November 3, 2026
Pendidikan

Lokakarya FKPTPI Wilayah Timur, Bahas Integrasi Pertanian dan Pariwisata

Badung – kabarbalihits

Pertanian dan pariwisata merupakan dua sektor yang terkait erat dan menjadi pendukung utama perekonomian di Bali. Integrasi pertanian dan pariwisata menjadi topik yang dibahas dalam lokakarya Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Wilayah Timur, yang dilaksanakan di The Patra Bali Resort, Badung pada 22 – 24 Juli 2026.

Fakultas Pertanian Universitas Udayana menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Wilayah Timur yang dihadiri 140 akademisi dari 31 perguruan tinggi di Indonesia, diantaranya Universitas Hasanuddin, Universitas Nusa Cendana, Universitas Halu Oleo, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Musamus. Pertemuan ini mengangkat tema Integrasi Pertanian dengan Pariwisata untuk Mendukung SDGs 1 Tanpa Kemiskinan, dan SDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, MM. yang hadir sebagai keynote speaker mengatakan pariwisata dan pertanian merupakan dua sektor utama yang menopang perekonomian di Bali. Integrasi dua sektor ini salah satunya diimplementasikan melalui Pergub No 99 tahun 2018 yang mewajibkan hotel dan restoran menggunakan produk pertanian lokal Bali. Pemprov Bali juga sangat memperhatikan pertanian berkelanjutan dengan mengembangkan pertanian organik melalui Perda Nomor 8 Tahuan 2019.

“Kami punya sawah sekarang 64.000 Hektar, 60 persen lebih sudah organik. Target kami tahun 2028, sawah di Bali semuanya organik,” kata Wayan Koster.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D. mengatakan pertanian dan pariwisata merupakan jiwa atau roh dari masyarakat Bali. Menurutnya kedua sektor ini bukan dua entitas berbeda, melainkan entitas yang saling mendukung dan melengkapi. Tidak ada satupun sektor kehidupan yang bisa lepas dari pertanian, termasuk juga pariwisata.
“Bahkan negara yang paling maju sekalipun, tidak bisa lepas dari makanan dan minuman yang merupakan produk dari pertanian,” ujarnya.

Sementara Ketua FKPTI Wilayah Timur sekaligus Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, I Putu Sudiarta, S.P., M.Si., Ph.D mengatakan berabagai program Pemprov Bali terkait pertanian sangat sejalan dengan tema lokakarya FKPTPI yang mengintegrasikan pertanian dan pariwisata. “Saya kira keberpihakan Pemerintah Provinsi Bali terhadap pertanian sangat luar biasa,” ungkapnya.

Serangkaian lokakarya FKPTPI wilayah timur, juga dilaksanakan seminar nasional yang menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Balai Karantina Indonesia, Universitas Brawijaya, dan Astungkara Way. Selain itu juga dilaksanakan sejumlah lomba yang diikuti mahasiswa dari seluruh Indonesia, yaitu lomba Business Plan, poster, fotografi, videografi, esai, dan LKTI.

Usai lokakarya, FKPTPI wilayah timur juga diterima Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam gala dinner yang dilakasanakan di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar. Pada kesempatan tersebut, Wayan Koster mengatakan gala dinner seperti ini merupakan bentuk keramah-tamahan pemerintah Provinsi Bali, sekaligus memperkenalkan budaya Bali yang telah dikenal sebagai destinasi wisata dunia.

“Buat kami di Bali, modal utamanya adalah budaya. Kalau budayanya hilang, semuanya akan hilang, termasuk pariwisata dan ekonominya,” ungkapnya.

Baca Juga :  FMIPA Universitas Udayana Bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Gelar Bimtek IT

Sekjen FKPTPI, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM, ASEAN Eng., APEC Eng. menyatakan apresiasi atas sambutan hangat Gubernur Bali, Wayan Koster. Menurutnya ini adalah pertama kalinya kegiatan FKPTPI mendapat sambutan hangat dari pimpinan daerah setingkat gubernur. Komitmen Wayan Koster dalam memajukan pertanian di Bali juga patut dicontoh daerah lain di Indonesia.

“Komitmen beliau terhadap pembangunan pertanian yang berdasarkan pada kearifan lokal dan budaya lokal, serta pada sektor pariwisata di Provinsi Bali sangat luar biasa dan patut menjadi contoh bagi pengembangan pertanian di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut diserahkan tanaman anggrek dan buku anggrek Alam Bali jilid I dan II oleh Ketua FKPTPI Wilayah Timur, I Putu Sudiarta kepada Gubenrur Bali, Wayan Koster.

Serangkaian lokakarya, FKPTPI wilayah timur juga melaksanakan pengabdian msayarakat sebagai implementasi hasil penelitian perguruan tinggi pertanian untuk mendukung pengembangan desa wisata berkelanjutan di Desa Wisata Penglipuran, Bangli pada Jumat (24/7/2026). Para peserta diterima di kebun bunga Gesing Sari Nursery, yang dikelola Bhaga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Penglipuran. Pada kesempatan tersebut FKPTPI menyerahkan sejumlah hasil inovasi teknologi pertanian dari berbagai perguruan tinggi anggota FKPTPI.

Baca Juga :  FTP Unwar Gelar Kuliah Tamu dengan Tema "Introduction to Data Science"

Usai mengunjungi kebun bunga, FKPTPI juga berkunjung ke Objek Wiasta Desa penglipuran yang dikenal sebagai salah satu Desa terbersih di dunia. (kbh7)

Related Posts