June 18, 2026
Otomotif

Mongoh Sang “Jero yang Menyamar” Kilat Reparasi BCM Mobil

Gianyar-kabarbalihits

Di tengah mahalnya biaya perbaikan elektronik mobil modern, muncul sosok teknisi nyentrik asal Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, yang justru menjadi penyelamat para pemilik kendaraan. Dialah I Nyoman Ariawan, teknisi kelistrikan kendaraan yang lebih dikenal dengan julukan “Mongoh”. Setelah sebelumnya dijuluki “balian aki” hingga “dynamo”, kini pria humoris tersebut kembali mencuri perhatian lewat kemampuannya mereparasi BCM mobil dengan cepat dan biaya terjangkau.

Tak sedikit pelanggan bahkan menyebut Mongoh sebagai “jero yang menyamar”, lantaran kemampuannya dianggap seperti “melihat” kerusakan mobil hanya dari gejala kecil yang muncul. Sosoknya yang sederhana, santai, dan penuh candaan justru berbanding terbalik dengan kemampuannya menangani komponen elektronik sensitif pada kendaraan modern.

Sebelumnya, Mongoh sempat viral di kalangan otomotif lokal karena berhasil memperbaiki EPS pada Karimun Kotak dengan biaya jauh lebih murah dibandingkan harus mengganti unit baru. Kini, kemampuannya kembali dibuktikan lewat reparasi BCM atau Body Control Module yang dikenal sebagai salah satu “otak” penting pada kendaraan masa kini.

BCM sendiri merupakan unit kontrol elektronik pusat yang bertugas mengatur berbagai fitur kenyamanan dan keamanan bodi mobil. Komponen ini bekerja menerima sinyal dari berbagai sensor sebelum mengirimkan perintah ke sistem elektrikal kendaraan. Adapun fitur yang dikendalikan BCM meliputi pencahayaan seperti lampu utama, lampu sein, lampu hazard hingga lampu interior. Selain itu, BCM juga mengontrol central lock, alarm, immobilizer, power window, AC, wiper, kaca spion elektrik hingga klakson.

Karena memiliki peran vital, kerusakan BCM bisa membuat mobil mengalami berbagai gangguan serius. Mulai dari lampu mendadak mati, jendela elektrik macet, wiper tidak berfungsi, hingga mobil tidak bisa dinyalakan akibat terganggunya sistem immobilizer.

Baca Juga :  Indomobil eMotor Sprinto Resmi Meluncur di Bali, Skuter Listrik Sporty Berperforma Tinggi

Meski berbeda dengan ECU yang fokus mengatur performa mesin, BCM tetap memiliki hubungan komunikasi dengan ECU. Karena itu, jika BCM bermasalah, komunikasi sistem kendaraan bisa terganggu dan mobil berpotensi mogok total.

Di tangan Mongoh, komponen yang kerap dianggap “momok” oleh pemilik kendaraan itu justru bisa direparasi tanpa harus mengganti unit baru yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Menurut Mongoh, biaya reparasi BCM tergantung tingkat kerusakan dan jumlah relay yang mengalami gangguan. Jika hanya dua relay yang rusak, biaya perbaikan diperkirakan sekitar Rp. 500 ribu. Sementara untuk kerusakan lebih banyak, misalnya lima relay, tarif reparasi berkisar Rp. 700 ribu. “Yang penting dicek dulu kerusakannya. Kadang tidak perlu ganti satu unit penuh, cukup reparasi bagian yang rusak,” ujar Mongoh sambil tersenyum khas di bengkelnya.

Kemampuan tersebut membuat bengkel kecil miliknya mulai dikenal luas oleh para pemilik kendaraan, khususnya yang mengalami masalah kelistrikan rumit. Banyak pelanggan datang karena mencari solusi yang lebih hemat dibandingkan harus mengganti modul baru di bengkel resmi.

Jasa perbaikan Mongoh dilakukan di bengkel Yangloni Aki dan Dynamo yang berlokasi di Jalan Raya Buruan, Blahbatuh, Gianyar, tepatnya dekat Stadion Dipta Gianyar. Selain melayani langsung di bengkel, Mongoh juga bisa dihubungi melalui WhatsApp di nomor 0813-3823-4256.

Di balik gaya bercandanya, Mongoh kini menjadi bukti bahwa keahlian teknisi lokal Bali tak bisa dipandang sebelah mata. Dari aki, dynamo, EPS hingga BCM, “jero yang menyamar” asal Buruan ini perlahan menjelma jadi langganan baru pemilik mobil modern yang ingin kendaraan kembali normal tanpa bikin dompet tumbang.(kbh2)

Related Posts