November 2, 2026
Daerah Kesehatan

Dinkes Badung Perkuat Layanan Kesehatan 24 Jam, Wisatawan Jadi Prioritas

Badung-kabarbalihits

Tingginya arus wisatawan mancanegara ke Kabupaten Badung mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Badung memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan, khususnya dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan. Melalui sistem Badung Sehat, layanan kesehatan disiapkan selama 24 jam untuk menjamin masyarakat maupun wisatawan mendapatkan pertolongan medis secara cepat, aman, dan sesuai standar.

Penguatan layanan tersebut menjadi semakin penting mengingat Badung merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Badung, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui bandara tersebut telah mencapai 3.307.775 orang hingga Juli 2026.

Kepala Dinkes Kabupaten Badung, Dr. dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD., MARS., FINASIM., mengatakan kesiapsiagaan kesehatan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pariwisata berkualitas di Badung. “Kesehatan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami. Sesuai visi Bapak Bupati mewujudkan pariwisata berkualitas, jadi tidak hanya bicara soal keindahan alam dan budaya, tetapi juga layanan kesehatan yang berstandar mutu baik sesuai kebutuhan masyarakat termasuk para wisatawan,” ujar Bagus Padma saat ditemui di Puspem Mangupraja Mandala, Mengwi, Jumat (21/8).

Ia menegaskan, layanan kesehatan bagi wisatawan harus didukung perlindungan medis yang andal, respons cepat terhadap kondisi darurat, tenaga profesional, serta fasilitas yang memiliki izin sesuai ketentuan.

Salah satu penguatan utama dilakukan melalui sistem Badung Sehat yang terintegrasi dengan armada ambulans di 13 puskesmas. Sistem tersebut memungkinkan tenaga medis dan petugas ambulans merespons laporan kegawatdaruratan dengan mengerahkan armada terdekat ke lokasi kejadian.

Dengan sistem terintegrasi tersebut, waktu tanggap yang sebelumnya dapat mencapai lebih dari 30 menit kini rata-rata dapat ditekan menjadi sekitar 10–14 menit.

Selain layanan kegawatdaruratan, Badung Sehat menyediakan berbagai fitur kesehatan, mulai dari telemedicine untuk konsultasi dokter, ambulans non-darurat, layanan home care, informasi ketersediaan vaksin dan kebutuhan donor darah, pengaduan masyarakat, hingga pemantauan penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan rabies.

Baca Juga :  Jejak Maestro Lotring Hidup Kembali, Rekonstruksi Gamelan Tua Kuta Memukau PKB 2026

Penguatan layanan kesehatan juga dibarengi dengan pembinaan dan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan maupun praktik pelayanan medis di kawasan pariwisata.

Dinkes Badung menyasar klinik yang tidak memiliki izin serta berbagai praktik pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar ketentuan regulasi. Pengawasan juga mencakup layanan IV drip atau infus vitamin/terapi yang dilakukan secara terselubung dan tidak melalui fasilitas kesehatan berizin.

Praktik pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) tanpa izin resmi juga menjadi perhatian Dinkes Badung. “Kami tidak menoleransi praktik medis ilegal yang berisiko membahayakan keselamatan pasien dan tentunya juga tenaga medis tersebut,” tegas Bagus Padma.

Dinkes mengimbau seluruh penyedia layanan kesehatan memastikan perizinan dan persyaratan pelayanan telah dipenuhi sebelum memberikan layanan kepada masyarakat maupun wisatawan. Selain untuk melindungi keselamatan pasien, langkah tersebut juga memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara layanan kesehatan.

Di tengah tingginya aktivitas pariwisata, Dinkes Badung juga memperkuat pengendalian penyakit menular dan zoonosis. Cakupan vaksinasi rabies pada populasi anjing di Badung telah mencapai lebih dari 80 persen. Rabies center juga telah tersedia di setiap puskesmas dan rumah sakit daerah.

Untuk kawasan wisata yang memiliki potensi interaksi dengan satwa, seperti Sangeh dan Uluwatu, telah disiapkan prosedur penanganan apabila terjadi kasus gigitan satwa. Korban diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi dan indikasi, termasuk pemberian Vaksin Antirabies (VAR) maupun Serum Antirabies (SAR).

Surveilans epidemiologi turut diperkuat untuk mengantisipasi berbagai penyakit menular, termasuk Legionella dan DBD, terutama di kawasan dengan aktivitas pariwisata tinggi.

Sementara itu, untuk mencegah gangguan kesehatan pencernaan yang kerap disebut wisatawan sebagai “Bali Belly”, Dinkes Badung melakukan pencegahan dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut meliputi edukasi dan pemeriksaan terhadap higiene, air bersih, sanitasi, serta keamanan pangan.

Baca Juga :  SWAB Test Massal Di PN Denpasar

Pengawasan dilakukan terhadap tempat pengolahan makanan, restoran, hotel, hingga usaha kuliner skala mikro di kawasan wisata guna memastikan seluruhnya memenuhi persyaratan kesehatan dan higiene sanitasi.

Pengelola vila, homestay, dan hostel juga diimbau mengarahkan wisatawan yang mengalami gangguan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan resmi, seperti puskesmas, klinik, maupun rumah sakit yang telah memiliki izin.

Penguatan sistem kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Badung memastikan pertumbuhan sektor pariwisata berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan jumlah wisatawan mancanegara yang terus tinggi, ketersediaan layanan kesehatan yang cepat, profesional, dan sesuai standar menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan selama berada di Badung.

Masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan, kritik, maupun saran terkait pelayanan dan penyelenggaraan pemerintahan melalui Kontak Bupati Badung di nomor 081-558-200-200 melalui WhatsApp.

Sementara untuk kebutuhan kegawatdaruratan kesehatan, masyarakat maupun wisatawan dapat menghubungi Safety Center Kesehatan Badung di nomor 081139919119.(r)

Related Posts