
ATR/BPN Pastikan Kepastian Hukum Lahan, Pelabuhan Tanjung Carat Siap Dongkrak Investasi
Sumatera Selatan-kabarbalihits
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan komitmen penuh kementeriannya dalam mendukung pembangunan Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (9/4/2026).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian kepastian hukum atas lahan proyek, yakni dengan penerbitan Sertipikat Hak Pengelolaan (HPL) untuk kawasan pelabuhan beserta wilayah penunjangnya. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan kelancaran pembangunan sekaligus memberikan rasa aman bagi para pemangku kepentingan.
“ATR/BPN berperan sebagai supporting utama, khususnya dalam menjamin legalitas dan kepastian hukum atas tanah. Ini menjadi fondasi penting agar proyek strategis dapat berjalan tanpa hambatan,” tegas Nusron Wahid.
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat sendiri merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk memperkuat konektivitas logistik di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya. Kehadiran pelabuhan berstandar modern ini diharapkan mampu menjadi simpul distribusi baru yang lebih efisien dan kompetitif.
Dengan fasilitas yang terintegrasi, pelabuhan ini diproyeksikan dapat memangkas biaya logistik, mempercepat arus barang, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional di tengah persaingan global. Selain itu, proyek ini juga diyakini akan membuka peluang investasi baru, khususnya di sektor transportasi, industri, dan perdagangan.
Tak hanya fokus pada proyek besar, ATR/BPN juga terus mendorong percepatan pendaftaran tanah di berbagai daerah. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif.
Menurut Nusron, kepastian hukum atas tanah menjadi salah satu faktor kunci dalam menarik minat investor. Dengan status lahan yang jelas dan legal, proses investasi dapat berjalan lebih cepat, minim risiko sengketa, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
“Ketika aspek legalitas tanah sudah tuntas, investor akan lebih percaya diri untuk menanamkan modalnya. Inilah yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan tidak hanya menjadi proyek infrastruktur semata, tetapi juga motor penggerak ekonomi baru yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, khususnya di Sumatera Selatan.(r)


