
Pemelastian Karya Agung Paibon Delod Bingin Ungasan Dirangkai “Angamet Sarining Tirta Amerta Marining Segara”
Badung – kabarbalihits
Upacara Pemelastian rangkaian Karya Mendak Nuntun, Nyegara Gunung, Nilapati Ngingkup Agung Ngenteg Ngelinggihang, Mapadudusan Agung serta Pujawali Paibon Delon Bingin Ungasan Bendesa Tangkas Kori Agung Gerih Desa Adat Ungasan dilaksanakan di Pantai Melasti Desa Adat Ungasan pada Anggara Pon Menail, 8 September 2026.
Dalam karya suci tersebut juga dilaksanakan ” Nunas Tirta Kamandalu (Angamet Sarining Tirta Amerta Marining Segara) yang didahului dengan ngaturang pakelem
menggunakan sarwa/serba hitam sesuai tingkatan upakara Nyatur Rebah.
Upacara diawali dengan Nedunang Pralingga Ida Bethara dan Dewata Dewati di Pura Paibon Delod Bingin Tangkas Kori Agung Bandesa Gerih.
Diikuti ratusan krama pengempon dan diiringi sabha pemangku Desa Adat Ungasan serta Seka Kidung, menjadikan nuansa upacara semakin sakral.
Manggala Prawartaka Karya Jro Mangku I Komang Gede Suastika menyampaikan pemelastian ini bertujuan membersihkan dan menyucikan Piranti upakara serta Pralingga Ida Bethara sebelum pelaksanaan puncak karya.
“Dengan tingkatan upakara Nyatur Rebah Pakelem menggunakan sarwa/serba hitam diantaranya Pulegembal hitam, suci hitam serta ayam berbulu hitam,”ungkapnya.
Pemelastian yang dilakukan di Pantai Melasti Desa Adat Ungasan sekaligus mempertegas bahwa keberadaan Pantai Melasti tidak hanya menjadi DTW yang telah mendunia, namun juga sebagai lokasi kegiatan keagamaan, adat, tradisi dan budaya.
Jro Komang Suastika didampingi sejumlah pengurus Paibon Delod Bingin Ungasan Tangkas Kori Agung Bandesa Gerih juga menjelaskan, Angamet Sarining Tirta Amerta Marining Segara (ditengah lautan) bertujuan memohon Amerta sebagai tirta sanjiwani, tirta amerta,tirta kamandalu, tirta kundalini serta tirta pawitra yang diyakini memberikan keselamatan, kesejahteraan serta penyakit -penyakit di bhuana alit dan bhuana agung menjadi sirna oleh Ida Sanghayang Widhi Wasa dalam manipestasi Ida Bethara Baruna.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Jro Mangku Gede I Wayan Disel Astawa selaku ketua Paibon sekaligus Bandesa Adat Ungasan dan Wakil Ketua DPRD Bali karena rangkaian upakara dan upacara yang kami laksanakan ini di back up total oleh beliau,” jelasnya.
Jro Komang Suastika menegaskan apa yang telah dilakukan Jro Disel Astawa pada pelaksanaan karya ini dengan totalitas dalam pembiayaan telah sejalan dengan konsep Angamet Sarining Amerta yakni membangun keselarasan. Dimana, Jro Disel Astawa dengan tulus ihklas memberikan/membantu dengan materi mewujudkan karya ini, dari pihak pengempon menyumbangkan tenaga sehingga karya agung memuliakan leluhur ini dapat memargi antar labda karya sidaning don.
“Ini keselarasan yang telah terbangun dan terjali di Paibon Delod Bingin Ungasan,”tegasnya.
Adapun pemuput upacara pemelastian ini yakni, Sang Yajamana Karya Ida Ratu Rsi Agung Nabe Wayahan Suta Dharma Jaya Giri Geria Gede Punduk Dawa.
Pada upacara pemlastian ini juga diiringi berbagai wali/tarian diantaranya Tari Rejang Dewa, Tari Rejang Segara serta Tari Topeng Sidakarya.
Sementara, Puncak Karya akan berlangsunhg pada Budha Cemeng Menail 9 September 2026 dengan pemuput karya Tri Sadhaka. Kbh6.


