April 15, 2021
Ekonomi

Perpanjangan PPKM Mikro di Badung Longgarkan Jam Buka Pedagang, Disel Astawa Sebut Langkah Maju Hidupkan UMKM, Harap Kran Wisdom Segera Dibuka

Badung-kabarbalihits

Plh Bupati Badung Wayan Adi Arnawa telah menandatangani Surat Edaran (SE) Nomor 944/547/Setda tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan dan Desa Adat Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Kabupaten Badung.

Namun pedagang yang ada di bumi keris bisa bernafas lega. Pasalnya waktu pedagang untuk buka tidak dibatasi, namun pembatasan tetap dilakukan untuk pembeli.

Pembatasan pembeli yang dimaksud, yakni pembeli tidak boleh makan ditempat lewat dari pukul 21.00 wita. Kendati demikian pedagang bisa menjual dagangannya dengan take away.

Langkah maju Plh Bupati Badung Wayan Adi Arnawa ditengah pandemi Covid-19 dengan mengeluarkan kebijakan, “Kelonggaran masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi tersebut, mendapat sambutan sejumlah kalangan, salah satunya Anggota DPRD Bali , I Wayan Disel Astawa, SE.

“Sangat tepat dalam memberikan kebijakan ditengah-tengah PPKM akibat Pandemi, kebijakan ini benar- benar pro masyarakat kecil yang sedang menjerit,” sebut Disel Astawa yang ditemui, Selasa (23/2).

Kebijakan lanjut Disel Astawa, tidak mesti “satu jalur”, diperlukan tikungan (perbedaan) dalam upaya memutar roda ekonomi masyarakat yang telah lama tersendat.

“SE memakai Endek setiap Selasa tentu baik untuk membangkitkan pengrajin Endek, tapi UMKM kan tidak hanya Pengrajin Endek, bagaimana dengan yang saudara-saudara kita yang lain, misalkan yang jualan nasi jinggo harus jamnya dibatasi,” beber Disel Astawa, sembari mengingatkan hendaknya pemerintah dalam mengeluarkan regulasi harus jelas dengan memperhatikan semua masyarakat tidak hanya pada satu sektor semata.

Ketua Partai DPC Gerindra Badung ini juga berharap pemerintah agar segera membuka kran wisatawan domestik dengan tetap menerapkan Prokes secara ketat sebagaimana kebijakan sebelumnya yakni New Normal.

“Ini tentu secara langsung akan mempercepat sektor UMKM menggeliat secara keseluruhan. Kehidupan di bali tertumpu pada kedatangan wisatawan yang berlibur sehingga petani sayur, peternak ayam bisa kembali menjual produknya ke hotel,” terangnya.

Baca Juga :  Pimpinan Dewan Apresiasi Kebijakan Bupati Giri Prasta Cairkan TPP, Parwata: Penghargaan Atas Dedikasi dan  Loyalitas ASN Badung

Secara Khusus Disel Astawa mengingatkan bahwa lahir, hidup dan mati bukan tanggung jawab pemerintah. Buktinya setahun Pandemi ini, pembagian BLT dan bantuan apapun namanya tidak merata bahkan cenderung tersendat -sendat,” tegasnya.

Disel Astawa yang juga Bendesa Adat Ungasan Kuta Selatan sangat menyesalkan terjadinya penyelewengan Dana PEN oleh oknum di Kabupaten Buleleng.

“Sangat miris mendengar dana PEN di korupsi padahal seperti kita ketahui dana PEN tujuannya untuk pemulihan ekonomi khususnya dibidang pariwisata, dana PEN itu kan dana pinjaman,” keluhnya mengakhiri.(kbh6)

 

Related Posts