
Unwar Dipercaya Kementerian P2MI, Perkuat Kompetensi Pekerja Migran Indonesia ke Pasar Global
Denpasar-kabarbalihits
Universitas Warmadewa (Unwar) memperluas peluang kerja internasional bagi mahasiswa dan alumninya melalui kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta peresmian Warmadewa Migrant Center untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) RI, Drs. H. Mukhtarudin. Sementara itu, PKS ditandatangani Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Unwar, Prof. Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum., bersama Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dwi Setiawan Susanto, S.E., M.Si., Ak.
Rektor Unwar, Prof. Pandit, mengatakan kerja sama tersebut merupakan wujud kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing di pasar kerja global. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membekali calon pekerja migran dengan keterampilan, pengetahuan, serta pemahaman mengenai migrasi kerja yang aman dan terlindungi.
Unwar yang saat ini memiliki 14.460 mahasiswa, delapan fakultas, dan 30 program studi, serta telah meraih akreditasi institusi Unggul dari BAN-PT, berkomitmen memperluas akses mahasiswa dan alumni terhadap peluang kerja internasional.
Komitmen tersebut mulai diwujudkan melalui Warmadewa Migrant Center. Saat ini, sebanyak 20 CPMI mengikuti Program Peningkatan Kapasitas CPMI yang berlangsung pada 28 September hingga 10 November 2026. Program ini melibatkan dosen Unwar sebagai tutor untuk memberikan pembekalan kompetensi sekaligus edukasi mengenai prosedur bekerja di luar negeri secara aman.
“Bagi Universitas Warmadewa, kerja sama ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan mampu bersaing di pasar kerja internasional,” ujar Pandit.
Ia berharap keberadaan Warmadewa Migrant Center dapat membuka peluang lebih luas bagi lulusan dan alumni Unwar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara sesuai kompetensi dan bidang keilmuan masing-masing.
Pandit juga menegaskan bahwa MoU dan PKS tersebut harus ditindaklanjuti melalui program nyata dan berkelanjutan, sehingga tidak sekadar menjadi dokumen kerja sama. Selain meningkatkan daya saing lulusan, kolaborasi ini diharapkan memperkuat jejaring internasional serta mendukung pengembangan mutu institusi dan program studi.
Sementara itu, Menteri P2MI, Mukhtarudin, mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia. Salah satu fokusnya adalah mendorong peningkatan keterampilan pekerja migran dari kategori keterampilan rendah (low skill) menuju keterampilan menengah dan tinggi (medium and high skill).
“Ini bagian daripada kita menciptakan ekosistem dalam rangka peningkatan kapasitas pekerja migran. Kita harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pekerja migran kita, yang dari low skill menuju ke medium dan high skill,” ungkap Mukhtarudin.
Menurutnya, peningkatan kualitas pekerja migran membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kementerian dan lembaga, perguruan tinggi hingga lembaga pelatihan swasta. Karena itu, keterlibatan Unwar dinilai penting dalam menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
Mukhtarudin mengapresiasi langkah Unwar yang langsung merealisasikan kerja sama melalui berbagai kegiatan, termasuk peningkatan kapasitas CPMI, peresmian Warmadewa Migrant Center, serta pelaksanaan program SMK Go Global untuk angkatan pertama.
Ia menyebut jumlah peserta yang masih terbatas pada tahap awal bukan menjadi kendala. Pemerintah bahkan membuka peluang untuk meningkatkan jumlah peserta program pada 2027.
“Ke depan saya mempersiapkan seribu atau lebih untuk tahun 2027 untuk Warmadewa ataupun lembaga-lembaga yang lain,” katanya.
Mukhtarudin juga mengajak masyarakat untuk memandang bekerja di luar negeri sebagai pilihan pekerjaan yang terhormat, selama dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai prosedur. Menurutnya, keberangkatan secara prosedural menjadi aspek penting untuk memastikan pekerja migran mendapatkan pelindungan dari negara.
Dengan diresmikannya Warmadewa Migrant Center, Unwar diharapkan menjadi pusat edukasi, informasi, dan peningkatan kompetensi bagi mahasiswa, alumni, serta masyarakat yang ingin mengembangkan karier di luar negeri. Kehadiran pusat ini sekaligus memperluas akses terhadap informasi peluang kerja internasional dan mekanisme penempatan pekerja migran yang aman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si.; Inspektur Jenderal KP2MI, Komjen Pol. Drs. Mulia Hasudungan Ritonga, M.Si.; Anggota DPR RI Dapil Bali, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, S.M., M.M., M.Kes. dan I Gde Sumarjaya Linggih; Staf Khusus Menteri Bidang Koordinasi dan Penguatan Kerja Sama Internasional, Chandra Kusuma Dewi, S.E., S.Sos., M.Si.; Tenaga Ahli Utama Menteri, Egy Massadiah, S.Sos., M.I.K.; Kepala BP3MI Bali, Muhammad Iqbal, S.H., M.H.; Kadisnaker ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan; serta jajaran wakil rektor dan dekan di lingkungan Unwar.(kbh2)


