August 1, 2021
Pendidikan Seni Budaya

Warmadewa Research Centre (WaRC) Keluarkan Hasil Riset PKB 2021

Denpasar-kabarbalihits

Warmadewa Research Centre (WaRC) berpartisipasi dalam pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2019. Pada tahun lalu,kegiatan PKB tidak diselenggarakan karena pandemic Covid-19. Meski Pandemi belum berakhir, di tahun 2021 Pesta Kesenian Bali diputuskan untuk tetap dilaksanakan dengan beberapa penyesuaian.

Tim dari Warmadewa Research Centre kembali melakukan evaluasi. Kegiatan tahun ini dilakukan dengan program dalam jaringan (daring) serta luar jaringan (luring). Tim Peneliti terdiri dari Gede Maha Putra, Ph.D, Dr. Ketut Darma dan Agung Parameswara. Beberapa pertunjukan disiarkan secara langsung melalui berbagai kanal: youtube, TVRI, BaliTV serta RRI. Cara ini ditempuh sebagai antisipasi kemungkinan menyebarnya virus akibat kerumunan penonton. Selain itu, dengan cara disiarkan secara langsung maka sebaran penonton yang hendak dijangkau juga semakin luas. Selain pertunjukan. beberapa lomba juga dilangsungkan dengan cara serupa.

Pertunjukan-pertunjukan secara langsung di area Taman Budaya juga dilakukan dalam skala terbatas. pertunjukan pertunjukan yang termasuk dalam kategori ini mengundang penonton. Hadirnya penonton diharapkan mampu memberi dampak positif bagi peserta pameran. Kegiatan pameran kerajinan yang melibatkan IKM tetap diselenggarakan pada area PKB dengan penerapan protocol kesehatan bagi peserta, pameran maupun pengunjung.

Survey dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat, seniman, dan peserta pameran IKM terhadap pelaksanaan PKB XLIII 2021 yang dilakukan secara daring dan luring. Skala linkert dari satu sampai lima digunakan untuk mengetahui persepsi masyarakat yang selanjutnya dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Pada pelaksanaan survey diklasifikasi kepada tiga kelompok responden. Pertama adalah kelompok masyarakat yang terdiri dari pengunjung di Taman Werdhi Budaya Art Centre, penonton di siaran youtube dan on air, dan pengunjung pameran IKM. Kedua adalah kelompok seniman yang terdiri dari seniman pentas online dan seniman pentas langsung di Ardha Candra. Ketiga adalah para peserta pameran IKM, peserta lomba pentas yang telah disiarkan secara online dan peserta lomba pentas langsung.

Dalam menentukan sampel dari populasi, pada responden pengunjung PKB dan pameran IKM dilakukan menggunakan Quota sampling (non-probabilitas) minimal 400 responden dengan tingkat signifikansi 5%. Selanjutnya responden kepada masyarakat penonton PKB secara daring Menggunakan Quota sampling (non-probabilitas) minimal 400 responden dengan tingkat signifikansi 5%. Pada kelompok seniman menggunakan purposive samping kepada para seniman yaitu seniman tabuh, tari, tembang, dalang. Pada kelompok peserta pameran IKM digunakan metode sensus terhadap semua peserta pameran.

Survey juga dilakukan untuk mengetahui persepsi para pengunjung, seniman, dan peserta pameran IKM terhadap protokol kesehatan selama pelaksanaan PKB XLIII 2021. Survey dilaksanakan dari tanggal 12 juni hingga 03 Juli 2021 melalui sistem online dan penyebaran kuisioner secara langsung di Ardha Candra dengan total responden sebanyak 1518 orang dengan rincian sebagai berikut:

Responden masyarakat yang menonton daring sebanyak 414 orang, Responden pengunjung PKB dan pameran IKM di Taman Budaya Art Centre sebanyak 744 orang. Responden terhadap seniman yang pentas di Taman Budaya Art Centre sebanyak 200 orang, peserta lomba seni 62 orang dan seniman yang merespon survey secara online sebanyak 59 orang. Peserta pameran IKM sebanyak 39 peserta. Survey dilakukan pada akhir minggu pelaksanaan PKB dan pemberlakukan PPKM yang ditetapkan pada tanggal 03 Juli 2021, sehingga tidak sesuai dengan target.

Baca Juga :  Denpasar Tuan Rumah Kegiatan Peringatan Hari Anak Sedunia Tahun 2020

Seniman tampil secara daring dan luring, selain pementasan seni pertunjukan, terdapat pula lomba-lomba yang diselenggarakan selama PKB. Secara umum, baik seniman yang pentas daring, luring dan peserta lomba memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan PKB.

Hal ini bisa saja terjadi karena tahun lalu mereka tidak bisa tampil dan sekarang ada upaya untuk melaksanakan PKB dengan cara menyesuaikan kondisi masa pandemic. Para seniman juga penunjukkan apresiasi atas pilihan tema yang dipandang sesuai dengan kondisi dan mereka mampu menampilkan pentas dengan tema yang ditetapkan oleh panitia. Meski demikian, tampil secara langsung di panggung dengan kehadiran penonton masih sangat diharapkan. Hal ini ditunjukkan dari respons seniman yang tampil secara daring. Kelompok seniman ini mengaku tidak puas jika penampilannya tidak disaksikan oleh penonton dan hanya ditampilkan melalui rekaman. Seniman tradisional masih membutuhkan penyesuaian untuk bisa tampil secara daring. Tema Pesta Kesenian Bali tahun ini dinilai oleh seniman yang tampil secara daring sangat baik. Proporsi nya mencapai 52.54%. jika ditambahkan dengan yang mengatakan tema PKB ‘baik” yang sebesar 42.37%, maka tingkat kepuasan seniman terhadap tema PKB tahun ini sebesar 94.91%. ini adalah proporsi kepuasan yang sangat besar.

Responden menyebutkan bahwa kualitas tampilan siaran secara daring sangat baik. Mayoritas (lebih dari 80%) mengatakan siaran dapat dinikmati dengan memuaskan atau sangat memuaskan. Hanya kurang dari 5% yang mengatakan bahwa tampilan siaran lewat media daring kurang berkualitas. Meski mendapat apresiasi, tingkat kepuasan menonton secara daring masih dikritisi oleh sebagain penonton. Sekitar 20% penonton (80 orang responden) mengatakan bahwa pengalaman menonton secara daring tidak memuaskan. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh atmosfer pertunjukan yang tidak dapat dirasakan oleh penonton. Sehingga, sebagain besar responden (378 dari 414) lebih memilih agar pertunjukan dipentaskan dan ditonton secara langsung di Taman Budaya. Namun model ini memiliki keterbatasan jangkauan penonton. Untuk itu, alternative lainnya adalah mementaskan pertunjukan secara langsung sekaligus juga manayangkannya di kanal-kanal siaran daring. Ide ini didukung oleh 92% (380 orang dari 414) responden.

Meski dari hasil observasi menunjukkan bahwa jumlah pengunjung sangat jauh merosot, peserta pameran IKM tetap menghargai upaya pemerintah untuk melaksanakan PKB di tengah pandemi yang sedang merebak dan memaksa pembatasan kegiatan. Jumlah peserta yang menyatakan dukungan pada pelaksanaan PKB di masa pandemic adalah sebanyak 35 dari 39 IKM. Apresiasi pengunjung IKM pada PKB XLIII Tahun 2021 didominasi persepsi baik dan sangat baik. Apresiasi baik memiliki persentasi paling tinggi sebesar 55,41 persen. Sedangkan, persentasi apresiasi sangat baik para seniman sebesar 34,56 persen.

Disisi lain, pengunjung juga menganggap biasa saja sebesar 6,33 persen, tidak baik 2,90 persen, dan sangat tidak baik sebesar 0,79 persen. Jumlah pengunjung pameran IKM yang berhasil diwawancara adalah 381 orang. Karena adanya pembatasan kegiatan, maka jumlah terbesar responden berasal dari kota Denpasar dan Kabupaten Badung, dua wilayah yang paling dekat dengan area PKB. Dalam proporsi yang tidak terlalu besar, terdapat pengunjung dari luar Bali (2.08%). Hampir serupa dengan pendapat dari kelompok responden yang lain, pengunjung pameran IKM juga mendukung upaya pemerintah untuk tetap malaksanakan PKB. Hampir 90 persen pengunjung pameran mengatakan upaya ini sebagai hal yang sangat positif. Pendapat responden terhadap harga barang-barang kerajinan yang dijual di PKB cukup beragam. Responden yang menyatakan harga barang di PKB tidak jauh berbeda dengan harga di luar arena PKB sebesar 33.69%. proporsi terbesar dari pengunjung IKM menyatakan bahwa harga di PKB terjangkau sebesar 48.81% atau hamper dari setengah jumlah responden. Yang menyatakan harga di area PKB sangat terjangkau sebesar 11.41%. Jika yang menyatakan harga di PKB terjangkau dan sangat terjangkau dijumlahkan, maka proporsinya menjadi 60.22%. hal ini menunjukkan bahwa masyarakat menganggap harga di PKB lebih murah dan terjangkau. Selain harga produk, salah satu daya tarik dari pameran IKM adalah variasi komoditas yang dipamerkan. Dari total responden pengunjung pameran, hanya 14 orang yang menyatakan produk yang dijual kurang beragam. Sementara 73 orang menyatakan ragam produk yang dijual biasa saja. Proporsi responden yang menyebutkan bahwa barang di area pameran IKM sudah beragam, bahkan sangat beragam, lebih dominan, sebesar 77.05%. Hal ini menunjukkan, di mata responden, keragaman produk yang dipamerkan dan dijual sudah cukup baik. Meski demikian, masih ada ruang untuk melakukan peningkatan keragaman.

Survey yang dilaksanakan selama tiga minggu dari empat minggu pelaksanaan Pesta Kesenian Bali menunjukkan bahwa masyarakat menilai pelaksanaan PKB sebagai upaya yang baik di tengah pandemi. Hal ini diekspresikan oleh sebagian besar responden yang terlibat di dalam survey yang dilaksanakan oleh Warmadewa Research Centre. 

Masyarakat sudah mulai bisa menerima bahwa sebagian pertunjukan memang harus dilakukan secara online atau daring. Meski demikian, pertunjukan di area Taman Budaya dengan kehadiran penonton secara langsung masih didambakan oleh masyarakat. Keadaan pandemic menjadi penyebab dilakukannya pementasan dalam dua model: daring dan luring. Hal ini berpengaruh pada pengalaman yang dirasakan baik oleh seniman maupun oleh penonton. Sebagain seniman merasa kurang nyaman melaksanakan pentas tanpa kehadiran penonton. Demikian sebaliknya, penonton merasa ada kualitas yang tidak bias digantikan oleh pementasan secara daring. Mencari formula yang pas, memberi pengalaman yang baik bagi seniman dan penonton, menjadi tugas selanjutnya dari panitia PKB di masa yang akan datang. Evaluasi yang dilaksanakan oleh Tim Peneliti dari Warmadewa Research Centre memiliki keterbatasan. keterbatasan ini menjadi karakteristik dari metode survey yang dipilih dimana ia tidak mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas, mengukur impact penyelenggaraan setelah PKB berlalu dan mengukur ketercapaian tujuan PKB yang hendak dicapai.

Evaluasi yang lebih luas lagi, terutama menyangkut ketercapaian tujuan penyelenggaraan PKB, perlu dilakukan. Penelitian lanjutan ini perlu melibatkan masyarakat luas (termasuk yang tidak menonton penyelenggaraan), pengamat seni, pelaku bisnis pariwisata, serta masyarakat yang mungkin terimbas pelaksanaan kegiatan baik langsung maupun tidak langsung.

Metode-metode penelitian yang lebih beragam: wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, serta survey dengan jumlah responden yang lebih besar patut dipertimbangkan di masa mendatang.

Metode-metode analysis yang lebih rigorous akan menjamin bahwa evaluasi dapat menghasilkan simpulan yang lebih akurat sehingga berguna bagi perbaikan kualitas penyelenggaraan PKB dari tahun ke tahun. Meski demikian, hasil survey yang dilaksanakan kali ini dapat dipergunakan sebagai cerminan pelaksanaan tahun ini. Hasil ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi penyelenggaran PKB di masa yang akan datang.(kbh2)

Related Posts