November 2, 2026
Pendidikan

Dari Tradisi ke Inovasi, PKM UNHI Dorong Arak Api 1112 Merita Tingkatkan Produksi dan Naik Kelas

Karangasem-kabarbalihits

Desa Labasari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra produksi arak Bali tradisional. Di tengah kuatnya tradisi tersebut, para perajin arak kini dihadapkan pada tantangan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang tanpa kehilangan nilai tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu pelaku usaha yang masih bertahan adalah Industri Rumah Tangga (IRT) Arak Api 1112 Merita yang dikelola Ni Luh Kasih. Usaha yang berada di Desa Labasari ini memproduksi Arak Api berbahan dasar tuak siwalan atau ental yang diperoleh dari petani lontar di sekitar desa.

Arak Api menjadi salah satu produk unggulan Desa Labasari. Minuman hasil penyulingan tradisional tersebut dikenal memiliki karakter khas dengan kadar alkohol sekitar 45–50 persen. Proses pembuatannya pun tidak sekadar menjadi aktivitas ekonomi, tetapi lekat dengan tradisi spiritual masyarakat setempat yang mengenal arak sebagai bagian dari warisan budaya.

Sejak usaha arak Bali memperoleh legalitas melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020, peluang pasar semakin terbuka. Permintaan terhadap produk arak Bali datang dari berbagai kalangan. Namun, meningkatnya permintaan tersebut justru menjadi tantangan tersendiri bagi perajin di Desa Labasari.

Produksi yang masih mengandalkan metode tradisional membuat kapasitas usaha sulit berkembang. Proses penyulingan membutuhkan waktu cukup lama, sementara ketersediaan bahan baku berupa nira lontar juga semakin terbatas. Kondisi ini menyebabkan pelaku usaha tidak selalu mampu memenuhi permintaan konsumen.

Bahkan hingga 2025, tercatat hanya tiga unit usaha arak yang masih aktif beroperasi di Desa Labasari. Salah satunya adalah IRT Arak Api 1112 Merita yang tetap berupaya mempertahankan eksistensinya di tengah berbagai keterbatasan.

Baca Juga :  DPM Universitas Udayana Gelar Dialog Udayana dan Temu Rektor Tahun 2023, Berbahana Selaraskan Rasa Bangkitkan Udayana

Melihat kondisi tersebut, tim dosen Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar hadir melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. Program ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tim PKM UNHI dipimpin Putu Atim Purwaningrat, S.E., M.M., dengan anggota Ni Luh Gede Sudaryanti, S.Si., M.Si. dan Luh Nik Oktarini, S.E., M.M. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa UNHI, I Nengah Ari Suputra Bawa dan Komang Odik Pramana.

IRT Arak Api 1112 Merita dipilih sebagai mitra sasaran karena dinilai memiliki potensi ekonomi produktif yang kuat, sekaligus menghadapi sejumlah persoalan yang perlu mendapat pendampingan. Usaha yang memiliki lima orang karyawan tersebut selama ini masih mengandalkan kayu bakar dalam proses penyulingan secara tradisional.

Program PKM kemudian diarahkan untuk membantu mitra meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, pengelolaan usaha, pengembangan produk turunan, hingga pengelolaan limbah hasil penyulingan.

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah penggunaan teknologi mesin distiller atau alat penyulingan yang lebih modern. Kehadiran teknologi tersebut memberikan perubahan signifikan terhadap efisiensi waktu produksi.

Jika sebelumnya proses penyulingan secara tradisional membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam untuk menghasilkan satu botol arak, penggunaan alat distiller mampu memangkas waktu produksi menjadi sekitar 40–50 menit untuk menghasilkan satu botol.

“Teknologi ini menjadi salah satu upaya untuk membantu mitra meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas produk,” demikian arah pendampingan yang dilakukan tim PKM UNHI.

Tak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi, program ini juga mendorong mitra melakukan diversifikasi produk. IRT Arak Api 1112 Merita kini telah mampu mengembangkan arak dengan sejumlah varian rasa serta menghadirkan dua pilihan ukuran kemasan, yakni 100 mililiter dan 250 mililiter.

Baca Juga :  Beri Dana Motivasi Ajang Madura Cup, Suyadinata Komitmen Bangun Sport Center Internasional di Badung

Inovasi tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memberikan pilihan produk yang lebih beragam bagi konsumen.

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian dalam program pemberdayaan tersebut. Limbah yang dihasilkan dari proses penyulingan kini mulai ditangani melalui penerapan biofilter sederhana sehingga lebih aman bagi lingkungan sekitar.

Seluruh rangkaian PKM dilaksanakan selama delapan bulan. Tahapannya dimulai dari analisis kondisi lapangan dan sosialisasi, dilanjutkan dengan pelatihan, implementasi teknologi, pendampingan intensif, hingga monitoring dan evaluasi.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan mitra dalam mengelola usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Bagi Desa Labasari yang memiliki sejarah panjang sebagai kampung arak, inovasi tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan usaha lokal. Tradisi tetap dipertahankan, namun proses produksinya mulai beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan teknologi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa potensi ekonomi berbasis kearifan lokal dapat dikembangkan tanpa harus meninggalkan akar tradisinya.

Program PKM UNHI ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang Decent Work and Economic Growth atau Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Melalui peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, efisiensi teknologi, pengelolaan limbah, serta penguatan manajemen usaha, pemberdayaan IRT Arak Api 1112 Merita diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Desa Labasari.

Dari tungku penyulingan tradisional hingga teknologi distiller, Arak Api 1112 Merita kini memasuki babak baru. Tradisi tetap menjadi identitas, sementara inovasi menjadi jalan untuk membuat warisan lokal tersebut tetap hidup, berkembang, dan mampu menjawab tantangan pasar.(r)

Related Posts