
Dukung Terobosan Adi Arnawa, Anom Gumanti Harap SMK Pertanian Jadi Embrio Lahirnya Petani Modern Badung
Badung-kabarbalihits
Gagasan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa untuk memberikan fasilitas lahan praktik bagi setiap siswa jurusan pertanian mendapat dukungan positif dari Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti. Program yang dirancang untuk mendorong regenerasi petani tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam membangun sektor pertanian Badung yang lebih modern, produktif, dan berorientasi industri.
Sebelumnya, Bupati Adi Arnawa mengungkapkan rencana memfasilitasi setiap siswa yang menempuh pendidikan jurusan pertanian dengan satu bidang lahan yang dapat dikelola secara mandiri sebagai laboratorium praktik. Menariknya, seluruh hasil produksi dari lahan tersebut nantinya sepenuhnya menjadi hak siswa.
Menanggapi gagasan tersebut, Anom Gumanti menyatakan dukungan maksimal. Hal itu disampaikannya seusai menghadiri peringatan Hari Kopi Sedunia di Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Badung, Jumat (30/10).
Meski demikian, ia berharap rencana tersebut terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Bali, mengingat penyelenggaraan pendidikan tingkat SMK berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.
“Pertama, agar dikoordinasikan dulu dengan provinsi. Kemudian, ide yang sangat baik ini tentu akan membawa dampak kepada siswa kita. Harapan kita tidak hanya siswa saja, tetapi dari siswa ini juga bisa mengembangkan kepada seluruh petani kita,” ungkapnya.
Menurut Anom Gumanti, keberadaan lahan praktik tersebut tidak boleh hanya menjadi fasilitas pembelajaran bagi siswa. Lebih jauh, laboratorium lapangan itu diharapkan menjadi pusat pengembangan teknologi, pengetahuan, hingga inovasi produk pertanian yang nantinya dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat, khususnya para petani.
Dengan demikian, hasil pembelajaran di sekolah dapat menjadi embrio lahirnya inovasi pertanian yang memberikan manfaat lebih luas. Teknologi yang dikembangkan melalui laboratorium, kemudian dipraktikkan oleh siswa hingga menghasilkan produk, diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus referensi bagi petani di lapangan.
“Kita membutuhkan tenaga yang memiliki kemampuan di bidang teknis, serta pengetahuan tentang pertanian. Mudah-mudahan ini menjadi basis dari semua itu,” tegasnya.
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menekankan pentingnya membangun sektor pertanian dengan konsep industri yang terintegrasi. Menurutnya, pengembangan pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada sektor hulu atau kegiatan produksi semata, tetapi harus mampu menciptakan kesinambungan hingga sektor hilir, termasuk pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.
Karena itu, keberadaan sekolah kejuruan berbasis pertanian diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri pertanian ke depan.
Lebih dari sekadar meningkatkan keterampilan siswa, program tersebut juga diharapkan mampu mengubah cara pandang generasi muda terhadap profesi petani. Pertanian harus dibangun sebagai sektor yang menjanjikan secara ekonomi, memiliki nilai tambah, serta memberikan masa depan yang layak bagi generasi penerus.
“Cita-cita kita untuk menciptakan masyarakat yang bangga menjadi petani memang harus mulai dari SMK ini sebagai pionir-pionir,” pungkasnya. (kbh2)


