
FKIK Universitas Warmadewa Gelar PkM untuk Cegah Penyakit Tular Nyamuk di Bangli
Bangli-kabarbalihits
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen FKIK turun langsung ke Puri Dencarik, Bangli, memberikan edukasi dan pendampingan kepada 10 orang ibu-ibu PKK terkait pencegahan penyakit tular nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, dan Japanese encephalitis.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penyakit akibat infeksi arbovirus di Bali masih tergolong tinggi. DBD tetap menjadi ancaman utama, sementara chikungunya dan radang otak (Japanese encephalitis) tercatat pernah menyerang sejumlah warga. Penyakit-penyakit ini memiliki gejala awal yang mirip, yakni demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan badan lemas, namun dapat berujung pada komplikasi berbahaya. Seluruhnya ditularkan bukan dari manusia ke manusia, melainkan melalui gigitan nyamuk betina, terutama Aedes aegypti, Aedes albopictus, dan Culex sp.
Kegiatan PkM dibuka dengan perkenalan tim dosen FKIK Universitas Warmadewa sebelum dilanjutkan dengan pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta. Acara inti diisi oleh dua narasumber utama.
A.A Dewi Megawati, Ph.D memaparkan jenis-jenis penyakit yang ditularkan nyamuk serta proses penularannya, sementara dr. Ni Wayan Widhidewi memberikan penjelasan tentang langkah pencegahan melalui gerakan 3M Plus.
Peserta juga diberikan pemahaman praktis melalui pemeragaan cara kerja raket pembunuh nyamuk serta sosialisasi mengenai tanaman-tanaman yang terbukti berfungsi sebagai pengusir nyamuk (repellent).
Sebagai bentuk dukungan nyata, tim PkM menyerahkan raket pembunuh nyamuk kepada para peserta. Langkah ini dinilai efektif mengingat satu nyamuk betina dapat menghasilkan sekitar 100 telur, sehingga membunuh nyamuk dewasa sangat membantu mengurangi populasi.
Tim juga membagikan 30 bibit tanaman pengusir nyamuk, seperti zodia, lavender, serai wangi, rosemary, dan marigold. Upaya ini menjadi solusi biologis yang ramah lingkungan, di tengah meningkatnya resistensi nyamuk terhadap insektisida kimia akibat penggunaan yang berkepanjangan.
Menurut literatur, berbagai tanaman aromatic tersebut mampu menurunkan keberadaan nyamuk tanpa menimbulkan efek samping bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Tidak berhenti pada edukasi, FKIK Unwar juga melakukan monitoring rutin selama tiga bulan untuk memastikan tanaman dirawat dengan baik, lingkungan tetap bersih, serta ibu-ibu PKK dapat menerapkan ilmu yang telah diberikan dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini berfokus pada tiga tujuan utama, yakni Meningkatkan edukasi tentang pencegahan infeksi arbovirus berbasis lingkungan, Mendorong pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk sebagai metode repellent alami dan Mengurangi populasi nyamuk dewasa melalui penggunaan raket listrik pengusir nyamuk.
Program PkM FKIK Universitas Warmadewa memberikan sejumlah hasil positif, antara lain, Meningkatnya pengetahuan masyarakat terkait penyakit tular nyamuk, Ibu-ibu PKK terampil menanam dan merawat tanaman pengusir nyamuk, Lingkungan menjadi lebih bersih, hijau, dan sehat, Berkurangnya ketergantungan pada insektisida kimia serta Meningkatnya kesadaran keluarga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Tim PkM menegaskan bahwa pencegahan penyakit tular nyamuk bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, melainkan harus menjadi gerakan bersama. Langkah sederhana seperti menyingkirkan genangan air sekecil apa pun, menanam tanaman pengusir nyamuk di halaman rumah, menggunakan raket pembunuh nyamuk, hingga edukasi keluarga dapat memberi dampak besar dalam memutus rantai penularan.(r)


