June 18, 2026
Daerah Sosial

Hari Raya Idul Adha 1447 H: LDII Bali Salurkan Ratusan Hewan Kurban dengan Tradisi Ngejot

Denpasar-kabarbalihits

Tepat pada Hari Raya Idul Adha 1447 H, Rabu (27/5/2026), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali menyalurkan ratusan ekor hewan kurban sehat. Sebanyak 146 ekor sapi dan 286 ekor kambing dari sembilan kabupaten/kota di Bali dipotong dan dagingnya segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Data yang dihimpun LDII Bali menunjukkan hewan kurban terbanyak berada di Kota Denpasar dengan 77 ekor sapi dan 163 ekor kambing, disusul Badung 27 ekor sapi, 57 ekor kambing, Tabanan 13 ekor sapi, 24 ekor kambing, serta menyusul daerah lainnya seperti Gianyar, Karangasem, Buleleng, dan Jembrana.

Wakil Ketua DPW LDII Bali, H. Hardilan, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima permintaan daging kurban lebih dari 10.000 paket. “Kami segera distribusikan ke masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang suku, agama, dan latar belakang apapun,” tegasnya di Sekretariat LDII Bali, Jalan Padang Griya II, Padangsambian, Denpasar.

Menjadi ciri khas pelaksanaan kurban LDII Bali tahun ini adalah penghidupan tradisi lokal Ngejot, yakni berbagi makanan kepada tetangga, termasuk yang berbeda agama.

“Ngejot ini penting, karena ini bentuk kita manyama braya (kebersamaan) di masyarakat. Rasulullah mencontohkan, kalau kita masak, baunya sampai ke tetangga, itu harus diberi. Bahkan sampai 40 rumah, walau hanya dapat kuahnya. Dibagikan ke tetangga sekitar, lintas agama, suku, bahasa, bahkan lintas partai tidak masalah. Itulah saudara kita yang sesungguhnya yang terdekat.” ujar Hardilan.

LDII Bali juga memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat. Termasuk untuk kemasan daging yang dibagikan kepada warga, LDII menggunakan besek dan plastik ramah lingkungan yang bisa terurai. “Kami sudah membeli dua ribu paket kemasan ramah lingkungan. Nanti langsung bisa terurai,” tambahnya.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Hadiri Pujawali di Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya

Salah satu warga penerima daging kurban, A.A. Ngurah Suarta mengapresiasi tradisi Ngejot yang dijalankan LDII. Diharapkan tradisi lokal Bali ini utuh dan terus dilanjutkan generasi kedepannya.

“kita ini anak nusantara. Agama boleh beda, tujuan kita sama. Kita berbahu, toleransi itu tetap jalan. Di Bali, uniknya toleransi tetap jalan. Intinya, aku adalah kamu, kamu adalah saya. Yang penting kita jaga nusantara,” ujarnya penuh semangat.

Dalam pelaksanaan kurban ini, LDII Bali bekerja sama dengan Desa Adat Padangsambian, dibantu oleh Pecalang, TNI/Polri, serta tokoh masyarakat sekitar. (kbh1)

Related Posts