June 19, 2026
Daerah

Pemkab Badung Minta Rencana Penutupan TPA Suwung Dikaji Ulang, Sampah Kiriman Mulai Menumpuk di Pesisir

Badung-kabarbalihits

Rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung pada 23 Desember 2025 membuat Pemerintah Kabupaten Badung harus bekerja ekstra keras mencari solusi. Pasalnya, jelang penutupan tersebut, sampah kiriman mulai bermunculan di sejumlah titik pesisir pantai Badung dan menambah beban pengelolaan sampah daerah.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengakui bahwa hingga saat ini Kabupaten Badung masih sangat bergantung pada TPA Suwung sebagai tempat akhir pembuangan sampah. Dengan sarana dan prasarana yang terbatas, baik di TPS3R maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Badung belum mampu berdiri sendiri dalam mengolah volume sampah yang terus berubah-ubah.

“Memang secara faktual, terus terang kami memakai TPA Suwung. Mungkin bagi kami cukup berat kalau ditutup penuh,” ujar Adi Arnawa, Rabu (10/12). Ia menambahkan bahwa situasi semakin kompleks karena meningkatnya volume sampah kiriman, terutama dari pesisir dan proses normalisasi sungai yang kini sedang digencarkan Pemkab Badung.

Dari data sementara, Badung menerima sedikitnya 15 ton sampah kiriman per hari, dan angka tersebut diyakini belum mencapai puncaknya. Kondisi ini membuat kebijakan penutupan penuh TPA Suwung dianggap perlu dipertimbangkan ulang agar tidak menimbulkan dampak lanjutan, khususnya bagi sektor pariwisata yang sangat mengandalkan kebersihan lingkungan. “Walaupun niatan Pak Gubernur baik, tetapi melihat kondisi di lapangan, saya merasa kebijakan ini belum pas kalau diterapkan sekarang. Mudah-mudahan bisa dipertimbangkan kembali,” tegas Adi Arnawa.

Di sisi lain, Pemkab Badung berharap program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) bisa segera beroperasi. Fasilitas tersebut direncanakan mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari yang berasal dari Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.

Bupati Adi Arnawa juga menyebut bahwa Badung sedang mempercepat pembangunan TPST di Kuta, yang diharapkan dapat mengurangi persoalan sampah di kawasan Kuta, Tuban, hingga Jimbaran. “Saya kira ini sudah berproses dan menjadi salah satu langkah meminimalkan permasalahan sampah di wilayah pariwisata,” pungkasnya. (kbh2)

Related Posts