masyarakat diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan, karena banyak ditemukan klaster-klaster rumah tangga atau keluarga yang penyebarannya begitu masif.

“Jika kita mendapatkan hasil dinyatakan positif, baik rapid ataupun swab PCR masyarakat harus tenang tidak perlu khawatir berlebihan, jadi tinggal melapor kepada satgas akan diambil langkah-langkah penanganan, perawatan isolasi terpusat ataupun perawatan di rumah sakit,” Pungkasnya. 

Atas kejadian ini diharapkan pihak keluarga Siti Herlina untuk melakukan isolasi mandiri, karena diketahui salah satu keluarganya yang terpapar virus Covid-19. 

“Disini artinya sudah ada kontak erat pasien covid-19, tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Tujuannya untuk melindungi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan lingkungan,” Tambahnya. 

Baca Juga :  Jerinx Bebas, Ini Kata Kalapas Kerobokan

Dinilai, adanya OTG (orang tanpa gejala) saat terpapar virus covid-19 ketika dites tidak ditemukan hasil positif karena adanya masa inkubasi. 

“Inkubasi 1 sampai 14 hari, oleh karena itu dari beberapa hari kita harapkan melakukan isolasi mandiri,” Tegasnya. (kbh1)

Related Posts